LKPDPertemuan 6Bab 1Fase CSemester 1

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 5: Meneladani Tokoh Pendiri Agama Buddha dan Pejuang Dharma

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Meneladani Tokoh Pendiri Agama Buddha dan Pejuang Dharma". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 5: Meneladani Tokoh Pendiri Agama Buddha dan Pejuang Dharma

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 1 - Pertemuan 6

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Meneladani Tokoh Pendiri Agama Buddha dan Pejuang Dharma

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMeneladani Tokoh Pendiri Agama Buddha dan Pejuang Dharma
Alokasi Waktu70 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat membandingkan peran tokoh teladan pendiri bangsa dengan tokoh teladan pejuang penyebar Dharma di Indonesia.
  2. Murid dapat menunjukkan perilaku meneladan sikap tokoh pejuang Dharma dalam menghadapi hambatan untuk meraih kesuksesan.

PETUNJUK UMUM

  • Sebelum memulai, duduklah dengan tenang, pejamkan mata sebentar, dan tarik napas dalam-dalam tiga kali. Sadari bahwa hari ini kamu akan belajar dari kisah-kisah luar biasa para pahlawan Dharma.
  • Baca setiap petunjuk dengan seksama sebelum mulai mengerjakan.
  • Kerjakan kegiatan secara berurutan dari Kegiatan 1, 2, lalu 3.
  • Kamu boleh berdiskusi dengan teman, tetapi tuliskan jawabanmu dengan kata-katamu sendiri.
  • Tidak ada jawaban yang salah selama kamu berpikir dengan sungguh-sungguh dan jujur.
  • Jika ada kata atau nama yang belum kamu kenal, tanyakan kepada gurumu.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menjelajahi Jejak Dua Golongan Pahlawan

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 5
  • Alat tulis (pensil/pulpen)
  • Penggaris (untuk membuat tabel)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Baca teks singkat berikut tentang dua kelompok tokoh teladan: (1) Tokoh Pendiri Bangsa Indonesia seperti Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Ki Hajar Dewantara; dan (2) Tokoh Pejuang Dharma (penyebar agama Buddha di Indonesia) seperti Bhikkhu Ashin Jinarakkhita, Bhiksu Narada Mahathera, dan tokoh lainnya yang kamu ketahui dari buku siswa.
  2. Perhatikan baik-baik peran, perjuangan, dan nilai-nilai yang mereka tunjukkan.
  3. Isi tabel perbandingan yang tersedia dengan informasi yang kamu temukan.
  4. Setelah mengisi tabel, jawab pertanyaan uraian di bawahnya secara mandiri.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel perbandingan berikut berdasarkan informasi dari buku dan pengetahuanmu! Kolom:

  1. Aspek Perbandingan,
  2. Tokoh Pendiri Bangsa,
  3. Tokoh Pejuang Dharma. Baris yang harus diisi: a) Nama Tokoh (minimal 2), b) Bidang Perjuangan, c) Hambatan yang Dihadapi, d) Cara Mengatasi Hambatan, e) Hasil Perjuangan untuk Indonesia.
Ruang tabel jawaban

2. Menurutmu, apa persamaan terbesar antara tokoh pendiri bangsa dan tokoh pejuang Dharma? Jelaskan alasanmu dengan satu contoh nyata dari masing-masing kelompok!

3. Apakah ada perbedaan dalam cara kedua kelompok tokoh ini berjuang? Tuliskan satu perbedaan utama dan jelaskan mengapa perbedaan itu muncul!

Tabel 5 baris x 3 kolom untuk soal 1; paragraf 3-5 kalimat untuk soal 2 dan 3. Tuliskan nama dan tanggal di bagian atas lembar jawaban.

Kegiatan 2: Kisah Inspirasi: Belajar dari Hambatan Menuju Keberhasilan

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Pensil warna atau spidol (opsional, untuk peta semangat)
  • Buku Siswa sebagai referensi tambahan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah penggalan kisah berikut tentang Bhikkhu Ashin Jinarakkhita, tokoh pejuang Dharma Indonesia.
  2. --- TEKS BACAAN --- Bhikkhu Ashin Jinarakkhita (nama lahir: The Boan An) adalah tokoh yang berjasa besar dalam kebangkitan kembali agama Buddha di Indonesia setelah masa penjajahan. Ia menghadapi banyak hambatan: tidak ada vihara yang memadai, sangat sedikit bhikkhu, banyak umat yang belum memahami Dharma, dan kondisi Indonesia yang masih baru merdeka. Namun ia tidak menyerah. Dengan penuh semangat dan kesabaran, ia berkeliling ke berbagai pelosok Indonesia, membangun komunitas, dan mengajarkan Dharma secara sederhana agar dapat dipahami semua orang. ---
  3. Setelah membaca, kerjakan latihan analisis di bawah ini.
  4. Untuk soal nomor 3, kamu diminta menggambar sederhana atau menulis peta pikiran. Tidak perlu bagus, yang penting isinya bermakna!

