LKPDPertemuan 8Bab 1Fase CSemester 1

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 5: Toleransi Raja Asoka dan Enam Faktor Keharmonisan dalam Keragaman

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Toleransi Raja Asoka dan Enam Faktor Keharmonisan dalam Keragaman". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 5: Toleransi Raja Asoka dan Enam Faktor Keharmonisan dalam Keragaman

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 1 - Pertemuan 8

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Toleransi Raja Asoka dan Enam Faktor Keharmonisan dalam Keragaman

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikToleransi Raja Asoka dan Enam Faktor Keharmonisan dalam Keragaman
Alokasi Waktu90 menit (2 x 45 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menunjukkan bukti dan menjelaskan sikap toleransi Raja Asoka terhadap keragaman budaya dan agama.
  2. Murid dapat mengaplikasikan enam faktor yang membawa keharmonisan dalam kehidupan di rumah, sekolah, dan vihara.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk kegiatan dengan saksama sebelum mulai mengerjakan.
  • Kerjakan semua kegiatan secara berurutan dengan penuh kesadaran dan kegembiraan.
  • Gunakan pengalamanmu sehari-hari untuk menjawab pertanyaan dengan jujur dan bermakna.
  • Jika ada kegiatan diskusi, dengarkan pendapat temanmu dengan penuh hormat.
  • Siapkan alat tulis, pensil warna, dan buku catatanmu.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Detektif Toleransi: Membongkar Prasasti Raja Asoka

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku siswa halaman Prasasti Asoka
  • Pensil dan pulpen
  • Buku catatan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati gambar Prasasti Batu Kalinga No. XXII yang ada di buku siswamu.
  2. Bacalah kembali isi prasasti tersebut dengan saksama.
  3. Bayangkan kamu hidup di zaman Raja Asoka dan menjadi seorang detektif yang mencari bukti sikap toleransinya.
  4. Jawab pertanyaan-pertanyaan berikut dengan lengkap berdasarkan pengamatanmu.

Pertanyaan:

1. Menurut Prasasti Batu Kalinga, bagaimana Raja Asoka memperlakukan agama-agama yang berbeda di kerajaannya? Tuliskan minimal 2 bukti konkret.

2. Jika Raja Asoka hidup di Indonesia sekarang, bagaimana menurutmu dia akan bersikap menghadapi keragaman agama dan budaya yang ada? Jelaskan alasanmu!

3. Lengkapi tabel berikut dengan membandingkan sikap toleransi Buddha dan Raja Asoka:

Ruang tabel jawaban

Untuk pertanyaan 1 dan 2: tulis uraian minimal 3-5 kalimat. Untuk pertanyaan 3: buat tabel 3 kolom (Sikap Toleransi Buddha | Sikap Toleransi Raja Asoka | Persamaan Keduanya) dengan minimal 3 baris isi.

Kegiatan 2: Jembatan Keharmonisan: Menerapkan Enam Faktor

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Buku catatan
  • Pensil warna untuk membuat tabel menarik

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ingat kembali Enam Faktor yang membawa keharmonisan yang diajarkan Buddha (cek di buku siswamu).
  2. Pikirkan pengalamanmu di tiga tempat: rumah, sekolah, dan vihara.
  3. Identifikasi situasi nyata di mana kamu bisa menerapkan enam faktor tersebut.
  4. Buat rencana aksi konkret yang akan kamu lakukan minggu ini.

Pertanyaan:

1. Tuliskan Enam Faktor yang membawa keharmonisan menurut ajaran Buddha (sebutkan satu per satu):

2. Lengkapi tabel 'Rencana Aksi Keharmonisanku' berikut dengan situasi nyata dan tindakan konkret yang akan kamu lakukan:

Ruang tabel jawaban

3. Ceritakan satu pengalaman ketika kamu berhasil menciptakan keharmonisan dengan menerapkan salah satu dari enam faktor tersebut. Apa yang kamu rasakan setelahnya?

Untuk pertanyaan 1: tulis daftar bernomor 1-6. Untuk pertanyaan 2: buat tabel 4 kolom (Tempat | Situasi Nyata | Faktor yang Diterapkan | Tindakan Konkretku) dengan 3 baris (Rumah, Sekolah, Vihara). Untuk pertanyaan 3: tulis cerita minimal 5 kalimat.

Kegiatan 3: Karya Toleransiku: Poster Keharmonisan

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas HVS A4 atau buku gambar
  • Pensil warna, crayon, atau spidol
  • Penggaris
  • Pensil untuk sketsa awal

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Sekarang saatnya kamu berkreasi! Buat sebuah poster sederhana yang mengajak teman-temanmu hidup harmonis dalam keragaman.
  2. Poster harus memuat: (1) judul menarik, (2) gambar/ilustrasi tentang keragaman, (3) minimal 2 contoh sikap toleransi Raja Asoka atau enam faktor keharmonisan, (4) pesan ajakan untuk diterapkan di sekolah.
  3. Gunakan kertas HVS atau buku gambarmu.
  4. Boleh dikerjakan berpasangan atau berkelompok (2-3 orang).
  5. Setelah selesai, presentasikan postermu di depan kelas dengan percaya diri!

Pertanyaan:

1. Buatlah poster dengan tema 'Keharmonisan dalam Keragaman ala Raja Asoka dan Buddha'. Sertakan elemen: judul, gambar, contoh sikap toleransi, dan pesan ajakan.

Ruang gambar

2. Tuliskan penjelasan singkat tentang postermu: (a) Mengapa kamu memilih gambar/desain tersebut? (b) Pesan apa yang ingin kamu sampaikan melalui poster ini? (c) Bagaimana postermu mengaitkan ajaran Raja Asoka dengan kehidupan sehari-hari?

3. Setelah membuat poster ini, tindakan nyata apa yang akan kamu lakukan minggu ini untuk mewujudkan isi postermu?

Untuk pertanyaan 1: buat poster di kertas HVS A4 atau buku gambar dengan pensil warna/crayon. Untuk pertanyaan 2: tulis uraian minimal 6-8 kalimat yang menjawab ketiga poin (a, b, c). Untuk pertanyaan 3: tulis daftar minimal 3 tindakan konkret yang akan dilakukan.

REFLEKSI

1. Apa hal paling menarik yang kamu pelajari hari ini tentang sikap toleransi Raja Asoka?

2. Dari enam faktor keharmonisan, mana yang paling mudah dan paling sulit kamu terapkan? Mengapa?

3. Bagaimana kamu akan menerapkan pelajaran hari ini ketika bertemu teman yang berbeda agama atau budaya denganmu?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.