LKPDPertemuan 4Bab 3Fase CSemester 1

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 5: Mengevaluasi Efektivitas Cara Buddha Sakyamuni Menyelesaikan Masalah Kehidupan Sosial

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Mengevaluasi Efektivitas Cara Buddha Sakyamuni Menyelesaikan Masalah Kehidupan Sosial".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 5: Mengevaluasi Efektivitas Cara Buddha Sakyamuni Menyelesaikan Masalah Kehidupan Sosial

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 3 Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Mengevaluasi Efektivitas Cara Buddha Sakyamuni Menyelesaikan Masalah Kehidupan Sosial

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMengevaluasi Efektivitas Cara Buddha Sakyamuni Menyelesaikan Masalah Kehidupan Sosial
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengevaluasi efektivitas cara Buddha Sakyamuni menyelesaikan masalah kehidupan individu dan sosial

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah doa atau lakukan hening sejenak sebelum memulai pembelajaran.
  • Pelajari kisah dan data kasus penyelesaian masalah oleh Buddha Sakyamuni secara cermat bersama kelompokmu.
  • Diskusikan tolak ukur keberhasilan (efektivitas) dari setiap tindakan penyelesaian masalah yang dilakukan Buddha Sakyamuni.
  • Isilah tabel dan jawab pertanyaan evaluasi secara jujur, mendalam, dan berbasis fakta kisah sejarah Buddha.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Mengevaluasi Cara Buddha Menyelesaikan Konflik Air Sungai Rohini (Masalah Sosial)

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Teks Pendidikan Agama Buddha Kelas 5
  • Alat tulis
  • Lembar kerja

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah ringkasan peristiwa perselisihan air Sungai Rohini antara suku Sakya dan Koliya berikut: 'Ketika musim kemarau tiba, suku Sakya dan Koliya berebut air Sungai Rohini untuk mengairi sawah. Kedua belah pihak telah bersiap perang dengan senjata lengkap. Buddha Sakyamuni hadir di tengah kedua pasukan dan bertanya: Mana yang lebih berharga, air atau darah manusia? Para prajurit menjawab darah manusia jauh lebih berharga. Buddha lalu menyadarkan mereka bahwa mengorbankan darah demi air adalah tindakan sia-sia. Kedua suku akhirnya meletakkan senjata dan bermusyawarah membagi air secara adil.'
  2. Evaluasilah efektivitas cara yang digunakan Buddha Sakyamuni untuk menyelesaikan masalah sosial tersebut dengan menjawab pertanyaan evaluasi pada format yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan kisah perselisihan Sungai Rohini, jelaskan apakah cara Buddha Sakyamuni mengajukan pertanyaan tentang nilai air dan darah terbukti efektif menghentikan perang? Berikan bukti alasannya!

2. Lengkapilah evaluasi efektivitas cara Buddha pada kasus sosial Sungai Rohini dalam bentuk analisis: (a) Masalah sosial yang dihadapi, (b) Cara penyelesaian Buddha, (c) Dampak nyata yang dihasilkan, dan (d) Penilaian efektivitas (Sangat Efektif/Kurang Efektif beserta alasan singkatnya)!

Ruang tabel jawaban

Format tabel evaluasi kasus 1 terdiri dari 4 baris: Masalah Sosial, Cara Buddha Menyelesaikan, Dampak Nyata, dan Kesimpulan Efektivitas (Sangat Efektif/Kurang Efektif beserta alasan).

Kegiatan 2: Mengevaluasi Cara Buddha Menyelesaikan Masalah Individu yang Berdampak Sosial (Kisah Angulimala)

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Teks riwayat hidup Buddha Sakyamuni (Kisah Angulimala)
  • Pulpen

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah ringkasan kisah Angulimala: 'Angulimala adalah pembunuh berantai yang meneror penduduk kota Kosala demi mengumpulkan 1.000 jari manusia. Raja Pasenadi dan pasukannya bahkan ketakutan. Buddha Sakyamuni mendatangi Angulimala sendirian tanpa senjata. Ketika Angulimala mengejarnya, Buddha berkata: Aku telah berhenti menyakiti makhluk hidup, kamulah yang belum berhenti. Ucapan penuh welas asih dan ketenangan Buddha menyadarkan Angulimala. Angulimala bertobat, melepaskan pedang, memohon menjadi murid Buddha, dan akhirnya mencapai tingkat kesucian tanpa ada lagi warga yang terluka.'
  2. Evaluasilah efektivitas pendekatan Buddha Sakyamuni dibandingkan pendekatan kekerasan/hukuman senjata oleh prajurit kerajaan.

Pertanyaan:

1. Bandingkan pendekatan prajurit kerajaan (senjata dan perburuan) dengan pendekatan Buddha Sakyamuni (welas asih dan dialog batin). Pendekatan manakah yang terbukti lebih efektif mengatasi teror Angulimala? Jelaskan tolak ukurnya!

2. Tentukan tingkat efektivitas cara Buddha Sakyamuni dalam menuntaskan masalah kejahatan Angulimala dan sebutkan 2 bukti bahwa masalah tersebut selesai secara tuntas!

Format isian uraian perbandingan dan 2 butir bukti konkret pada kolom 'Evaluasi Kasus Angulimala'.

Kegiatan 3: Menilai Kriteria Keberhasilan Cara Buddha Menyelesaikan Masalah Sosial-Individu

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Catatan
  • Papan Presentasi/Kertas Plano (opsional)
  • Spidol

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Diskusikan dalam kelompok tolak ukur efektivitas ajaran dan tindakan Buddha Sakyamuni dalam menyelesaikan masalah kehidupan.
  2. Berikan tanda centang dan uraian evaluasi pada tabel kriteria keberhasilan penyelesaian masalah berdasarkan prinsip Empat Kebenaran Mulia dan Jalan Tengah yang diajarkan Buddha.
  3. Selesaikan kegiatan ini termasuk menulis refleksi diri dan transisi penutup pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah tabel evaluasi efektivitas prinsip penyelesaian masalah Buddha Sakyamuni pada 3 aspek berikut:

  1. Pendekatan Musyawarah (Jalan Tengah),
  2. Menghilangkan Akar Masalah (Bukan Membalas Dendam),
  3. Menjunjung Nilai Kesetaraan Sosial (Penghapusan Diskriminasi Kasta). Berikan penilaian efektivitas (Efektif/Tidak Efektif) serta alasan rasionalnya!
Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan seluruh kasus yang dievaluasi, rumuskan simpulan akhir: Mengapa cara Buddha Sakyamuni menyelesaikan masalah sosial dinilai efektif dan bertahan sebagai teladan hingga masa kini?

Format tabel evaluasi 3 prinsip (Aspek, Status Efektivitas, Alasan Evaluasi) dan 1 kotak simpulan akhir kelompok.

REFLEKSI

1. Setelah mengevaluasi cara Buddha Sakyamuni menyelesaikan masalah sosial, apakah kamu merasa cara damai dan musyawarah lebih efektif daripada adu amarah saat menghadapi masalah pertemanan? Mengapa?

2. Pelajaran apa yang paling membuka pikiranmu tentang cara Buddha mengubah orang yang berbuat salah seperti Angulimala?

3. Bagaimana caramu menguji efektivitas sikap tenang dan sabar ketika kamu sendiri menghadapi konflik kecil di kelas hari ini?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.