LKPDPertemuan 4Bab 2Fase CSemester 1

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 5: Bahasa Agama Buddha dan Bahasa Indonesia sebagai Pembentuk Identitas

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Bahasa Agama Buddha dan Bahasa Indonesia sebagai Pembentuk Identitas". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 5: Bahasa Agama Buddha dan Bahasa Indonesia sebagai Pembentuk Identitas

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 2 - Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Bahasa Agama Buddha dan Bahasa Indonesia sebagai Pembentuk Identitas

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikBahasa Agama Buddha dan Bahasa Indonesia sebagai Pembentuk Identitas
Alokasi Waktu70 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menganalisis peran bahasa agama Buddha (Triratna, Ratana Sutta) dan bahasa Indonesia sebagai pembentuk identitas agama sekaligus pemersatu bangsa.
  2. Murid dapat menunjukkan perilaku positif dalam menggunakan bahasa agama Buddha dan bahasa Indonesia secara berdampingan berlandaskan nilai moderasi beragama.

PETUNJUK UMUM

  • Sebelum mulai, duduklah dengan tenang dan nyaman. Tarik napas perlahan tiga kali — ini adalah waktu belajarmu yang istimewa!
  • Baca setiap petunjuk dengan cermat sebelum mengerjakan.
  • Kerjakan kegiatan secara berurutan dari Kegiatan 1 hingga Kegiatan 3.
  • Pada kegiatan diskusi, dengarkan pendapat temanmu dengan sabar dan saling menghargai.
  • Jika ada kata yang belum kamu pahami, tandai dan tanyakan kepada gurumu.
  • Tulis nama dan kelasmu di pojok kanan atas LKPD ini.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Detektif Bahasa: Mengenal Bahasa Agama Buddha

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil atau pulpen
  • Buku Siswa Pendidikan Agama Buddha Kelas V (sebagai referensi tambahan jika diperlukan)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Lakukan 'Duduk Hening' selama 1 menit: pejamkan mata, tarik napas perlahan, dan bayangkan kamu sedang berada di vihara yang damai.
  2. Setelah duduk hening, buka matamu dan baca teks pendek berikut dalam hati dengan penuh perhatian.
  3. --- TEKS BACAAN --- Umat Buddha di Indonesia mengenal beberapa bahasa dalam beribadah. Ketika berdoa, mereka mengucapkan Triratna: 'Buddham Saranam Gacchami, Dhammam Saranam Gacchami, Sangham Saranam Gacchami.' Kalimat ini berasal dari bahasa Pali dan berarti 'Aku berlindung kepada Buddha, Aku berlindung kepada Dhamma, Aku berlindung kepada Sangha.' Ratana Sutta adalah salah satu paritta (doa suci) yang sering dibacakan dalam upacara agama Buddha. Di Indonesia, terjemahan bahasa Indonesia dari doa-doa suci ini membantu umat yang belum menguasai bahasa Pali agar tetap dapat memahami maknanya. Dengan begitu, bahasa Pali sebagai bahasa asli ajaran Buddha dan bahasa Indonesia berjalan berdampingan secara harmonis.
  4. Setelah membaca, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut secara mandiri.
  5. Kerjakan pada ruang jawaban yang sudah disediakan.

Pertanyaan:

1. Dari teks di atas, temukan dan tuliskan 3 istilah bahasa agama Buddha beserta artinya dalam bahasa Indonesia. Gunakan tabel yang telah disediakan!

Ruang tabel jawaban

2. Menurutmu, mengapa umat Buddha di Indonesia tetap menggunakan bahasa Pali dalam berdoa, meskipun ada terjemahan bahasa Indonesia? Jelaskan dengan kata-katamu sendiri!

3. Apa makna dari ucapan 'Buddham Saranam Gacchami' dalam bahasa Indonesia?

Pertanyaan 1: Buat tabel 3 kolom dengan judul 'Istilah Bahasa Agama Buddha', 'Arti/Penjelasan', dan 'Digunakan Saat' — isi minimal 3 baris. Pertanyaan 2: Tulis uraian minimal 3 kalimat di kotak jawaban. Pertanyaan 3: Tulis jawaban singkat di baris titik-titik.

Kegiatan 2: Dua Bahasa, Satu Bangsa: Analisis Peran Bahasa sebagai Pemersatu

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil atau pulpen berwarna (opsional, untuk mewarnai bagan)
  • Kertas HVS tambahan jika diperlukan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kegiatan ini dilakukan bersama kelompokmu (3–4 orang).
  2. Bacalah dua pernyataan di bawah ini, lalu diskusikan bersama kelompok.
  3. --- PERNYATAAN A --- 'Bahasa agama Buddha seperti Pali dan Sansekerta adalah bahasa suci yang membentuk identitas umat Buddha di seluruh dunia, termasuk Indonesia.'
  4. --- PERNYATAAN B --- 'Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan yang menjadi jembatan komunikasi antarsuku, antaragama, dan antarbudaya di Nusantara.'
  5. Diskusikan kedua pernyataan tersebut, lalu lengkapi bagan analisis yang ada di bawah ini bersama kelompokmu.
  6. Setelah diskusi kelompok selesai, setiap kelompok menyampaikan hasil diskusinya kepada kelas (cukup 2–3 poin utama).
  7. Terakhir, kerjakan pertanyaan pribadi (nomor 4) secara mandiri.

