LKPDPertemuan 4Bab 2Fase CSemester 1

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 5: Menerapkan Hak dan Kewajiban Berbahasa Santun yang Moderat di Rumah Ibadah

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Menerapkan Hak dan Kewajiban Berbahasa Santun yang Moderat di Rumah Ibadah".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 5: Menerapkan Hak dan Kewajiban Berbahasa Santun yang Moderat di Rumah Ibadah

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 2 Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Menerapkan Hak dan Kewajiban Berbahasa Santun yang Moderat di Rumah Ibadah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMenerapkan Hak dan Kewajiban Berbahasa Santun yang Moderat di Rumah Ibadah
Alokasi Waktu2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menerapkan hak dan kewajiban berbahasa yang santun di rumah ibadah yang mencerminkan kehidupan yang moderat

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah doa atau hening sejenak sebelum memulai lembar kerja.
  • Kerjakan secara saksama setiap bagian sesuai petunjuk langkah demi langkah.
  • Perhatikan contoh dan situasi yang diberikan mengenai hak dan kewajiban berbahasa santun yang moderat di vihara atau cetiya.
  • Tuliskan jawaban langsung pada ruang kerja atau tabel yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menemukan Penerapan Hak dan Kewajiban Berbahasa Santun

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis (pensil/pulpen)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah dua cuplikan situasi di rumah ibadah (Vihara) berikut.
  2. Situasi A: Saat Dhammadesana selesai, Suteja ingin menanyakan penjelasan guru agama yang belum dipahaminya secara sopan.
  3. Situasi B: Sekelompok anak sedang mengobrol dengan suara keras di ruang Dhammasala ketika umat lain sedang bermeditasi.
  4. Tentukan penerapan hak atau kewajiban berbahasa yang santun dan moderat untuk masing-masing situasi pada tabel yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan Situasi A, jelaskan bagaimana Suteja menerapkan haknya untuk bertanya dan kewajibannya berbahasa santun agar suasana tetap damai dan moderat!

2. Berdasarkan Situasi B, bagaimana penerapan kewajiban berbahasa santun yang seharusnya dilakukan anak-anak tersebut untuk menghormati umat lain yang sedang meditasi?

Tulis jawaban dalam format uraian 2-3 kalimat pada lembar bergaris yang disediakan di bawah teks situasi.

Kegiatan 2: Memilah Tindakan: Hak atau Kewajiban Berbahasa Santun yang Moderat

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Tabel kerja berformat 4 kolom

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati 4 pernyataan tindakan murid di rumah ibadah berikut.
  2. Kelompokkan setiap tindakan ke dalam kolom 'Penerapan Hak' atau 'Penerapan Kewajiban'.
  3. Berikan alasan singkat mengapa tindakan tersebut mencerminkan sikap moderat (saling menghargai dan tidak memaksakan kehendak).

Pertanyaan:

1. Lengkapilah tabel analisis 4 tindakan berikut:

  1. Menyapa pengurus vihara dan sesama umat dengan ucapan 'Namo Buddhaya' yang ramah;
  2. Memperoleh kesempatan membaca paritta bersama tanpa dihalangi;
  3. Menghargai teman yang melafalkan doa dengan logat daerah atau tradisi aliran yang berbeda tanpa mengejek;
  4. Mengemukakan usulan kegiatan kebaktian remaja secara santun dalam musyawarah cetiya.
Ruang tabel jawaban

Tuliskan jawaban pada tabel 4 kolom: Nomor Tindakan | Kategori (Penerapan Hak/Kewajiban) | Alasan Moderat.

Kegiatan 3: Praktik Solusi Berbahasa Santun dan Moderat

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan kasus perselisihan kecil berikut: Dalam persiapan perayaan Asadha di Vihara, Wayan (aliran Theravada) dan Meyling (aliran Mahayana) berbeda pendapat tentang istilah bahasa doa pembuka yang akan digunakan di panggung.
  2. Rumuskan kalimat langsung yang santun dan moderat yang dapat diterapkan Wayan atau Meyling untuk menyelesaikan masalah tersebut secara damai.
  3. Selesaikan pula bagian refleksi di akhir kegiatan.

Pertanyaan:

1. Tuliskan satu kalimat tuturan santun yang mencerminkan pemenuhan hak mengemukakan pendapat sekaligus kewajiban menghargai perbedaan tradisi dalam kasus Wayan dan Meyling!

2. Mengapa dalam menyampaikan hak berbicara di rumah ibadah kita tetap wajib mengedepankan ucapan yang benar (samma-vaca) dan sikap moderat?

Tuliskan kalimat tuturan langsung dalam tanda petik pada kotak dialog yang disediakan, lalu jawab pertanyaan uraian pada baris kosong di bawahnya.

REFLEKSI

1. Apakah selama berada di rumah ibadah kamu sudah membiasakan diri berbicara santun dan tidak mencela perbedaan tradisi temanmu?

2. Hak dan kewajiban berbahasa apa yang menurutmu paling penting kamu terapkan saat kebaktian minggu depan di vihara/cetiya?

3. Bagaimana perasaanmu setelah belajar menerapkan tutur kata yang ramah dan moderat kepada semua orang di rumah ibadah?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.