LKPDPertemuan 3Bab 3Fase CSemester 1

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 5: Nilai Moral Bodhisattva dan Buddha: Balas Budi dan Rasa Syukur

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Nilai Moral Bodhisattva dan Buddha: Balas Budi dan Rasa Syukur". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 5: Nilai Moral Bodhisattva dan Buddha: Balas Budi dan Rasa Syukur

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 3 - Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Nilai Moral Bodhisattva dan Buddha: Balas Budi dan Rasa Syukur

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikNilai Moral Bodhisattva dan Buddha: Balas Budi dan Rasa Syukur
Alokasi Waktu70 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan nilai moral balas budi yang diteladankan oleh Bodhisattva dan Buddha Sakyamuni berdasarkan kisah dalam kitab suci (Itivuttaka: 106).
  2. Murid dapat mengamalkan nilai balas budi dan rasa syukur sebagai bagian dari nilai-nilai Buddhadharma dalam kehidupan di rumah, sekolah, dan vihara.

PETUNJUK UMUM

  • Sebelum mulai, duduklah dengan tenang dan tutup matamu sejenak. Tarik napas perlahan, lalu hembuskan. Hadirkan rasa syukur di hatimu untuk hari ini.
  • Baca setiap petunjuk kegiatan dengan cermat sebelum mulai mengerjakan.
  • Kerjakan kegiatan secara berurutan: Kegiatan 1, lalu 2, lalu 3.
  • Untuk kegiatan diskusi, hormati pendapat temanmu dan giliran berbicara dijaga bersama.
  • Gunakan bahasa yang sopan dan jelas saat menulis jawabanmu.
  • Jika ada kata atau kisah yang belum kamu pahami, tandai dengan tanda tanya (?) dan tanyakan kepada gurumu.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menyelami Kisah Balas Budi Buddha (Itivuttaka: 106)

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas V (halaman Bab 3)
  • Pensil atau pulpen
  • LKPD ini

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah kutipan kisah berikut dengan seksama dan penuh perhatian.
  2. Kutipan Kisah — Itivuttaka: 106: Buddha Sakyamuni bersabda bahwa ada dua orang yang tidak mudah untuk dibalas budinya, yaitu ibu dan ayah. Sekalipun seseorang menggendong ibunya di satu bahu dan ayahnya di bahu yang lain selama seratus tahun, itu pun belum cukup membalas budi mereka. Karena itulah, Buddha meneladankan balas budi dengan mengajarkan Dharma kepada ibunda-Nya, Ratu Mahamaya, di Surga Tavatimsa setelah beliau mencapai Penerangan Sempurna.
  3. Setelah membaca, perhatikan gambar 3.1 di buku siswa (Buddha Turun dari Surga Tavatimsa) atau bayangkan adegan tersebut dalam pikiranmu.
  4. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini secara mandiri terlebih dahulu, kemudian bandingkan jawabanmu dengan teman sebangku.

Pertanyaan:

1. Menurut Itivuttaka: 106, siapakah dua orang yang sangat besar jasanya dan tidak mudah untuk dibalas budinya?

2. Apa yang dilakukan Buddha Sakyamuni sebagai bentuk balas budi kepada ibunda-Nya, Ratu Mahamaya? Tuliskan jawabanmu dalam 2–3 kalimat.

3. Isilah tabel berikut berdasarkan kisah yang telah kamu baca!

Ruang tabel jawaban

4. Menurutmu, mengapa Buddha memilih mengajarkan Dharma sebagai cara membalas budi, bukan dengan cara lain seperti memberikan harta atau perhiasan? Tuliskan pendapatmu!

Untuk pertanyaan no. 1 dan 2: tulis jawabanmu di kotak isian yang tersedia. Untuk pertanyaan no. 3: lengkapi tabel 3 kolom (Tokoh | Tindakan Balas Budi | Nilai Moral yang Dipelajari) dengan 2 baris isian. Untuk pertanyaan no. 4: tulis uraianmu minimal 3 kalimat di kotak yang disediakan.

