LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 5: Peralatan Puja dalam Agama Buddha
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Peralatan Puja dalam Agama Buddha". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 5: Peralatan Puja dalam Agama Buddha
Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 5
Bab 4 - Pertemuan 3
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C) Topik: Peralatan Puja dalam Agama Buddha INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Detektif Altar: Aku Mengenal Peralatan PujaEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapi tabel peralatan puja berikut berdasarkan pengamatanmu dan informasi dari buku siswa! Ruang tabel jawaban 2. Dari seluruh peralatan yang ada di tabel, peralatan mana yang menurutmu PALING PENTING dalam kegiatan puja? Tuliskan satu peralatan dan berikan alasanmu minimal 2 kalimat! Tabel 5 kolom: No | Nama Peralatan | Deskripsi (ciri-ciri/wujud) | Fungsi dalam Puja | Digunakan Aliran (Theravada / Mahayana / Vajrayana). Sediakan 11 baris untuk 11 jenis peralatan. Di bawah tabel, sediakan kotak uraian bertuliskan 'Peralatan terpenting menurutku:' dengan ruang tulis 4–5 baris. Kegiatan 2: Kartu Peralatan Puja: Aku Membuat dan BerbagiEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Saat mendengarkan presentasi kelompok lain, catatlah satu hal baru yang kamu pelajari dari setiap peralatan yang dipresentasikan! Tuliskan di tabel berikut. Ruang tabel jawaban 2. Diskusikan bersama kelompokmu: Mengapa peralatan puja berbeda-beda antara aliran Theravada, Mahayana, dan Vajrayana? Apakah perbedaan ini masalah? Tuliskan kesimpulan diskusi kelompokmu! Tabel 2 kolom untuk pertanyaan no. 1: Nama Peralatan yang Dipresentasikan | Satu Hal Baru yang Aku Pelajari. Sediakan 8 baris. Untuk pertanyaan no. 2, sediakan kotak diskusi bertuliskan 'Kesimpulan Diskusi Kelompok:' dengan ruang tulis 5–6 baris. Di pojok atas kartu kerja, cantumkan kolom: Nama Kelompok, Anggota, dan Peralatan yang Dikerjakan. Kegiatan 3: Cermin Hatiku: Menghargai Peralatan Puja sebagai Wujud KeyakinanEstimasi: 20 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Ceritakan pengalamanmu menggunakan salah satu peralatan puja (misalnya dupa, lilin, atau buku paritta) dalam kegiatan keagamaan. Apa yang kamu rasakan saat menggunakannya? Tuliskan dalam 3–5 kalimat! 2. Bayangkan kamu mengunjungi vihara dari aliran agama Buddha yang berbeda dan melihat peralatan puja yang belum pernah kamu lihat sebelumnya (misalnya Da Gu atau Yin Qing). Bagaimana sikapmu? Pilih salah satu dan jelaskan alasanmu! 3. Lengkapi kalimat berikut sesuai pendapatmu: 'Peralatan puja penting bagiku karena ________. Dengan menggunakan peralatan puja, aku merasa ________. Aku akan menghargai cara puja aliran lain dengan cara ________.' Tiga kotak jawaban terpisah: (1) Kotak cerita pengalaman dengan ruang 6 baris bergaris. (2) Kotak pilihan sikap dengan lingkaran pilihan a/b/c/d dan ruang alasan 4 baris. (3) Kotak isian kalimat rumpang dengan tiga baris bertanda titik-titik yang cukup panjang untuk dijawab. Di bagian atas kegiatan, sediakan kolom nama dan tanggal. REFLEKSI1. Setelah belajar hari ini, peralatan puja apa yang paling membuatmu ingin tahu lebih banyak? Mengapa? 2. Apakah kamu merasa bahwa perbedaan peralatan puja antara aliran-aliran agama Buddha memperkaya atau membingungkan? Jelaskan perasaanmu dengan jujur. 3. Satu hal nyata apa yang akan kamu lakukan setelah pelajaran ini untuk lebih menghargai kegiatan puja dalam kehidupan sehari-harimu? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.