LKPDPertemuan 2Bab 1Fase CSemester 1

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 5: Budaya Benda dan Nonbenda dalam Agama Buddha

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Budaya Benda dan Nonbenda dalam Agama Buddha". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 5: Budaya Benda dan Nonbenda dalam Agama Buddha

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 1 - Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Budaya Benda dan Nonbenda dalam Agama Buddha

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikBudaya Benda dan Nonbenda dalam Agama Buddha
Alokasi Waktu70 menit (2 x 35 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengelompokkan budaya benda dan budaya nonbenda yang berkaitan dengan agama Buddha di Indonesia.
  2. Murid dapat menangkap makna nilai-nilai Buddhis yang terkandung dalam keragaman budaya benda dan nonbenda.

PETUNJUK UMUM

  • Sebelum mulai, ambil posisi duduk nyaman, tarik napas perlahan, dan hening sejenak. Sadari bahwa hari ini kita akan belajar sesuatu yang bermakna tentang budaya dan agama Buddha.
  • Kerjakan setiap kegiatan secara berurutan dan dengan sungguh-sungguh.
  • Pada kegiatan diskusi, dengarkan pendapat teman dengan penuh hormat — setiap pendapat berharga.
  • Kamu boleh bertanya kepada guru jika ada yang belum dipahami.
  • Tulis jawaban dengan kalimat lengkap dan tulisan yang rapi.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Ayo Amati dan Kelompokkan! — Budaya Benda dan Nonbenda Agama Buddha

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar LKPD ini
  • Pensil/pulpen
  • Buku siswa halaman terkait Budaya Benda dan Nonbenda (sebagai referensi)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati daftar budaya berikut ini dengan seksama.
  2. Tentukan apakah setiap budaya termasuk 'Budaya Benda' (dapat dipegang/dilihat wujudnya) atau 'Budaya Nonbenda' (tidak berwujud fisik, seperti seni, upacara, atau tradisi lisan).
  3. Tuliskan hasil pengelompokanmu ke dalam tabel yang sudah disediakan.
  4. Setelah mengisi tabel, tambahkan 1 contoh budaya benda dan 1 contoh budaya nonbenda yang kamu ketahui sendiri dari lingkungan sekitarmu.

Pertanyaan:

1. Kelompokkan budaya-budaya berikut ke dalam tabel dua kolom (Budaya Benda / Budaya Nonbenda): Candi Borobudur, Gending Sriwijaya, Rupang Buddha, Upacara Waisak, Stupa, Tari Paritta, Lonceng Vihara, Cerita Jataka, Prasasti Mulawarman, Meditasi Vipassana.

Ruang tabel jawaban

2. Tambahkan 1 contoh budaya benda dan 1 contoh budaya nonbenda yang berkaitan dengan agama Buddha yang kamu ketahui dari daerahmu atau dari vihara terdekat. Tuliskan juga alasanmu mengapa kamu mengelompokkannya demikian.

3. Menurutmu, apa perbedaan utama antara budaya benda dan budaya nonbenda? Tuliskan jawabanmu dalam 2–3 kalimat.

Tabel 2 kolom dengan judul 'Budaya Benda' dan 'Budaya Nonbenda', masing-masing kolom berisi daftar bernomor. Di bawah tabel, sediakan 4 baris untuk jawaban soal nomor 2, dan 4 baris untuk jawaban soal nomor 3.

Kegiatan 2: Menggali Makna — Nilai-Nilai Buddhis dalam Budaya Kita

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar LKPD ini
  • Pensil/pulpen

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Baca dengan cermat tiga deskripsi singkat budaya berikut ini.
  2. Untuk setiap budaya, pikirkan nilai-nilai Buddhis apa yang terkandung di dalamnya (misalnya: kasih sayang/metta, kerukunan, kesadaran penuh/mindfulness, rasa syukur, penghormatan, kepedulian).
  3. Diskusikan jawabanmu bersama 1–2 teman sebangku selama 3 menit, lalu tuliskan jawaban finalmu.
  4. Kerjakan juga pertanyaan refleksi di bagian akhir kegiatan ini secara mandiri.