Kegiatan 2: Petaku Balas Budi — Menerapkan Nilai di Kehidupan Nyata

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • LKPD ini
  • Pensil warna (opsional, untuk mempercantik peta)
  • Pensil atau pulpen

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pada kegiatan ini, kamu akan membuat 'Peta Balas Budi' milikmu sendiri.
  2. Pikirkan orang-orang di sekitarmu yang telah berjasa dalam hidupmu: di rumah, di sekolah, dan di vihara.
  3. Untuk setiap lingkungan, tuliskan nama atau peran orang tersebut, apa jasa/kebaikan yang mereka berikan kepadamu, dan satu aksi nyata yang bisa kamu lakukan untuk membalas budi mereka.
  4. Ingat: membalas budi tidak harus dengan materi — bisa dengan sikap hormat, membantu, mendoakan, atau berbuat baik.
  5. Setelah mengisi tabel, pilih SATU aksi terbaikmu dan ceritakan kepada teman kelompokmu (3–4 orang). Diskusikan mengapa aksi itu bermakna!

Pertanyaan:

1. Lengkapi Peta Balas Budiku! Isilah tabel berikut dengan jujur dan penuh kesadaran.

Ruang tabel jawaban

2. Dari ketiga lingkungan (rumah, sekolah, vihara), menurutmu di mana kamu paling sering lupa untuk mengucapkan terima kasih atau membalas budi? Mengapa? Bagaimana perasaanmu setelah menyadari hal ini?

3. Diskusi Kelompok: Ceritakan satu aksi balas budi yang kamu pilih kepada kelompokmu. Lalu catat: apa pendapat temanmu tentang aksimu itu? Apakah mereka punya ide aksi yang lebih baik?

Pertanyaan no. 1: isi tabel 3 kolom (Lingkungan | Orang/Peran & Jasanya | Aksi Balas Budiku) dengan 3 baris: Rumah, Sekolah, Vihara. Pertanyaan no. 2: tulis refleksi pribadimu minimal 3 kalimat. Pertanyaan no. 3: tulis ringkasan hasil diskusi kelompok dalam 2–4 kalimat, sertakan nama anggota kelompok di sudut kiri atas.

Kegiatan 3: Surat Syukurku — Mengungkapkan Rasa Terima Kasih dengan Hati

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • LKPD ini
  • Pensil atau pulpen
  • Pensil warna atau krayon untuk menghias surat

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pada kegiatan ini, kamu akan menulis sebuah surat singkat kepada seseorang yang paling besar jasanya dalam hidupmu (boleh orang tua, guru, teman, atau siapa saja).
  2. Surat ini tidak perlu panjang — cukup 1 paragraf, tapi harus tulus dari hati.
  3. Sebelum menulis, duduk hening sejenak (1 menit). Pikirkan: siapa orang itu? Apa yang sudah ia lakukan untukmu? Bagaimana perasaanmu terhadap orang tersebut?
  4. Panduan isi suratmu: (a) Sapa orang tersebut dengan hangat. (b) Sebutkan minimal satu kebaikan/jasa spesifik yang pernah ia lakukan. (c) Ungkapkan perasaan syukurmu. (d) Tuliskan satu janjimu sebagai bentuk balas budi.
  5. Setelah selesai menulis, hias suratmu dengan gambar sederhana di bagian pinggir (boleh bunga, bintang, daun, atau simbol yang bermakna bagimu).
  6. Jika kamu berani, bacakan suratmu di depan kelas atau simpan untuk diberikan langsung kepada orang yang kamu tuju.

Pertanyaan:

1. Kepada siapa surat syukurmu ditujukan? Mengapa kamu memilih orang tersebut?

2. Tulislah surat syukurmu di sini! Gunakan panduan isi surat yang ada di petunjuk kegiatan.

3. Setelah menulis surat ini, nilai moral apa dari Buddha Sakyamuni yang kamu rasakan relevan dengan pengalamanmu? Hubungkan dengan kisah Itivuttaka: 106 yang sudah kamu pelajari!

Pertanyaan no. 1: tulis jawabanmu dalam 1–2 kalimat. Pertanyaan no. 2: tulis surat di kotak besar yang tersedia (minimal 5 kalimat), lalu hias tepi kotaknya dengan gambar sederhana. Pertanyaan no. 3: tulis refleksi penghubungmu dalam 3–5 kalimat.

REFLEKSI

1. Setelah belajar hari ini, satu nilai balas budi dari Buddha Sakyamuni yang paling menyentuh hatiku adalah ... karena ...

2. Ada satu kebiasaan kecil yang ingin aku mulai lakukan mulai besok sebagai bentuk rasa syukur dan balas budi kepada orang-orang di sekitarku, yaitu ...

3. Jika aku menjadi seorang Bodhisattva yang penuh kasih sayang, apa satu hal yang akan aku lakukan untuk membalas budi kepada orang-orang yang telah berjasa dalam hidupku?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.