LKPDPertemuan 2Bab 1Fase CSemester 1

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 5: Mengkreasi Solusi Inovatif Berdasarkan Kebijaksanaan Buddha Sakyamuni untuk Konteks Modern dalam Merawat Keragaman Budaya

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Mengkreasi Solusi Inovatif Berdasarkan Kebijaksanaan Buddha Sakyamuni untuk Konteks Modern dalam Merawat Keragaman Budaya".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 5: Mengkreasi Solusi Inovatif Berdasarkan Kebijaksanaan Buddha Sakyamuni untuk Konteks Modern dalam Merawat Keragaman Budaya

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 1 Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Mengkreasi Solusi Inovatif Berdasarkan Kebijaksanaan Buddha Sakyamuni untuk Konteks Modern dalam Merawat Keragaman Budaya

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMengkreasi Solusi Inovatif Berdasarkan Kebijaksanaan Buddha Sakyamuni untuk Konteks Modern dalam Merawat Keragaman Budaya
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengkreasi solusi inovatif berdasarkan kebijaksanaan Buddha Sakyamuni untuk konteks modern dalam merawat keragaman budaya

PETUNJUK UMUM

  • Awali kegiatan belajar dengan duduk hening sejenak untuk menenangkan pikiran dan menumbuhkan kesadaran penuh.
  • Bacalah setiap stimulus situasi dan panduan kerja dengan saksama bersama kelompokmu.
  • Fokuskan pikiran untuk melahirkan ide dan solusi baru (inovatif) yang bersumber dari keteladanan dan kebijaksanaan Buddha Sakyamuni dalam menyikapi keragaman.
  • Tuliskan hasil kreasimu secara jelas pada kolom dan format ruang jawaban yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menghubungkan Kebijaksanaan Buddha Sakyamuni dengan Masalah Keragaman Modern

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Buku catatan
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati teks situasi masalah modern berikut: 'Di media sosial sekolah, beberapa murid saling mengejek pakaian adat dan dialek bahasa daerah teman yang berbeda suku saat peringatan hari budaya.'
  2. Ingat kembali kebijaksanaan Buddha Sakyamuni yang memandang semua manusia setara tanpa membeda-bedakan kasta/latar belakang (seperti menerima Upali si tukang cukur maupun Sunita penyapu jalan ke dalam Sangha, dan mengibaratkan keragaman manusia bagaikan aneka bunga dalam karangan bunga Dhammapada 53).
  3. Rancang gagasan dasar solusi pemecahan masalah modern tersebut yang bersumber langsung dari prinsip kebijaksanaan Buddha.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan kebijaksanaan Buddha Sakyamuni yang memandang kesetaraan dan keragaman laksana karangan bunga yang indah, kreasikan gagasan solusi awal untuk mengatasi saling ejek keragaman budaya di media sosial sekolah!

Tuliskan jawaban dalam 1 paragraf uraian (4-6 kalimat) yang memuat: (1) Prinsip kebijaksanaan Buddha yang dipakai, (2) Bentuk ide gagasan untuk media sosial sekolah, (3) Alasan mengapa gagasan tersebut efektif merawat keragaman.

Kegiatan 2: Matriks Kreasi Solusi Inovatif Merawat Keragaman

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja tabel
  • Pena berwarna / spidol

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Diskusikan dalam kelompok beranggotakan 3-4 orang.
  2. Kreasikan solusi inovatif untuk 2 tantangan keragaman modern pada tabel di bawah.
  3. Pastikan solusi bersifat baru, aplikatif di era modern, serta berakar kuat pada nilai kebijaksanaan Buddha Sakyamuni (cinta kasih tanpa batas, kebijaksanaan dalam musyawarah/kebersamaan, dan kesetaraan).

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel kreasi solusi inovatif berikut untuk merawat keragaman budaya di lingkungan modern:

Ruang tabel jawaban

Isi tabel 3 kolom berikut:
- Kolom 1: Kasus Masalah Keragaman Modern (Baris 1: 'Pemisahan pertemanan berdasarkan suku di grup pesan instan', Baris 2: 'Penurunan apresiasi murid terhadap seni budaya tradisional')
- Kolom 2: Kebijaksanaan Buddha yang Mendasari (tuliskan prinsip kebajikan/kebijaksanaan Sang Buddha yang digunakan)
- Kolom 3: Kreasi Solusi Inovatif Modern (tuliskan rancangan program, karya, atau tindakan baru yang konkret)

Kegiatan 3: Rancangan Aksi Solutif: Peta Gagasan Inovasi Harmoni Budaya

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas HVS/karton manila
  • Spidol warna

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pilihlah SATU karya/kegiatan kreatif paling solutif dari hasil kreasi kelompokmu pada Kegiatan 2.
  2. Kembangkan rancangan aksi tersebut menjadi cetak biru program inovatif sederhana yang siap dijalankan di sekolah atau lingkungan sekitar.
  3. Susun langkah pelaksanaan solusi tersebut dengan jelas dan terstruktur.

Pertanyaan:

1. Rancanglah sebuah cetak biru solusi inovatif modern untuk merawat keragaman budaya berdasarkan kebijaksanaan Buddha Sakyamuni dengan mengisi komponen: Nama Program/Karya Inovatif, Inspirasi Kebijaksanaan Buddha, Sasaran Modern, dan 3 Langkah Nyata Pelaksanaan!

Tuliskan dalam format formulir rancangan berpoin:
1. Nama Kreasi Solusi Inovatif: ...
2. Prinsip Kebijaksanaan Buddha Sakyamuni yang Dipakai: ...
3. Sasaran Konteks Modern: ...
4. Tiga Langkah Pelaksanaan: (a) Langkah awal persiapan, (b) Langkah kreasi/pelaksanaan, (c) Langkah pemanfaatan hasil untuk menjaga keragaman.

REFLEKSI

1. Bagian mana dari kebijaksanaan Buddha Sakyamuni yang paling menginspirasimu dalam menemukan solusi bagi persoalan perbedaan budaya hari ini?

2. Bagaimana perasaanmu setelah berhasil mengkreasikan ide inovatif untuk merawat persatuan di tengah beragamnya latar belakang teman-temanmu?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.