LKPDPertemuan 5Bab 2Fase CSemester 1

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 5: Bahasa dan Budaya untuk Kitab Suci Agama Buddha

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Bahasa dan Budaya untuk Kitab Suci Agama Buddha". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 5: Bahasa dan Budaya untuk Kitab Suci Agama Buddha

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 2 - Pertemuan 5

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Bahasa dan Budaya untuk Kitab Suci Agama Buddha

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikBahasa dan Budaya untuk Kitab Suci Agama Buddha
Alokasi Waktu70 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menggunakan bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah dalam membaca terjemahan kitab suci agama Buddha sebagai kebiasaan yang mencerminkan identitas bangsa.
  2. Murid dapat mengaitkan nilai-nilai Buddhadharma yang terdapat dalam kitab suci dengan penggunaan bahasa dan budaya lokal sebagai wujud pengamalan Pancasila Buddhis.

PETUNJUK UMUM

  • Awali dengan duduk hening selama 2–3 menit. Tarik napas perlahan, tenangkan pikiran, dan niatkan belajar dengan sungguh-sungguh hari ini.
  • Baca setiap petunjuk kegiatan dengan teliti sebelum mulai mengerjakan.
  • Boleh berdiskusi dengan teman sebangku pada kegiatan yang memiliki tanda 'Diskusi Bersama', namun tetap kerjakan jawaban masing-masing di lembar kerjamu sendiri.
  • Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan sopan dalam setiap jawabanmu.
  • Jika ada kata atau istilah yang belum kamu pahami, tandai dan tanyakan kepada gurumu.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menjelajahi Kitab Suci dalam Bahasa Kita

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar LKPD ini
  • Alat tulis (pensil/pulpen)
  • Buku siswa Pendidikan Agama Buddha Kelas V (sebagai referensi tambahan)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah penggalan terjemahan Ratana Sutta berikut dalam hati terlebih dahulu, lalu bacakan sekali lagi dengan suara pelan dan jelas menggunakan bahasa Indonesia.
  2. Penggalan Ratana Sutta (terjemahan bahasa Indonesia): 'Apapun kekayaan yang ada di sini maupun di alam lain, apapun permata berharga yang ada di alam surga — tidak ada yang menyamai Tathagata. Permata yang indah ini ada pada Sang Buddha. Semoga dengan kebenaran ini terdapat keselamatan.'
  3. Setelah membaca, perhatikan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dan jawablah satu per satu.
  4. Untuk pertanyaan nomor 3, kamu boleh bertanya kepada teman atau mengingat pengalamanmu sendiri di vihara atau rumah.

Pertanyaan:

1. Dalam bahasa apa penggalan Ratana Sutta di atas ditulis? Apa manfaat membaca terjemahan kitab suci dalam bahasa tersebut bagimu sebagai umat Buddha Indonesia?

2. Lengkapi tabel berikut berdasarkan penggalanmu membaca terjemahan Ratana Sutta di atas!

Ruang tabel jawaban

3. Pernahkah kamu mendengar atau membaca terjemahan kitab suci Buddha dalam bahasa daerahmu (misalnya bahasa Jawa, Sunda, Bali, atau lainnya)? Ceritakan pengalamanmu secara singkat!

Jawaban nomor 1 dan 3: tulis uraian minimal 3 kalimat di kotak yang disediakan. Jawaban nomor 2: isi tabel 4 kolom (Nama Sutta, Bahasa Asli, Bahasa Terjemahan, Isi Pokok Penggalan) dengan minimal 1 baris terisi penuh.

Kegiatan 2: Menemukan Nilai Buddhadharma dalam Kata-Kata Kitab Suci

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar LKPD ini
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah empat penggalan terjemahan kitab suci berikut bersama teman sebangkumu (giliran membaca, satu orang satu penggalan).
  2. Penggalan A: 'Jangan berbuat jahat, perbanyaklah berbuat baik, sucikan pikiran — inilah ajaran para Buddha.' (Dhammapada 183)
  3. Penggalan B: 'Kebencian tidak akan pernah berakhir dengan kebencian. Kebencian hanya akan berakhir dengan cinta kasih.' (Dhammapada 5)
  4. Penggalan C: 'Seribu kata yang tidak bermakna lebih buruk dari satu kata bermakna yang setelah didengar membawa ketenangan.' (Dhammapada 100)
  5. Penggalan D: 'Hidup bersama para bijaksana adalah kebahagiaan. Bergaul dengan orang bodoh adalah penderitaan.' (Dhammapada 207)
  6. Setelah membaca, diskusikan dan kerjakan tugas di bawah ini bersama pasanganmu, lalu tuliskan jawabanmu sendiri.

