LKPD Matematika Kelas 9: Penyelesaian Masalah Kontekstual Peluang dan Pemilihan Sampel
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 9 dengan topik "Penyelesaian Masalah Kontekstual Peluang dan Pemilihan Sampel". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Matematika Kelas 9: Penyelesaian Masalah Kontekstual Peluang dan Pemilihan Sampel
Matematika - Kelas 9
Bab 4 - Pertemuan 10
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Matematika — Kelas 9 (Fase D) Topik: Penyelesaian Masalah Kontekstual Peluang dan Pemilihan Sampel INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Investigasi Pemilihan Sampel di SekolahmuEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. OSIS sekolahmu ingin mengetahui makanan favorit seluruh siswa (600 siswa) untuk acara bazaar. Karena keterbatasan waktu, OSIS hanya bisa mewawancarai 60 siswa. Tentukan: (a) Apa yang dimaksud populasi dalam konteks ini? (b) Apa yang dimaksud sampel dalam konteks ini? 2. Berikut ini beberapa cara OSIS memilih 60 siswa tersebut. Manakah cara yang paling representatif (sampel acak)? Beri tanda centang (✓) dan jelaskan alasanmu.
3. Setelah survei, OSIS menemukan dari 60 siswa sampel: 24 suka mie ayam, 18 suka bakso, 12 suka nasi goreng, dan 6 suka makanan lain. Jika hasil ini digunakan untuk memprediksi seluruh populasi (600 siswa), berapa perkiraan jumlah siswa yang suka mie ayam di seluruh sekolah? Tunjukkan cara perhitunganmu. Tuliskan jawabanmu pada kolom yang tersedia atau lembar jawaban terpisah. Untuk nomor 2, lengkapi tabel dengan centang dan alasan. Kegiatan 2: Petualangan Peluang dan Frekuensi HarapanEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Dalam sebuah kotak undian terdapat 5 bola merah, 3 bola biru, dan 2 bola hijau. Kamu akan mengambil satu bola secara acak. (a) Tentukan peluang teoretik mendapatkan bola merah. (b) Tentukan peluang teoretik mendapatkan bola yang bukan hijau. 2. Jika pengambilan bola dilakukan sebanyak 100 kali (dengan pengembalian), tentukan frekuensi harapan untuk: (a) Mendapatkan bola merah, (b) Mendapatkan bola biru. 3. Setelah melakukan 100 kali pengambilan, ternyata hasil aktualnya: merah muncul 48 kali, biru 32 kali, hijau 20 kali. (a) Bandingkan hasil aktual dengan frekuensi harapan. (b) Mengapa hasil aktual bisa berbeda dengan frekuensi harapan? Jelaskan dengan bahasamu sendiri. Tuliskan jawabanmu dengan lengkap, sertakan rumus dan perhitungan di lembar jawaban. Kegiatan 3: Proyek Mini: Analisis Data dari Sampel AcakEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lakukan pelemparan koin sebanyak 50 kali. Catat hasilnya dalam tabel berikut:
Hitung frekuensi relatif dengan rumus: frekuensi relatif = (frekuensi hasil) / (total percobaan). 2. Berdasarkan data kelompokmu: (a) Apakah frekuensi relatif Angka dan Gambar mendekati peluang teoretiknya (0,5)? (b) Bagaimana jika percobaan dilakukan 500 kali, apa yang kamu prediksi akan terjadi pada frekuensi relatif? Jelaskan. 3. Misalkan hasil percobaan kelompokmu dianggap sebagai sampel acak dari semua kemungkinan pelemparan koin. Buatlah satu kesimpulan (inferensi) tentang peluang munculnya Angka dalam pelemparan koin berdasarkan data sampelmu. Lengkapi tabel pada nomor 1 di lembar jawaban. Tuliskan jawaban uraian dan diskusi dengan lengkap. REFLEKSI1. Apa perbedaan antara peluang teoretik dan frekuensi relatif berdasarkan pengalamanmu hari ini? 2. Mengapa penting memilih sampel secara acak ketika kita ingin membuat kesimpulan tentang populasi? 3. Berikan satu contoh situasi dalam kehidupan sehari-hari di mana kamu bisa menggunakan konsep peluang dan pemilihan sampel untuk membuat keputusan. |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.