LKPDPertemuan 1Bab 2Fase CSemester 1

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 5: Menganalisis Keragaman Upacara Puja dan Bahasa Doa Paritta Tradisi Buddhis

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Menganalisis Keragaman Upacara Puja dan Bahasa Doa Paritta Tradisi Buddhis".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 5: Menganalisis Keragaman Upacara Puja dan Bahasa Doa Paritta Tradisi Buddhis

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 2 Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Menganalisis Keragaman Upacara Puja dan Bahasa Doa Paritta Tradisi Buddhis

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMenganalisis Keragaman Upacara Puja dan Bahasa Doa Paritta Tradisi Buddhis
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis keragaman upacara puja dalam tradisi agama Buddha melalui penggunaan bahasa doa dan pembacaan paritta

PETUNJUK UMUM

  • Awali kegiatan belajar dengan duduk hening sejenak untuk memusatkan pikiran.
  • Bacalah teks stimulus dan petunjuk kerja pada setiap kegiatan dengan cermat.
  • Bekerjalah secara mandiri atau bersama rekan kelompok sesuai arahan guru.
  • Gunakan kemampuan menalar dan menganalisis untuk menyelesaikan tabel pembanding dan pertanyaan analitis.
  • Periksa kembali kelengkapan seluruh jawaban sebelum mengumpulkan LKPD kepada guru.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menganalisis Unsur Kebahasaan Paritta dalam Upacara Puja Tradisi Theravada, Mahayana, dan Daerah

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Pendidikan Agama Buddha Kelas V
  • Alat tulis
  • Lembar kerja

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati teks bacaan perbandingan tiga praktik pembacaan doa/paritta dalam tradisi Buddhis berikut:
  2. Teks A (Tradisi Theravada): Puja bakti rutin menggunakan bahasa Pali yang diwariskan dari teks Tipitaka kuno, seperti pembacaan paritta Vandana ('Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammasambuddhassa') dan Tisarana, sering disertai terjemahan bahasa Indonesia agar dipahami maknanya.
  3. Teks B (Tradisi Mahayana): Kebaktian menggunakan pembacaan mantra atau dharani serta sutra yang berakar dari bahasa Sanskerta dan dilafalkan dalam dialek Tionghoa/Mandarin (seperti Maha Karuna Dharani/Ta Pei Cou) dengan iringan ketukan mokugyo.
  4. Teks C (Tradisi Buddhis Lokal di Lombok): Umat Buddha di pedesaan melantunkan paritta Pali yang dipadukan langsung dengan terjemahan bahasa daerah setempat, yaitu bahasa Sasak (contoh: 'Sang Bhagava Sik Ta Puji, Sik Wah Suci, Sik Wah Mencapai Kesempurnaan').
  5. Analisis perbedaan bahasa doa, sumber teks, dan cara pengucapannya dengan melengkapi tabel pembanding yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan teks pengantar, lengkapilah tabel analisis perbedaan unsur kebahasaan paritta dan doa puja pada ketiga tradisi Buddhis tersebut!

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan tabel di atas, analisislah persamaan mendasar dari tujuan pembacaan paritta/doa tersebut meskipun bahasa yang digunakan berbeda-beda!

Format jawaban: 1) Tabel 4 kolom x 4 baris (Kolom: Tradisi Upacara Puja, Bahasa Utama Doa/Paritta, Contoh Bacaan Paritta/Mantra, Ciri Khas Pengucapan). 2) Ruang uraian 3-4 baris untuk menjelaskan persamaan tujuan pembacaan doa.

Kegiatan 2: Menganalisis Keterkaitan Bahasa Doa dengan Ciri Khas Upacara Puja Berbagai Tradisi Buddhis

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Teks studi kasus LKPD
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah secara mendalam dua studi kasus situasi upacara puja berikut:
  2. Kasus 1: Vihara Karuna menyelenggarakan upacara puja tradisi Mahayana. Altar dihiasi rupang Buddha dan Bodhisattva. Bhiksu dan upasaka membaca sutra berbahasa Sanskerta/Tionghoa dengan tempo teratur yang diselaraskan dengan ritme alat musik ritual (mokugyo dan genta).
  3. Kasus 2: Cetiya Dharma di daerah Jawa Timur melangsungkan upacara puja tradisi Theravada yang dipadukan budaya lokal. Paritta Pali dibacakan dengan lantunan gending/irama tembang Jawa halus, kemudian diikuti pembacaan terjemahan doa dalam bahasa Jawa krama inggil agar umat sepuh memahami maknanya.
  4. Analisislah kedua kasus di atas dengan menjawab pertanyaan telaah analitis secara berpasangan atau mandiri.

Pertanyaan:

1. Analisislah hubungan antara bahasa doa yang digunakan pada Kasus 1 dan Kasus 2 dengan suasana kekhidmatan upacara puja yang tercipta!

2. Mengapa penggunaan terjemahan bahasa daerah (seperti bahasa Sasak atau Jawa) dalam pembacaan paritta puja tidak merusak kesakralan upacara puja tradisi Buddhis? Analisislah alasannya!

Format jawaban: Lembar uraian analitis bernomor 1 dan 2 dengan alokasi masing-masing 4-5 baris jawaban terstruktur.

Kegiatan 3: Menyusun Matriks Analisis Komparatif Keragaman Ritual Puja Buddhis

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar matriks LKPD
  • Papan tulis / kertas plano kelompok (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Secara berkelompok (3-4 orang), rangkumlah hasil telaah keragaman upacara puja yang telah dipelajari ke dalam Matriks Analisis Komparatif.
  2. Matriks mencakup 3 aspek analisis ritual: (a) Penggunaan Bahasa Liturgi/Doa, (b) Sarana/Ciri Khas Fisik Ritual, dan (c) Fungsi Pembacaan Doa bagi Umat.
  3. Diskusikan hasil analisis kelompok di depan kelas dan ikuti sesi refleksi penutup pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah Matriks Analisis Komparatif untuk membedakan secara kritis upacara puja tradisi Theravada, tradisi Mahayana, dan tradisi berakulturasi budaya daerah!

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan seluruh analisis yang telah kamu lakukan, simpulkan mengapa keragaman bahasa doa paritta dalam upacara puja memperkaya tradisi agama Buddha di Indonesia!

Format jawaban: 1) Matriks tabel berukuran 4 kolom x 4 baris. 2) Paragraf kesimpulan analitis 4-5 baris. Disertai waktu transisi, presentasi singkat, dan refleksi akhir.

REFLEKSI

1. Setelah menganalisis berbagai bahasa doa paritta dalam upacara puja, hal baru apa yang paling menarik perhatianmu tentang keragaman tradisi Buddhis?

2. Bagaimana perasaanmu ketika mengetahui bahwa doa paritta agama Buddha dapat dibacakan dalam bahasa daerah nusantara?

3. Sikap saling menghormati apa yang perlu kamu tunjukkan ketika mengikuti upacara puja yang tradisi atau bahasa doanya berbeda dari kebiasaanmu sehari-hari?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.