LKPDPertemuan 4Bab 1Fase CSemester 1

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 5: Merefleksikan Sikap Bersatu dalam Perbedaan Berdasarkan Pelaksanaan Dialog Moderasi Beragama

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Merefleksikan Sikap Bersatu dalam Perbedaan Berdasarkan Pelaksanaan Dialog Moderasi Beragama".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 5: Merefleksikan Sikap Bersatu dalam Perbedaan Berdasarkan Pelaksanaan Dialog Moderasi Beragama

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 1 Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Merefleksikan Sikap Bersatu dalam Perbedaan Berdasarkan Pelaksanaan Dialog Moderasi Beragama

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMerefleksikan Sikap Bersatu dalam Perbedaan Berdasarkan Pelaksanaan Dialog Moderasi Beragama
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Merefleksikan sikap bersatu dalam perbedaan dengan berperan serta melakukan dialog moderasi beragama

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah atau lakukan hening sejenak sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Bacalah setiap instruksi dan teks skenario percakapan dengan cermat.
  • Diskusikan pertanyaan bersama teman kelompokmu dengan saling menghargai pendapat.
  • Tuliskan hasil perenungan dan refleksimu pada lembar atau format yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Mencermati Dialog Persaudaraan dalam Keragaman

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Pendidikan Agama Buddha Kelas V
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah teks narasi dialog moderasi beragama berikut ini dengan saksama: 'Di sebuah balai desa yang sedang mempersiapkan perayaan hari besar, Wayan (Hindu), Siti (Islam), Edo (Kristen), dan Saccaka (Buddha) duduk melingkar bersama. Mereka saling menceritakan cara perayaan serta kebiasaan masing-masing tradisi dengan santun dan terbuka tanpa saling membandingkan kelebihan atau merendahkan tradisi lain. Saccaka menyampaikan bagaimana tradisi puja dalam agama Buddha menghargai kedamaian bagi semua makhluk. Melalui obrolan yang ramah ini, mereka sepakat untuk saling membantu menjaga ketertiban, kebersihan lingkungan, dan saling mengunjungi saat perayaan berlangsung.'
  2. Renungkan bagaimana dialog yang ramah tersebut memperkuat kebersamaan di antara mereka.
  3. Jawablah pertanyaan refleksi berdasarkan isi narasi dialog di atas.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan teks dialog di atas, apa saja wujud sikap bersatu dalam perbedaan yang ditunjukkan oleh anak-anak tersebut saat melakukan dialog?

2. Bila dikaitkan dengan pengalaman hidupmu, mengapa mendengarkan orang lain yang berbeda aliran atau agama dalam dialog santun dapat menumbuhkan rasa persatuan?

Tuliskan jawaban pada lembar LKPD bergaris berupa uraian reflektif 2-4 kalimat untuk tiap butir nomor.

Kegiatan 2: Refleksi Sikap dalam Melakukan Dialog Moderasi Beragama

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Format tabel refleksi kelompok
  • Pena/pensil

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuklah kelompok kecil beranggotakan 3-4 orang.
  2. Cermati tabel 4 situasi interaksi antarumat beragama di bawah ini bersama kelompokmu.
  3. Refleksikan setiap situasi: apakah situasi tersebut mencerminkan sikap bersatu dalam dialog moderasi beragama (Berperan Serta Bersatu) atau justru menjauhkan persatuan (Menghambat Persatuan)?
  4. Tuliskan tanda centang pada pilihan kategori dan tuliskan alasan refleksi kelompokmu pada kolom yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah tabel refleksi sikap dialog berikut untuk 4 situasi yang disajikan: (Situasi A: Mendengarkan penjelasan teman tentang cara ibadahnya dengan tenang dan ramah; Situasi B: Menyela dan mengejek teman yang sedang bercerita tentang tradisi puja alirannya; Situasi C: Menyampaikan pendapat ajaran sendiri dengan bahasa yang santun tanpa meremehkan yang lain; Situasi D: Menolak mengobrol dengan teman yang berbeda tradisi keagamaan).

Ruang tabel jawaban

Isilah tabel 4 kolom pada LKPD: Kolom 1: Situasi Interaksi (A, B, C, D); Kolom 2: Berperan Serta Bersatu (Centang jika sesuai); Kolom 3: Menghambat Persatuan (Centang jika sesuai); Kolom 4: Alasan Refleksi (uraian 1-2 kalimat).

Kegiatan 3: Menyusun Catatan Refleksi Diri tentang Bersatu dalam Dialog

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Buku catatan refleksi/lembar LKPD
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Lakukan perenungan secara mandiri dan hening di tempat duduk masing-masing.
  2. Pikirkan kembali peristiwa yang pernah kamu alami saat berbincang dengan teman yang berbeda aliran buddhis atau berbeda agama di sekolah atau lingkungan rumah.
  3. Tuliskan lembar refleksi diri mengenai peran sertamu dalam mewujudkan persatuan melalui dialog moderasi beragama, lalu lakukan refleksi akhir bersama guru.

Pertanyaan:

1. Tuliskan sebuah refleksi pribadi tentang apa yang kamu rasakan dan pelajari saat kamu ikut serta dalam percakapan yang damai dengan teman yang berbeda latar belakang tradisi atau agama!

2.

Refleksikan niat dan tekad pribadimu

tindakan nyata apa yang akan selalu kamu tunjukkan dalam berbicara dan berdialog sehari-hari agar persatuan di tengah perbedaan tetap terjaga?

Tuliskan pada kotak 'Catatan Refleksi Pribadi' yang disediakan pada LKPD, masing-masing pertanyaan dijawab minimal 2-3 kalimat runtut.

REFLEKSI

1. Bagaimana perasaanmu setelah merenungkan pentingnya dialog yang santun dengan teman yang berbeda latar belakang?

2. Sikap baru apa yang ingin kamu terapkan mulai hari ini saat berbicara dengan teman yang berbeda tradisi atau agama?

3. Mengapa menjaga tutur kata dan saling menghargai saat berdialog sangat penting untuk kerukunan bersama?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.