LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 5: Agama, Budaya, dan Bahasa Daerah sebagai Pemersatu Bangsa
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Agama, Budaya, dan Bahasa Daerah sebagai Pemersatu Bangsa". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 5: Agama, Budaya, dan Bahasa Daerah sebagai Pemersatu Bangsa
Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 5
Bab 2 - Pertemuan 3
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C) Topik: Agama, Budaya, dan Bahasa Daerah sebagai Pemersatu Bangsa INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Menjelajahi Doa Buddhis dalam Berbagai BahasaEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Perhatikan tabel berikut. Lengkapi kolom yang masih kosong berdasarkan pengetahuanmu atau informasi dari buku!
2. Mengapa menurut kamu, doa-doa agama Buddha diterjemahkan juga ke dalam bahasa daerah? Tuliskan minimal 2 alasanmu! 3. Dari ketiga versi doa di atas, versi mana yang paling kamu pahami maknanya? Mengapa? Ceritakan dengan kalimatmu sendiri! 4. Tuliskan satu contoh doa atau salam dalam bahasa daerahmu sendiri yang bisa digunakan dalam konteks keagamaan Buddha. Jika kamu belum tahu, tuliskan bahasa daerah apa yang ingin kamu pelajari dan mengapa! Jawaban nomor 1: isi tabel 4 kolom yang disediakan. Jawaban nomor 2: tulis dalam 2-3 kalimat per alasan. Jawaban nomor 3 dan 4: tulis dalam kotak uraian masing-masing minimal 3 kalimat. Kegiatan 2: Mengenal Ratana Sutta dan Bodhrosanti: Saat Agama Berpadu dengan BudayaEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapi tabel perbandingan berikut berdasarkan teks yang kamu baca dan pengetahuanmu!
2. Bayangkan kamu tinggal di daerah yang memiliki budaya dan seni khas (misalnya: Betawi dengan ondel-ondel dan tanjidor, Sunda dengan angklung, Bali dengan tari kecak, Batak dengan gondang). Buatlah ide kreatif: lagu atau pertunjukan Buddhis apa yang bisa kamu ciptakan dengan memadukan seni budaya daerahmu? Tuliskan ide kelompokmu!
3. Menurut diskusi kelompokmu, bagaimana perpaduan seni budaya daerah dengan agama Buddha dapat mempersatukan bangsa Indonesia? Tuliskan minimal 3 poin hasil diskusi kalian! Jawaban nomor 1: isi tabel 4 baris × 3 kolom. Jawaban nomor 2: isi tabel ide kreatif 1 baris (atau lebih jika ingin). Jawaban nomor 3: tulis dalam format poin bernomor, minimal 3 poin. Kegiatan 3: Ayo Bernyanyi dan Berkreasi: Lagu Buddhis Warna NusantaraEstimasi: 20 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Setelah mendengarkan lagu/gending Buddhis tadi, tuliskan:
2. Menurut kamu, apa perbedaan suasana yang tercipta ketika sebuah lagu Buddhis dinyanyikan dengan iringan gamelan Jawa dibandingkan dengan iringan keyboard modern? Berikan pendapatmu! 3. Bersama kelompokmu, ambil 2 baris lirik dari lagu Buddhis yang tadi kamu dengar, lalu:
Gunakan format tabel berikut: Ruang tabel jawaban Jawaban nomor 1: tulis dalam format a), b), c) masing-masing 2-3 kalimat. Jawaban nomor 2: tulis dalam 3-4 kalimat pendapat pribadi. Jawaban nomor 3: isi tabel 3 kolom (Lirik Asli | Adaptasi Bahasa Daerah | Makna) dengan 2 baris lirik. REFLEKSI1. Setelah belajar hari ini, apa satu hal baru yang kamu pelajari tentang hubungan antara agama Buddha dan budaya daerah? Bagaimana perasaanmu mengetahui hal tersebut? 2. Pernahkah kamu mendengar doa atau lagu Buddhis dalam bahasa daerah di lingkunganmu? Ceritakan pengalamanmu! Jika belum pernah, apakah kamu ingin mencobanya? Mengapa? 3. Menurutmu, mengapa penting bagi umat Buddha Indonesia untuk menjaga dan melestarikan budaya daerah sambil tetap mengamalkan ajaran Buddha? Apa yang bisa kamu lakukan sebagai murid kelas 5 untuk ikut berkontribusi? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.