LKPDPertemuan 2Bab 3Fase CSemester 1

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 5: Sifat-Sifat Bodhisattva dalam Kehidupan Pangeran Siddharta

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Sifat-Sifat Bodhisattva dalam Kehidupan Pangeran Siddharta". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 5: Sifat-Sifat Bodhisattva dalam Kehidupan Pangeran Siddharta

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 3 - Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti โ€” Kelas 5 (Fase C)

Topik: Sifat-Sifat Bodhisattva dalam Kehidupan Pangeran Siddharta

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikSifat-Sifat Bodhisattva dalam Kehidupan Pangeran Siddharta
Alokasi Waktu70 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menguraikan sifat-sifat Bodhisattva yang tercermin dalam riwayat kehidupan Pangeran Siddharta sebagai bentuk teladan nilai moral.
  2. Murid dapat mengaitkan sifat-sifat Bodhisattva dengan nilai-nilai moral dalam kehidupan individu berlandaskan Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan.

PETUNJUK UMUM

  • Sebelum mulai, duduklah dengan nyaman. Tarik napas dalam-dalam, hembuskan perlahan. Bersihkan pikiranmu dan siapkan hatimu untuk belajar hari ini (Duduk Hening ยฑ 2 menit).
  • Baca setiap petunjuk kegiatan dengan cermat sebelum mulai mengerjakan.
  • Kerjakan Kegiatan 1 secara mandiri, Kegiatan 2 bersama kelompok, dan Kegiatan 3 secara berpasangan.
  • Tuliskan jawabanmu dengan jujur dan penuh keyakinan. Tidak ada jawaban yang salah selama kamu berpikir sungguh-sungguh.
  • Jika ada kata atau kalimat yang belum dipahami, tandai dengan tanda tanya (?) dan tanyakan kepada gurumu.
  • Jaga kebersihan dan kerapian lembar kerjamu.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menelusuri Jejak Sifat Bodhisattva Siddharta

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar LKPD ini
  • Pensil atau pulpen
  • Buku Siswa Pendidikan Agama Buddha Kelas 5 (sebagai referensi tambahan)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah penggalan kisah singkat di bawah ini dengan saksama.
  2. Setelah membaca, identifikasi sifat-sifat Bodhisattva yang muncul dalam setiap peristiwa.
  3. Isi tabel yang tersedia berdasarkan hasil pengamatanmu.
  4. Gunakan kata-katamu sendiri saat menjelaskan sifat tersebut.

Pertanyaan:

1. Bacalah tiga penggalan kisah berikut:

๐ŸŒฟ Kisah 1 โ€” Pangeran Siddharta masih kecil. Ia melihat seekor angsa terluka karena panah pamannya, Devadatta. Siddharta segera mengambil angsa itu, merawat lukanya dengan penuh kasih, dan menolak menyerahkannya kepada Devadatta yang ingin memiliki angsa tersebut.

๐ŸŒฟ Kisah 2 โ€” Saat mengikuti perlombaan membajak, Siddharta muda berhenti di bawah pohon jambu. Ia melihat cacing-cacing kecil terpotong oleh bajak dan burung-burung mematuk cacing itu. Hatinya tergerak oleh rasa kasihan mendalam terhadap semua makhluk hidup.

๐ŸŒฟ Kisah 3 โ€” Pangeran Siddharta bertemu dengan orang tua renta, orang sakit, dan orang meninggal saat keluar dari istana. Meskipun ia hidup mewah, ia merasakan penderitaan semua makhluk itu di dalam hatinya dan tidak bisa berpura-pura tidak peduli.

Isilah tabel berikut berdasarkan ketiga kisah di atas!

Ruang tabel jawaban

2. Dari tiga kisah di atas, sifat Bodhisattva mana yang menurutmu paling sulit dilakukan dalam kehidupan sehari-hari? Jelaskan alasanmu!

Jawaban nomor 1: isi tabel 4 kolom (No. Kisah | Sifat Bodhisattva yang Muncul | Bukti dari Kisah | Maknanya Bagiku). Jawaban nomor 2: tulis paragraf minimal 3 kalimat di kotak uraian yang tersedia.

Kegiatan 2: Rantai Sebab Akibat: Sifat Baik Melahirkan Kebaikan

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar LKPD ini
  • Pensil atau pulpen berwarna (untuk diagram)
  • Kertas tambahan jika diperlukan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kegiatan ini dikerjakan dalam kelompok (3โ€“4 orang).
  2. Bacalah konsep singkat Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan (Pratฤซtyasamutpฤda) di bawah ini.
  3. Diskusikan bersama kelompokmu dan lengkapi diagram rantai sebab akibat yang tersedia.
  4. Setelah selesai, presentasikan hasil diskusimu kepada kelompok lain dalam 2 menit.

