LKPDPertemuan 5Bab 3Fase CSemester 1

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 5: Pantang Menyerah: Meneladan Semangat Bodhisattva Meraih Sukses

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Pantang Menyerah: Meneladan Semangat Bodhisattva Meraih Sukses". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 5: Pantang Menyerah: Meneladan Semangat Bodhisattva Meraih Sukses

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 3 - Pertemuan 5

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Pantang Menyerah: Meneladan Semangat Bodhisattva Meraih Sukses

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikPantang Menyerah: Meneladan Semangat Bodhisattva Meraih Sukses
Alokasi Waktu70 menit
Tipe Aktivitascampuran (individu, diskusi kelompok, refleksi diri)
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan cara belajar dan semangat pantang menyerah Pangeran Siddharta sebagai Bodhisattva dalam menghadapi hambatan untuk meraih kesuksesan.
  2. Murid dapat mengamalkan sikap pantang menyerah yang diteladankan Bodhisattva dan Buddha dalam kegiatan belajar sehari-hari berlandaskan nilai-nilai Pancasila Buddhis.

PETUNJUK UMUM

  • Awali dengan duduk hening selama 2–3 menit. Pejamkan mata, tarik napas perlahan, dan hadirkan niat baik untuk belajar hari ini.
  • Baca setiap petunjuk kegiatan dengan seksama sebelum mulai mengerjakan.
  • Kerjakan setiap kegiatan sesuai urutan: Kegiatan 1 → Kegiatan 2 → Kegiatan 3.
  • Tulis jawabanmu dengan tulisan yang rapi dan jelas di ruang yang telah disediakan.
  • Jika ada kata atau kalimat yang kurang dipahami, tanyakan kepada gurumu.
  • Hormati pendapat teman saat berdiskusi — setiap gagasan berharga!

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menelusuri Jejak Bodhisattva: Siapa Pangeran Siddharta?

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Buku tugas atau lembar kerja ini
  • Alat tulis (pensil/pulpen)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Baca teks pendek di bawah ini dengan seksama.
  2. Setelah membaca, jawab pertanyaan-pertanyaan yang tersedia.
  3. Kerjakan secara individu terlebih dahulu, baru bandingkan jawabanmu dengan teman sebangku.
  4. --- TEKS BACAAN ---
  5. Pangeran Siddharta lahir dalam kehidupan mewah di Istana Kapilavatthu. Namun, kemewahan tidak membuatnya puas. Ia ingin memahami penderitaan manusia dan menemukan jalan kebahagiaan sejati. Dalam perjalanannya, Siddharta menghadapi banyak rintangan: meninggalkan istana, menjalani pertapaan keras selama bertahun-tahun, hingga hampir menyerah karena tubuhnya sangat lemah. Tetapi Siddharta tidak berhenti. Ia terus berjuang, belajar dari para guru, bermeditasi dengan tekun, dan akhirnya mencapai Pencerahan di bawah Pohon Bodhi. Semangat itulah yang disebut semangat Bodhisattva — pantang menyerah demi kebaikan semua makhluk.

Pertanyaan:

1. Sebutkan minimal 3 hambatan yang dihadapi Pangeran Siddharta dalam perjalanannya menuju Pencerahan berdasarkan teks di atas!

2. Perhatikan tabel berikut. Isilah kolom 'Cara Bodhisattva Mengatasinya' berdasarkan hambatan yang sudah disebutkan!

No.Hambatan yang DihadapiCara Bodhisattva Mengatasinya
1Meninggalkan kemewahan istana...
2Tubuh lemah akibat pertapaan keras...
3Belum menemukan jalan kebenaran...

3. Menurutmu, mengapa Pangeran Siddharta tidak menyerah meskipun menghadapi begitu banyak kesulitan? Jelaskan dengan kalimatmu sendiri!

Jawaban No. 1: tulis dalam bentuk poin bernomor (1, 2, 3). Jawaban No. 2: salin dan lengkapi tabel 3 kolom di buku tugasmu. Jawaban No. 3: tulis minimal 3 kalimat uraian.

