LKPDPertemuan 5Bab 4Fase DSemester 2

LKPD Matematika Kelas 9: Hubungan Frekuensi Relatif dan Peluang Teoretik

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 9 dengan topik "Hubungan Frekuensi Relatif dan Peluang Teoretik". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Matematika Kelas 9: Hubungan Frekuensi Relatif dan Peluang Teoretik

Matematika - Kelas 9

Bab 4 - Pertemuan 5

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Matematika — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Hubungan Frekuensi Relatif dan Peluang Teoretik

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikHubungan Frekuensi Relatif dan Peluang Teoretik
Alokasi Waktu80 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat memahami hubungan antara frekuensi relatif (peluang empiris) dan peluang teoretik melalui percobaan yang semakin banyak ulangannya.
  2. Murid dapat membandingkan nilai frekuensi relatif hasil percobaan dengan nilai peluang teoretik dan menjelaskan perbedaannya.

PETUNJUK UMUM

  • Kerjakan LKPD ini secara berkelompok (3-4 orang).
  • Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan sebelum memulai setiap kegiatan.
  • Tuliskan jawaban dengan rapi pada ruang yang disediakan.
  • Diskusikan setiap pertanyaan dengan teman sekelompok sebelum menuliskan jawaban.
  • Tanyakan kepada guru jika ada instruksi yang belum dipahami.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Eksperimen Koin: Apakah Peluang Bisa Dibuktikan?

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • 1 koin per kelompok
  • Alat tulis
  • Tabel pencatatan (Tabel A dan Tabel B)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ambil satu koin dan siapkan tabel pencatatan.
  2. Lakukan pelemparan koin sebanyak 10 kali. Catat hasil setiap lemparan (angka atau gambar) pada Tabel A.
  3. Hitung frekuensi relatif munculnya sisi angka untuk 10 lemparan tersebut.
  4. Lanjutkan pelemparan hingga total 30 kali. Hitung kembali frekuensi relatif munculnya sisi angka untuk 30 lemparan.
  5. Lanjutkan pelemparan hingga total 50 kali. Hitung kembali frekuensi relatif munculnya sisi angka untuk 50 lemparan.
  6. Catat semua hasil frekuensi relatif pada Tabel B (tabel ringkasan).

Pertanyaan:

1. Lengkapi Tabel B berikut: Banyak Lemparan | Frekuensi Muncul Angka | Frekuensi Relatif (fr). Isi untuk n = 10, n = 30, dan n = 50.

Ruang tabel jawaban

2. Berapa peluang teoretik munculnya sisi angka pada pelemparan satu koin? Jelaskan cara kamu menentukannya.

3. Perhatikan nilai frekuensi relatif yang kamu peroleh pada n=10, n=30, dan n=50. Apa yang terjadi dengan nilai frekuensi relatif ketika jumlah lemparan semakin banyak? Apakah nilainya semakin mendekati peluang teoretik?

Tabel B berisi 3 kolom (Banyak Lemparan, Frekuensi Muncul Angka, Frekuensi Relatif) dan 3 baris (n=10, n=30, n=50). Jawaban uraian ditulis dalam kotak berukuran minimal 5 baris.

Kegiatan 2: Grafik Perjalanan Frekuensi Relatif: Visualisasi Konvergensi

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Penggaris
  • Pensil warna atau spidol
  • Data hasil percobaan Kegiatan 1
  • Data dari 2 kelompok lain

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Gunakan data hasil percobaan kelompokmu dari Kegiatan 1.
  2. Gabungkan juga data dari 2 kelompok lain sehingga kamu memiliki data untuk n=10, n=30, n=50, n=100, dan n=150 (data gabungan).
  3. Gambar grafik garis pada bidang koordinat yang disediakan. Sumbu-x = banyak percobaan (n), sumbu-y = frekuensi relatif.
  4. Tarik garis horizontal putus-putus pada nilai y = 0,5 (peluang teoretik) sebagai garis acuan.
  5. Amati pola grafik yang terbentuk dan diskusikan dengan kelompokmu.

Pertanyaan:

1. Gambarkan grafik garis berdasarkan data gabungan kelompokmu pada bidang koordinat berikut. Jangan lupa beri label sumbu dan tarik garis acuan P(A) = 0,5.

Ruang gambar

2. Bandingkan selisih antara frekuensi relatif dan peluang teoretik (0,5) pada n=10 dan n=150. Mana yang selisihnya lebih kecil? Apa artinya?

3. Diskusikan dalam kelompok: Mengapa pada jumlah percobaan yang sedikit (misalnya n=10), frekuensi relatif bisa sangat berbeda dari peluang teoretik? Tuliskan minimal 2 alasan.

Bidang koordinat berukuran 10×10 cm dengan sumbu-x bertanda n=10,30,50,100,150 dan sumbu-y berskala 0 sampai 1 dengan interval 0,1. Jawaban uraian dan diskusi ditulis pada kotak minimal 5 baris.

Kegiatan 3: Tantangan Prediksi: Dadu dan Frekuensi Harapan

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Kalkulator (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Baca skenario berikut dengan saksama.
  2. Skenario: Andi melempar sebuah dadu sebanyak 60 kali. Ia ingin memprediksi berapa kali muncul mata dadu 6.
  3. Tentukan peluang teoretik munculnya mata dadu 6.
  4. Hitung frekuensi harapan (expected frequency) munculnya mata dadu 6 dalam 60 lemparan.
  5. Bandingkan dengan data nyata (disediakan di tabel) dan analisis perbedaannya.

Pertanyaan:

1. Berapa peluang teoretik munculnya mata dadu 6? Tuliskan dalam bentuk pecahan dan desimal.

2. Jika dadu dilempar 60 kali, berapa frekuensi harapan munculnya mata dadu 6? Tunjukkan cara hitungnya.

3. Data percobaan nyata Andi menunjukkan mata dadu 6 muncul 8 kali dari 60 lemparan. Hitung frekuensi relatifnya, lalu bandingkan dengan peluang teoretik. Jelaskan mengapa hasilnya bisa berbeda.

4. Menurutmu, berapa kali minimal dadu harus dilempar agar frekuensi relatif sangat mendekati peluang teoretik? Jelaskan alasanmu berdasarkan pengalamanmu di Kegiatan 1 dan 2.

Jawaban isian ditulis pada garis yang disediakan. Jawaban uraian dan diskusi ditulis pada kotak minimal 6 baris per soal.

REFLEKSI

1. Apa hal paling menarik yang kamu temukan dari percobaan hari ini tentang hubungan frekuensi relatif dan peluang teoretik?

2. Dalam kehidupan sehari-hari, kapan kamu membutuhkan banyak data (percobaan berulang) untuk membuat keputusan yang tepat? Berikan satu contoh nyata.

3. Jika kamu hanya punya sedikit data, apakah kamu langsung percaya hasilnya? Apa yang sebaiknya kamu lakukan?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.