Pertanyaan:

1. ๐Ÿ“– Konsep Singkat: Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan mengajarkan bahwa setiap perbuatan memiliki akibat, dan akibat tersebut saling berkaitan satu sama lain. Sifat baik yang kita tanam akan menghasilkan buah kebaikan, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Lengkapi diagram rantai sebab akibat berikut dengan contoh nyata berdasarkan kisah Pangeran Siddharta dan kehidupan sehari-harimu!

Diagram:
[SIFAT BODHISATTVA] โ†’ [PERBUATAN SIDDHARTA] โ†’ [AKIBAT BAGI DIRI SENDIRI] โ†’ [AKIBAT BAGI ORANG/MAKHLUK LAIN]

Isi minimal 2 rantai: satu dari kisah Siddharta, satu dari kehidupan nyatamu sendiri.

Ruang tabel jawaban

2. Diskusikan bersama kelompokmu: Mengapa sifat-sifat Bodhisattva seperti cinta kasih dan welas asih penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari? Hubungkan dengan Hukum Sebab Akibat! Tuliskan kesimpulan diskusi kelompokmu.

Jawaban nomor 1: isi tabel 4 kolom (Sifat Bodhisattva | Perbuatan | Akibat bagi Diri Sendiri | Akibat bagi Orang/Makhluk Lain) โ€” minimal 2 baris. Jawaban nomor 2: tulis kesimpulan diskusi kelompok dalam kotak yang tersedia, minimal 4 kalimat. Cantumkan nama anggota kelompok di pojok kanan atas.

Kegiatan 3: Siddharta dalam Hidupku โ€” Kartu Tekad Kebaikanku

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar LKPD ini
  • Pensil warna atau krayon (untuk menggambar)
  • Pulpen atau pensil

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kegiatan ini dikerjakan secara berpasangan (2 orang).
  2. Bacalah panduan di bawah ini, lalu masing-masing buat 'Kartu Tekad Kebaikan' milikmu sendiri.
  3. Setelah selesai membuat kartu, saling ceritakan isi kartumu kepada pasanganmu.
  4. Berikan satu kalimat dukungan atau semangat kepada pasanganmu setelah mendengar ceritanya.

Pertanyaan:

1. Pilih SATU sifat Bodhisattva yang paling ingin kamu terapkan dalam hidupmu (contoh: cinta kasih, welas asih, rela berkorban, tidak egois, atau empati). Gambarkan simbol atau ilustrasi sederhana yang mewakili sifat tersebut di kotak gambar yang tersedia, lalu beri judul gambarmu!

Ruang gambar

2. Lengkapi 'Kartu Tekad Kebaikanku' berikut:

๐ŸŒธ Sifat Bodhisattva yang aku pilih: _______________
๐ŸŒธ Alasan aku memilih sifat ini: _______________
๐ŸŒธ Satu peristiwa dalam kisah Pangeran Siddharta yang menunjukkan sifat ini: _______________
๐ŸŒธ Rencana nyataku untuk menerapkan sifat ini minggu ini (tulis 2 tindakan konkret): _______________
๐ŸŒธ Jika aku melakukan ini, akibat baik apa yang akan terjadi? (kaitkan dengan Hukum Sebab Akibat): _______________

3. Setelah mendengar cerita pasanganmu, tuliskan satu kalimat dukungan atau doa baik untuknya agar ia berhasil menerapkan sifat Bodhisattva yang dipilihnya!

Nomor 1: kotak gambar ukuran 8x8 cm tersedia di lembar ini โ€” gambar simbol/ilustrasi dan tulis judulnya di bawah gambar. Nomor 2: isi titik-titik pada format Kartu Tekad Kebaikan yang tersedia. Nomor 3: tulis kalimat dukungan di kotak khusus bertanda '๐Ÿ’› Untuk Pasanganku'.

REFLEKSI

1. Sifat Bodhisattva mana yang paling berkesan bagimu dari kisah Pangeran Siddharta hari ini? Mengapa sifat itu terasa penting dalam hidupmu?

2. Pernahkah kamu tanpa sadar sudah melakukan sesuatu yang mirip dengan sifat Bodhisattva? Ceritakan secara singkat!

3. Setelah belajar tentang Hukum Sebab Akibat hari ini, apa satu hal yang ingin kamu ubah dari sikapmu mulai besok?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.