Kegiatan 2: Dari Kisah ke Kehidupanku: Semangat Pantang Menyerah dalam Belajarku

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas HVS atau buku tugas
  • Alat tulis berwarna (krayon/spidol/pensil warna) — opsional
  • Penggaris

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kegiatan ini dilakukan secara berpasangan atau dalam kelompok kecil (3–4 orang).
  2. Langkah 1: Bacalah daftar nilai Pancasila Buddhis berikut: (1) Tidak membunuh, (2) Tidak mencuri, (3) Tidak berbuat asusila, (4) Tidak berkata bohong, (5) Tidak minum minuman keras. Diskusikan bersama kelompokmu: nilai mana yang berkaitan erat dengan semangat pantang menyerah?
  3. Langkah 2: Setiap anggota kelompok berbagi cerita singkat tentang pengalaman pribadi — pernah menghadapi kesulitan dalam belajar dan bagaimana cara mengatasinya.
  4. Langkah 3: Dari cerita-cerita tersebut, kelompokmu membuat 'Peta Semangat' sederhana di kertas yang tersedia.
  5. Langkah 4: Presentasikan Peta Semangat kelompokmu kepada teman-teman (cukup 1–2 menit per kelompok).

Pertanyaan:

1. Dari nilai-nilai Pancasila Buddhis, nilai manakah yang menurutmu paling berkaitan dengan semangat pantang menyerah? Jelaskan alasanmu!

2. Ceritakan satu pengalaman nyatamu ketika menghadapi kesulitan dalam belajar. Tuliskan dalam tabel berikut:

| Hambatan yang Kamu Hadapi | Perasaanmu Saat Itu | Apa yang Kamu Lakukan | Hasilnya |

Ruang tabel jawaban

3. Buatlah 'Peta Semangat' kelompokmu! Di tengah, tulis 'PANTANG MENYERAH'. Di sekitarnya, tuliskan: (a) 3 contoh hambatan belajar yang pernah dialami anggota kelompok, (b) 3 cara mengatasinya, dan (c) 1 kalimat penyemangat dari Bodhisattva untuk teman-teman.

Ruang gambar

No. 1: tulis uraian minimal 2 kalimat di buku tugas. No. 2: salin dan isi tabel 4 kolom di buku tugas. No. 3: buat Peta Semangat di kertas HVS atau halaman kosong buku tugas — boleh dihias dengan gambar dan warna.

Kegiatan 3: Janjiku pada Diri Sendiri: Rencana Aksi Pantang Menyerah

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar LKPD ini
  • Alat tulis
  • Krayon atau spidol warna untuk menghias kartu (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kegiatan ini dikerjakan secara individu — ini adalah komitmenmu pribadi.
  2. Langkah 1: Renungkan sejenak (30 detik) — apa satu hal dalam belajarmu yang ingin kamu perbaiki dengan semangat pantang menyerah?
  3. Langkah 2: Isi 'Kartu Janjiku' di bawah ini dengan jujur dan sungguh-sungguh.
  4. Langkah 3: Hiasi kartumu agar menarik — ini akan menjadi pengingat semangatmu!
  5. Langkah 4: Simpan kartumu di tempat yang sering kamu lihat (meja belajar, buku, atau dinding kamar).

Pertanyaan:

1. Tuliskan satu hambatan belajar yang sering kamu hadapi dan belum berhasil kamu atasi hingga sekarang.

2. Bayangkan Bodhisattva Siddharta ada di sampingmu. Apa nasihat yang mungkin beliau berikan untukmu menghadapi hambatan itu? Tuliskan dalam bentuk 'nasihat' seperti surat pendek (minimal 3 kalimat).

3. Lengkapi 'Kartu Janjiku' berikut:

KARTU JANJIKU
Namaku: ___________
Hambatan yang ingin aku atasi: ___________
Rencana aksi minggu ini (3 langkah konkret):

  1. ___________
  2. ___________
  3. ___________

Kalimat penyemangatku: ___________
Tanda tanganku: ___________

No. 1 dan No. 3: isi langsung di lembar LKPD ini atau salin ke buku tugas. No. 2: tulis surat nasihat di buku tugas, minimal setengah halaman. Untuk Kartu Janjiku, boleh dihias dengan gambar atau warna sesuai kreasi.

REFLEKSI

1. Setelah belajar tentang semangat pantang menyerah Bodhisattva hari ini, apa satu hal baru yang kamu pelajari tentang dirimu sendiri?

2. Hambatan apa dalam belajarmu yang paling ingin kamu hadapi dengan semangat seperti Bodhisattva Siddharta? Mengapa hambatan itu penting untuk kamu atasi?

3. Bagaimana nilai-nilai Pancasila Buddhis dapat membantumu untuk terus semangat belajar dan tidak mudah menyerah dalam kehidupan sehari-hari?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.