LKPD Matematika Kelas 9: Kekongruenan pada Segitiga dan Penerapannya
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 9 dengan topik "Kekongruenan pada Segitiga dan Penerapannya". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Matematika Kelas 9: Kekongruenan pada Segitiga dan Penerapannya
Matematika - Kelas 9
Bab 3 - Pertemuan 9
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Matematika — Kelas 9 (Fase D) Topik: Kekongruenan pada Segitiga dan Penerapannya INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Detektif Segitiga: Menyelidiki Syarat KekongruenanEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapi tabel berikut berdasarkan hasil pengukuranmu pada ketiga pasang segitiga!
2. Berdasarkan hasil penyelidikanmu, tuliskan dengan kata-katamu sendiri apa yang dimaksud dengan masing-masing syarat kekongruenan berikut:
3. Menurut kelompokmu, mengapa penting untuk memperhatikan 'posisi' sudut atau sisi yang sama ketika menentukan kekongruenan? Berikan contoh kasus di mana dua segitiga memiliki dua sisi dan satu sudut yang sama tetapi TIDAK kongruen! Isi tabel dengan 5 kolom (Pasang, Sisi yang Sama, Sudut yang Sama, Kongruen?, Kemungkinan Syarat). Untuk soal uraian dan diskusi, tulis jawaban minimal 3 kalimat per poin. Kegiatan 2: Konstruksi Kongruen: Bangun dan Buktikan!Estimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Syarat kekongruenan apa yang kamu pilih? Jelaskan alasan pemilihanmu dan tuliskan ukuran-ukuran yang kamu gunakan untuk menggambar kedua segitiga. 2. Gambarlah ΔPQR dan ΔSTU pada kotak di bawah ini. Beri label setiap titik sudut dan tuliskan ukuran sisi serta sudut yang relevan pada gambarmu. Ruang gambar 3. Tuliskan notasi kekongruenan kedua segitigamu dengan benar, lalu lengkapi tabel pasangan unsur yang bersesuaian berikut:
4. Transformasi kaku apa yang bisa kamu lakukan pada ΔPQR untuk mendapatkan ΔSTU? (Pilih: translasi, refleksi, atau rotasi — boleh lebih dari satu.) Jelaskan secara singkat bagaimana transformasi tersebut bekerja pada segitigamu. Sediakan kotak gambar ukuran 10×10 cm untuk menggambar kedua segitiga. Isian tabel dibuat 3 kolom (Unsur ΔPQR, Unsur ΔSTU, Ukuran). Jawaban uraian minimal 2–3 kalimat. Kegiatan 3: Kekongruenan di Dunia Nyata: Selesaikan Tantangannya!Estimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Pak Rudi adalah seorang tukang kayu yang sedang membuat dua daun pintu kembar untuk sebuah rumah. Ia memotong dua segitiga dari papan kayu sebagai rangka penguat di sudut pintu. Segitiga pertama memiliki sisi 40 cm, 50 cm, dan 65 cm. Segitiga kedua memiliki sisi 40 cm, 50 cm, dan 65 cm.
2. Sebuah jembatan dirancang dengan struktur rangka berbentuk segitiga seperti gambar. Teknisi menemukan bahwa ΔABC dan ΔDEF memiliki: AB = DE = 3 m, sudut BAC = sudut EDF = 45°, dan sudut ABC = sudut DEF = 60°.
3. Diskusi Kelompok: Sebuah aplikasi desain grafis menggunakan transformasi rotasi untuk membuat motif batik. Sebuah segitiga dirotasi sebesar 120° dan 240° terhadap titik pusatnya untuk menghasilkan pola tiga sayap. Diskusikan bersama kelompokmu:
Tulis jawaban dengan format: Diketahui → Ditanya → Jawab → Kesimpulan. Untuk soal diskusi, tuliskan nama anggota kelompok yang memberi pendapat dan simpulkan jawaban bersama. REFLEKSI1. Dari kegiatan hari ini, syarat kekongruenan mana yang menurutmu paling mudah dibuktikan dalam kehidupan nyata? Berikan satu contoh benda atau situasi di sekitarmu yang menerapkan syarat tersebut! 2. Sebelum pelajaran ini, apa yang kamu bayangkan tentang 'dua segitiga yang sama'? Apakah pemahamanmu berubah setelah mengetahui syarat-syarat kekongruenan? Jelaskan perbedaannya! 3. Bagian mana dari LKPD ini yang paling menantang bagimu? Strategi apa yang kamu gunakan untuk mengatasinya, dan apa yang ingin kamu pelajari lebih lanjut tentang kekongruenan? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.