Pertanyaan:

1. Bacalah deskripsi berikut, lalu isi tabel analisis nilai:

Budaya A — Upacara Waisak: Setiap tahun, umat Buddha dari berbagai suku dan daerah berkumpul di Candi Borobudur untuk merayakan hari lahir, pencerahan, dan wafatnya Buddha. Mereka berdoa bersama, menyalakan lilin, dan mengirimkan pesan damai kepada seluruh makhluk hidup.

Budaya B — Cerita Jataka: Kisah-kisah tentang kelahiran lampau Buddha yang mengajarkan keberanian, kejujuran, dan pengorbanan demi kebaikan semua makhluk. Cerita ini dituturkan turun-temurun di vihara dan keluarga.

Budaya C — Candi Borobudur: Candi megah peninggalan Dinasti Syailendra ini dihiasi ribuan relief yang menceritakan perjalanan menuju pencerahan. Candi ini menjadi tempat ziarah umat Buddha dari seluruh dunia.

Isi tabel: Nama Budaya | Jenis (Benda/Nonbenda) | Nilai Buddhis yang Terkandung | Alasan/Penjelasanmu

Ruang tabel jawaban

2. Dari ketiga budaya di atas, nilai Buddhis mana yang paling berkesan bagimu? Mengapa nilai itu penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-harimu?

3. Diskusikan bersama temanmu: Mengapa penting bagi kita sebagai umat Buddha untuk menjaga dan melestarikan budaya benda dan nonbenda yang berkaitan dengan agama Buddha? Tulis 2 alasan hasil diskusimu.

Tabel 4 kolom untuk soal nomor 1 (Nama Budaya | Jenis | Nilai Buddhis | Alasan). Untuk soal nomor 2: 5 baris ruang uraian. Untuk soal nomor 3: kotak diskusi dengan 2 poin bernomor.

Kegiatan 3: Berkarya Yuk! — Pohon Budaya Buddhisku

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar LKPD ini
  • Pensil/pulpen
  • Pensil warna atau krayon (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pada kegiatan ini, kamu akan membuat 'Pohon Budaya' secara kreatif.
  2. Gambar sebuah pohon sederhana di ruang yang disediakan. Pohon ini adalah simbol kekayaan budaya agama Buddha di Indonesia.
  3. Di bagian akar pohon, tuliskan nilai-nilai Buddhis yang menjadi dasar budaya tersebut (minimal 3 nilai).
  4. Di bagian batang/ranting, tuliskan minimal 3 contoh budaya benda dan 3 contoh budaya nonbenda yang berkaitan dengan agama Buddha.
  5. Di bagian daun atau buah pohon, tuliskan manfaat menjaga budaya tersebut bagi dirimu, keluargamu, dan masyarakat.
  6. Beri judul pohonmu dan hiasi dengan warna jika ada crayon/pensil warna.
  7. Setelah selesai, ceritakan pohon budayamu kepada teman di sebelahmu selama 2 menit.

Pertanyaan:

1. Buatlah Pohon Budaya Buddhismu! Pastikan pohonmu memiliki: (a) Akar — minimal 3 nilai Buddhis, (b) Ranting/cabang — minimal 3 budaya benda dan 3 budaya nonbenda, (c) Daun/buah — minimal 2 manfaat menjaga budaya untuk diri sendiri dan masyarakat.

Ruang gambar

2. Setelah membuat Pohon Budaya, tuliskan 1 kalimat pesan yang ingin kamu sampaikan kepada teman-temanmu tentang pentingnya menghargai keragaman budaya agama Buddha.

Kotak besar (minimal 12 x 15 cm) untuk menggambar pohon. Di bawah kotak gambar, sediakan 3 baris untuk pesan pada soal nomor 2.

REFLEKSI

1. Budaya benda atau nonbenda apa yang ada di sekitarmu (di rumah, vihara, atau daerahmu) yang berkaitan dengan agama Buddha? Bagaimana perasaanmu ketika menyadari bahwa budaya itu mengandung nilai-nilai Buddhis?

2. Nilai Buddhis apa yang paling ingin kamu terapkan dalam kehidupan sehari-harimu setelah belajar hari ini? Berikan 1 contoh nyata caramu menerapkannya.

3. Apa yang akan kamu lakukan untuk ikut menjaga dan melestarikan budaya agama Buddha, meskipun kamu masih seorang murid kelas 5?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.