Pertanyaan:

1. Pasangkan setiap penggalan (A, B, C, D) dengan nilai Buddhadharma yang paling sesuai dari daftar berikut:

  1. Sila/Kemoralan,
  2. Metta/Cinta Kasih,
  3. Prajna/Kebijaksanaan,
  4. Samadhi/Pengendalian Diri. Tuliskan alasanmu untuk setiap pasangan!
Ruang tabel jawaban

2. Pilih SATU penggalan yang paling berkesan bagimu. Jelaskan: (a) mengapa penggalan itu bermakna untukmu, dan (b) bagaimana nilai dalam penggalan itu berkaitan dengan salah satu sila dalam Pancasila Buddhis (Panca Sila Buddhis: tidak membunuh, tidak mencuri, tidak berbuat asusila, tidak berbohong, tidak mabuk)?

3. Menurut kelompokmu, mengapa membaca terjemahan penggalan-penggalan di atas dalam bahasa Indonesia dapat membantu kalian mengamalkan nilai-nilai Buddhadharma dalam kehidupan sehari-hari? Tuliskan 2 alasan!

Nomor 1: isi tabel 3 kolom (Penggalan, Nilai Buddhadharma, Alasan) sebanyak 4 baris. Nomor 2: tulis uraian minimal 4 kalimat di kotak jawaban. Nomor 3: tulis 2 alasan dalam bentuk poin bernomor.

Kegiatan 3: Aku Cinta Kitab Suciku, Aku Cinta Budayaku

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar LKPD ini (halaman kartu)
  • Pensil warna atau spidol (opsional, untuk menghias kartu)
  • Penggaris (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kamu akan membuat sebuah 'Kartu Nilai Buddhadharma' sederhana yang memadukan kitab suci, bahasa, dan budaya lokal.
  2. Langkah 1: Pilih SATU penggalan dari kitab suci Buddha (boleh dari kegiatan sebelumnya atau penggalan lain yang kamu ketahui). Tulis penggalan aslinya (dalam bahasa Pali/Sanskerta jika tahu) DAN terjemahannya dalam bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerahmu.
  3. Langkah 2: Di bagian bawah kartu, gambar atau tuliskan satu simbol budaya lokal Indonesia (misalnya motif batik, alat musik gamelan, rumah adat, tarian daerah, dsb.) yang menurutmu mencerminkan nilai dari penggalan tersebut.
  4. Langkah 3: Tulis satu kalimat penjelasan singkat yang menghubungkan nilai dalam penggalan kitab suci itu dengan simbol budaya yang kamu pilih.
  5. Langkah 4: Beri judul kartumu dan tulis namamu sebagai 'pembuat kartu'.
  6. Setelah selesai, ceritakan kartumu kepada teman sebangku dalam 3–4 kalimat (giliran bergantian).

Pertanyaan:

1. Tulis penggalan kitab suci yang kamu pilih beserta terjemahannya dalam bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerahmu. (Jika tidak hafal bahasa Pali-nya, cukup tulis terjemahannya saja.)

2. Gambar atau tuliskan simbol budaya lokal yang kamu pilih, lalu tuliskan nama simbol tersebut dan dari daerah mana asalnya.

Ruang gambar

3. Tuliskan satu kalimat yang menjelaskan hubungan antara nilai dalam penggalan kitab sucimu dan simbol budaya yang kamu pilih.

4. Setelah menceritakan kartumu kepada teman, tuliskan: apa satu hal baru yang kamu pelajari dari kartu milik temanmu?

Gunakan kotak kartu yang tersedia di lembar ini (ukuran sekitar 12x16 cm). Isi bagian atas untuk penggalan dan terjemahan, bagian tengah untuk gambar/simbol budaya, dan bagian bawah untuk kalimat hubungan dan nama pembuat kartu. Tulisan harus terbaca jelas.

REFLEKSI

1. Setelah hari ini membaca terjemahan kitab suci dalam bahasa Indonesia, apa yang kamu rasakan dibandingkan sebelumnya ketika hanya mendengar bacaan dalam bahasa Pali tanpa memahami artinya?

2. Nilai Buddhadharma mana yang paling ingin kamu terapkan dalam kehidupanmu minggu ini, dan bagaimana caramu melakukannya?

3. Mengapa menurutmu penting bagi umat Buddha Indonesia untuk tetap menjaga bahasa dan budaya daerah dalam pengamalan agama? Apa hubungannya dengan rasa bangga menjadi orang Indonesia?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.