Pertanyaan:

1. Lengkapi bagan berikut berdasarkan diskusi kelompokmu! Bagan terdiri dari dua kolom: (A) Peran Bahasa Agama Buddha dan (B) Peran Bahasa Indonesia. Tuliskan minimal 2 peran untuk masing-masing bahasa, lalu di bagian tengah tuliskan 1 persamaan atau hubungan keduanya.

Ruang tabel jawaban

2. Ratana Sutta adalah paritta yang dibacakan dalam upacara agama Buddha. Mengapa Ratana Sutta bisa disebut sebagai salah satu pembentuk identitas umat Buddha? Diskusikan dan tuliskan jawabannya!

3. Bayangkan ada seorang teman barumu yang beragama Buddha tetapi tidak mengerti bahasa Pali. Bagaimana cara penggunaan bahasa Indonesia dapat membantunya memahami ajaran Buddha? Berikan contoh konkret!

4. (Pertanyaan Pribadi) Di antara kedua bahasa tersebut — bahasa agama Buddha dan bahasa Indonesia — manakah yang lebih sering kamu gunakan sehari-hari di lingkungan agamamu? Ceritakan pengalamanmu!

Pertanyaan 1: Gambar bagan dua kolom dengan bagian tengah untuk persamaan — tulis di kotak yang disediakan. Pertanyaan 2 dan 3: Tulis uraian di kotak jawaban kelompok (minimal 3 kalimat per pertanyaan). Pertanyaan 4: Tulis cerita pribadi di kotak jawaban mandiri (minimal 4 kalimat).

Kegiatan 3: Aksi Nyata: Aku Bangga dengan Dua Bahasaku!

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil warna atau spidol (opsional)
  • Penggaris (untuk membuat kotak/garis rapi)
  • Kreativitas dan semangatmu!

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ini adalah kegiatan kreatif individualmu. Bersiaplah menunjukkan pemahamanmu melalui sebuah karya sederhana!
  2. Pilihlah SALAH SATU dari dua pilihan aktivitas berikut:
  3. --- PILIHAN 1: KARTU IDENTITAS BAHASA --- Buatlah 'Kartu Identitas Bahasa Agamaku' di kotak yang tersedia. Kartu berisi: (a) satu kalimat/doa dalam bahasa agama Buddha (Pali/Sansekerta), (b) terjemahannya dalam bahasa Indonesia, (c) maknanya bagimu secara pribadi, dan (d) hiasan/gambar sederhana yang mencerminkan isi doa tersebut.
  4. --- PILIHAN 2: KOMITMEN MODERASI --- Buatlah 'Daftar Komitmen Positifku' berisi 3 perilaku nyata yang akan kamu lakukan untuk menghargai penggunaan bahasa agama Buddha dan bahasa Indonesia secara berdampingan. Setiap komitmen ditulis lengkap dengan: situasi kapan perilaku itu dilakukan, apa yang akan kamu lakukan, dan mengapa itu penting.
  5. Setelah selesai, ceritakan pilihanmu kepada teman sebangku selama 2 menit.
  6. Jawab pertanyaan refleksi singkat di nomor 2.

Pertanyaan:

1. Kerjakan salah satu pilihan aktivitas di atas (Kartu Identitas Bahasa ATAU Daftar Komitmen Positif) di kotak yang tersedia. Tuliskan juga alasanmu memilih aktivitas tersebut dalam 1–2 kalimat.

Ruang gambar

2. Setelah membuat karyamu, tuliskan satu kalimat yang menggambarkan perasaanmu tentang memiliki dua bahasa — bahasa agama Buddha dan bahasa Indonesia — dalam kehidupanmu sebagai umat Buddha sekaligus warga negara Indonesia.

Pertanyaan 1: Kotak besar untuk menggambar/menulis karya (ukuran sekitar 10x15 cm) — beri judul 'Karyaku' di atasnya. Di bawah kotak, sediakan 2 baris untuk alasan pemilihan aktivitas. Pertanyaan 2: Satu kotak kalimat (1–3 baris) dengan judul 'Perasaanku'.

REFLEKSI

1. Setelah belajar hari ini, apa satu hal baru yang kamu ketahui tentang peran bahasa agama Buddha dan bahasa Indonesia dalam hidupmu sebagai umat Buddha?

2. Pernahkah kamu berada dalam situasi di mana kamu menggunakan bahasa agama Buddha dan bahasa Indonesia secara berdampingan? Ceritakan pengalaman itu dan bagaimana perasaanmu!

3. Sebagai umat Buddha sekaligus warga negara Indonesia, apa satu langkah kecil yang akan kamu lakukan mulai besok untuk menghargai kedua bahasa ini dalam kehidupan sehari-harimu?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.