LKPDPertemuan 3Bab 5Fase CSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 5: Mengintegrasikan Konsep Dasar Musyawarah Mufakat dalam Kehidupan Buddha Sakyamuni pada Praktik Pengambilan Keputusan Demokratis di Masyarakat

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Mengintegrasikan Konsep Dasar Musyawarah Mufakat dalam Kehidupan Buddha Sakyamuni pada Praktik Pengambilan Keputusan Demokratis di Masyarakat".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 5: Mengintegrasikan Konsep Dasar Musyawarah Mufakat dalam Kehidupan Buddha Sakyamuni pada Praktik Pengambilan Keputusan Demokratis di Masyarakat

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 5 Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Mengintegrasikan Konsep Dasar Musyawarah Mufakat dalam Kehidupan Buddha Sakyamuni pada Praktik Pengambilan Keputusan Demokratis di Masyarakat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMengintegrasikan Konsep Dasar Musyawarah Mufakat dalam Kehidupan Buddha Sakyamuni pada Praktik Pengambilan Keputusan Demokratis di Masyarakat
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengintegrasikan konsep dasar musyawarah mufakat dalam kehidupan Buddha Sakyamuni dengan mensintesis prinsip tersebut dalam praktik pengambilan keputusan demokratis di lingkungan masyarakat

PETUNJUK UMUM

  • Awali kegiatan belajar dengan duduk hening sejenak untuk memusatkan pikiran dan perhatian.
  • Bacalah setiap teks ringkasan peristiwa dan instruksi kegiatan dengan saksama.
  • Bekerjasamalah secara aktif dan saling menghargai pendapat saat berdiskusi dalam kelompok.
  • Tuliskan hasil kerja pada format ruang jawaban yang telah disediakan secara cermat.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menemukan Prinsip Musyawarah dalam Keteladanan Buddha Sakyamuni

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Buku Siswa Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas V

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah ringkasan kisah sejarah Buddha Sakyamuni berikut: 'Ketika terjadi perselisihan air Sungai Rohini antara suku Sakya dan Koliya, Buddha hadir bukan untuk memaksakan kehendak, melainkan mengumpulkan kedua pihak, mendengarkan alasan masing-masing, mengajak mereka bermusyawarah tentang nilai air dibandingkan nyawa manusia, hingga mencapai kesepakatan damai. Begitu pula dalam Sangha (seperti tercatat dalam Upakkilesa Sutta saat mengatasi perpecahan di Kosambi), Buddha mengajarkan para siswa untuk berkumpul secara teratur, bermusyawarah dalam kerukunan, saling mendengarkan bagaikan bercampurnya susu dan air, serta mengambil keputusan bersama tanpa pertikaian.'
  2. Berdasarkan bacaan di atas, identifikasi prinsip-prinsip musyawarah yang dicontohkan oleh Buddha Sakyamuni.
  3. Lengkapilah tabel analisis prinsip musyawarah pada ruang jawaban.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan keteladanan Buddha Sakyamuni dalam menyelesaikan perselisihan di atas, sebutkan 3 prinsip utama musyawarah mufakat yang diajarkan Buddha dan jelaskan maknanya masing-masing!

Ruang tabel jawaban

Format tabel 3 baris: Kolom 1 (No), Kolom 2 (Prinsip Musyawarah Buddha Sakyamuni), Kolom 3 (Penjelasan Makna Prinsip).

Kegiatan 2: Mensintesis Prinsip Musyawarah Buddha ke Masalah Demokratis Masyarakat

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas plano/LKPD
  • Spidol/pena

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah kasus nyata kehidupan bermasyarakat berikut: 'Warga RT 05 sedang bermusyawarah menentukan penggunaan dana kas desa. Kelompok pemuda mengusulkan perbaikan lapangan olahraga, sedangkan kelompok lansia mengusulkan perbaikan pos ronda dan jalan setapak. Terjadi perbedaan pendapat yang cukup tajam sehingga musyawarah sempat memanas.'
  2. Diskusikan dalam kelompok kecil bagaimana mengintegrasikan prinsip musyawarah dari kehidupan Buddha Sakyamuni untuk menyelesaikan masalah tersebut.
  3. Sintesiskan cara pengambilan keputusan demokratis yang memadukan prinsip keteladanan Buddha ke dalam tabel telaah.

Pertanyaan:

1. Bagaimana langkah mengintegrasikan prinsip musyawarah Buddha (mendengarkan pandangan semua pihak dan menjaga kerukunan bagaikan susu dan air) dalam proses pengambilan keputusan rapat warga RT 05 tersebut?

2. Isilah tabel integrasi berikut: Pasangkan prinsip musyawarah Buddha Sakyamuni dengan bentuk penerapannya secara konkret dalam praktik demokrasi warga!

Ruang tabel jawaban

Nomor 1: Uraian langkah sistematis (3-4 kalimat). Nomor 2: Tabel 2 kolom: Kolom 1 (Prinsip Musyawarah Buddha), Kolom 2 (Penerapan Konkret Demokratis di Masyarakat).

Kegiatan 3: Merumuskan Panduan Keputusan Demokratis Berbasis Nilai Musyawarah Buddha

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar LKPD
  • Pena

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Berdasarkan pemahaman dan sintesis pada kegiatan sebelumnya, rumuskan sebuah alur atau panduan pengambilan keputusan demokratis di lingkungan masyarakat.
  2. Pastikan setiap tahapan pengambilan keputusan memuat integrasi nilai musyawarah mufakat yang dicontohkan Buddha Sakyamuni.
  3. Presentasikan secara singkat hasil integrasi kelompok di depan kelas, lalu akhiri dengan refleksi bersama guru.

Pertanyaan:

1. Susunlah 3 tahapan utama alur pengambilan keputusan demokratis di masyarakat yang mengintegrasikan nilai musyawarah Buddha Sakyamuni (tahap sebelum rapat, saat rapat bermusyawarah, dan setelah mufakat tercapai)!

Bagan/poin berurutan memuat 3 tahapan (Tahap Persiapan, Tahap Pelaksanaan, Tahap Pasca-Mufakat) beserta penjelasan integrasi nilai Buddha pada tiap tahap.

REFLEKSI

1. Nilai musyawarah apa dari Buddha Sakyamuni yang paling bermakna bagiku saat menghadapi perbedaan pendapat dengan orang lain?

2. Bagaimana saya akan mempraktikkan sikap saling mendengarkan dan menjaga kerukunan saat bermusyawarah di lingkungan masyarakat atau rukun warga?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.