LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 5: Asesmen Sumatif Bab 2: Bahasa dan Budaya dalam Agamaku
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab 2: Bahasa dan Budaya dalam Agamaku". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 5: Asesmen Sumatif Bab 2: Bahasa dan Budaya dalam Agamaku
Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 5
Bab 2 - Pertemuan 6
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C) Topik: Asesmen Sumatif Bab 2: Bahasa dan Budaya dalam Agamaku INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Keragaman Bahasa dalam DoakuEstimasi: 25 menit Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapilah tabel berikut dengan contoh doa atau kitab suci yang menggunakan bahasa-bahasa dalam agama Buddha! Ruang tabel jawaban 2. Jelaskan mengapa umat Buddha menggunakan berbagai bahasa (Pali, Indonesia, daerah) dalam berdoa dan membaca kitab suci! Berikan minimal 3 alasan. 3. Tuliskan satu contoh doa dalam bahasa Pali yang sering kamu baca, kemudian tuliskan terjemahannya dalam bahasa Indonesia! Untuk soal 1: Buatlah tabel dengan 4 baris (Bahasa Pali, Bahasa Sanskerta, Bahasa Indonesia, Bahasa Daerah) dan 2 kolom (Jenis Bahasa, Contoh Doa/Kitab Suci). Untuk soal 2 dan 3: Tulis jawaban dalam bentuk paragraf atau poin-poin di bawah pertanyaan. Kegiatan 2: Demonstrasi Membaca Doa dengan Berbagai BahasaEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Doa apa yang akan kamu baca? Tuliskan judul doa dan tradisi/aliran yang biasa menggunakannya. 2. Setelah membaca doa dalam bahasa Pali dan terjemahannya, apa yang kamu rasakan? Apakah membaca terjemahan membantumu memahami makna doa dengan lebih baik? 3. Bagaimana sikapmu saat membaca doa menggunakan bahasa yang berbeda? Jelaskan bagaimana kamu menjaga sikap khusyuk dan penuh perhatian! Tulis jawaban di ruang yang disediakan di bawah setiap pertanyaan. Untuk soal 2 dan 3, tuliskan minimal 3-5 kalimat yang menjelaskan pengalaman dan sikapmu. Kegiatan 3: Bahasa sebagai Identitas dan PemersatuEstimasi: 35 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Jelaskan bagaimana bahasa Pali/Sanskerta membentuk identitas umat Buddha! Berikan contoh konkret dari kehidupan umat Buddha. 2. Mengapa bahasa Indonesia penting bagi umat Buddha di Indonesia? Kaitkan jawabanmu dengan nilai-nilai Pancasila! 3. Lengkapilah diagram berikut yang menunjukkan hubungan antara bahasa agama Buddha, bahasa Indonesia, dan bahasa daerah dalam membentuk identitas dan persatuan! Ruang gambar 4. Berdasarkan pembelajaran Bab 2, tuliskan refleksimu: Bagaimana kamu sebagai umat Buddha dapat menggunakan keragaman bahasa (Pali, Indonesia, daerah) untuk memperkuat persatuan bangsa dan menghargai perbedaan? Untuk soal 1, 2, dan 4: Tulis jawaban dalam bentuk paragraf minimal 5 kalimat. Untuk soal 3: Gambar diagram sederhana yang menunjukkan hubungan ketiga jenis bahasa tersebut dengan menggunakan lingkaran atau kotak yang saling terhubung. REFLEKSI1. Apa hal paling menarik yang kamu pelajari tentang keragaman bahasa dalam agama Buddha selama Bab 2 ini? 2. Bagaimana pengalaman belajar tentang bahasa dan budaya dalam agama Buddha mengubah cara pandangmu terhadap identitas sebagai umat Buddha dan warga negara Indonesia? 3. Apa yang akan kamu lakukan untuk terus melestarikan dan menghargai keragaman bahasa dalam agama Buddha dan kehidupan berbangsa? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.