Pertanyaan:

1. Identifikasi minimal 3 hambatan yang dihadapi Bhikkhu Ashin Jinarakkhita berdasarkan teks dan pengetahuanmu. Tulis dalam bentuk daftar bernomor, lalu di sebelah setiap hambatan tuliskan sikap yang beliau tunjukkan untuk mengatasinya!

Ruang tabel jawaban

2. Dari sikap-sikap yang ditunjukkan Bhikkhu Ashin Jinarakkhita, manakah satu sikap yang paling kamu kagumi? Mengapa? Berikan contoh bagaimana kamu bisa menerapkan sikap itu dalam kehidupanmu sehari-hari sebagai pelajar!

3. Buat 'Peta Semangat' sederhana! Di tengah lingkaran tulis nama tokoh pejuang Dharma pilihanmu. Lalu buat 4 cabang yang berisi: (a) Hambatan terbesar, (b) Sikap keteladanan, (c) Hasil perjuangan, (d) Pelajaran untukku. Boleh dalam bentuk gambar atau tulisan!

Ruang gambar

Soal 1: tabel 2 kolom (Hambatan | Sikap Mengatasi) dengan minimal 3 baris. Soal 2: paragraf bebas minimal 4 kalimat. Soal 3: ruang kosong ukuran setengah halaman untuk menggambar peta pikiran, boleh diwarnai.

Kegiatan 3: Dari Teladan Menuju Tindakan: Aku Pun Bisa!

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Gunting dan lem (jika ingin memotong kartu tekad)
  • Pensil warna untuk menghias kartu (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kegiatan ini adalah saatnya kamu berpikir tentang dirimu sendiri sebagai penerus semangat para tokoh teladan.
  2. Diskusikan dulu dengan teman sebangkumu selama 5 menit: 'Apa hambatan yang sering kamu hadapi dalam belajar atau kehidupan sehari-hari, dan bagaimana kamu mengatasinya?'
  3. Setelah berdiskusi, kerjakan pertanyaan-pertanyaan berikut secara mandiri.
  4. Pada soal terakhir, kamu akan membuat 'Kartu Tekadku' — sebuah komitmen pribadi yang bisa kamu tempel di buku atau meja belajarmu.

Pertanyaan:

1. Dari hasil diskusimu dengan teman, tuliskan: (a) 1 hambatan yang kalian sama-sama rasakan dalam kehidupan sehari-hari, dan (b) bagaimana sikap tokoh pejuang Dharma bisa menjadi inspirasi untuk menghadapi hambatan tersebut!

2. Menurutmu, mengapa penting bagi kita sebagai umat Buddha untuk mengenal dan meneladani tokoh pejuang Dharma? Jelaskan pendapatmu dalam 3-5 kalimat!

3. Buatlah 'Kartu Tekadku'! Isi kotak berikut dengan: (a) Nama tokoh pejuang Dharma yang paling menginspirasimu, (b) Satu sikap teladan dari tokoh tersebut, (c) Satu hambatan nyata yang sedang kamu hadapi saat ini, (d) Tekadmu: satu tindakan nyata yang akan kamu lakukan minggu ini untuk mengatasi hambatan tersebut, terinspirasi dari sikap tokoh pilihanmu.

Soal 1: paragraf singkat 3-5 kalimat dengan label (a) dan (b). Soal 2: paragraf bebas 3-5 kalimat. Soal 3: kotak 'Kartu Tekadku' dengan 4 isian berlabel (a), (b), (c), (d) — bisa dihias dan dipotong untuk ditempel.

REFLEKSI

1. Setelah belajar hari ini, sikap teladan mana dari tokoh pejuang Dharma yang paling membekas di hatimu? Mengapa sikap itu terasa penting untukmu saat ini?

2. Apakah ada hambatan dalam hidupmu sehari-hari yang sekarang terasa lebih ringan setelah kamu belajar tentang perjuangan para tokoh ini? Ceritakan!

3. Satu hal baru apa yang kamu pelajari hari ini tentang peran tokoh pendiri bangsa dan tokoh pejuang Dharma yang belum kamu ketahui sebelumnya?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.