LKPDPertemuan 8Bab 3Fase DSemester 2

LKPD Matematika Kelas 9: Menjelaskan Karakteristik Transformasi Kaku Berdasarkan Bentuk dan Ukuran Objek

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Matematika kelas 9 dengan topik "Menjelaskan Karakteristik Transformasi Kaku Berdasarkan Bentuk dan Ukuran Objek".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Matematika Kelas 9: Menjelaskan Karakteristik Transformasi Kaku Berdasarkan Bentuk dan Ukuran Objek

Matematika - Kelas 9

Bab 3 Pertemuan 8

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Matematika — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Menjelaskan Karakteristik Transformasi Kaku Berdasarkan Bentuk dan Ukuran Objek

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikMenjelaskan Karakteristik Transformasi Kaku Berdasarkan Bentuk dan Ukuran Objek
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menjelaskan sifat-sifat kekongruenan pada segitiga dan segiempat menggunakan karakteristik transformasi kaku

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap instruksi dan permasalahan dengan saksama bersama teman kelompokmu.
  • Ingat kembali karakteristik dari transformasi kaku (translasi, refleksi, dan rotasi) bahwa bentuk dan ukuran objek tidak berubah.
  • Gunakan penggaris dan busur derajat untuk membuktikan kesamaan ukuran jika diperlukan.
  • Tuliskan penjelasan dan alasan matematis kalian secara runtut pada ruang jawaban yang disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Eksplorasi Sifat Kekongruenan pada Pasangan Segitiga melalui Transformasi Kaku

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas berpetak/milimeter blok
  • Penggaris
  • Pensil warna

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan ilustrasi dua buah segitiga: Segitiga ABC dengan koordinat titik A(1, 1), B(4, 1), C(1, 5) dan Segitiga A'B'C' yang dihasilkan dari translasi sejauh 4 satuan ke kanan dan 2 satuan ke atas sehingga titik-titiknya berada di A'(5, 3), B'(8, 3), C'(5, 7).
  2. Amati panjang sisi-sisi yang bersesuaian: sisi AB dengan A'B', sisi BC dengan B'C', dan sisi AC dengan A'C'.
  3. Amati pula sudut-sudut yang bersesuaian: Sudut A dengan A', Sudut B dengan B', dan Sudut C dengan C'.
  4. Diskusikan mengapa kedua segitiga tersebut dikatakan kongruen dengan mengaitkannya pada sifat transformasi kaku (translasi).

Pertanyaan:

1. Berdasarkan hasil translasi dari Segitiga ABC ke Segitiga A'B'C', bandingkan panjang sisi-sisi yang bersesuaian (AB dengan A'B', BC dengan B'C', AC dengan A'C') dan besar sudut-sudut yang bersesuaian! Tuliskan hasil perbandingannya dalam tabel.

Ruang tabel jawaban

2. Jelaskan mengapa Segitiga ABC dan Segitiga A'B'C' kongruen dengan menggunakan karakteristik transformasi kaku!

Tabel 4 kolom (Unsur Segitiga ABC, Unsur Segitiga A'B'C', Nilai/Ukuran, Kesimpulan Kesamaan) dan 4 baris isian uraian penjelasan konsep.

Kegiatan 2: Menjelaskan Kekongruenan pada Segiempat Melalui Refleksi dan Rotasi

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Penggaris
  • Busur derajat
  • Kertas transparan/kalkir untuk menjiplak bangun datar

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati persegi panjang KLMN dengan panjang KL = 6 cm dan LM = 4 cm.
  2. Bangun kedua, segiempat PQRS, diperoleh dengan memutar (rotasi 90 derajat searah jarum jam) persegi panjang KLMN kemudian dicerminkan (refleksi) terhadap suatu garis.
  3. Selidiki apakah segiempat PQRS kongruen dengan KLMN.
  4. Tuliskan penjelasan mengenai sisi-sisi dan sudut-sudut yang bersesuaian berdasarkan sifat rotasi dan refleksi.

Pertanyaan:

1. Identifikasilah sisi-sisi yang sama panjang dan sudut-sudut yang sama besar antara persegi panjang KLMN dan segiempat PQRS hasil rotasi dan refleksi!

2. Jelaskan bagaimana sifat transformasi kaku (rotasi dan refleksi) membuktikan bahwa segiempat KLMN kongruen dengan segiempat PQRS!

Kolom pendaftaran pasangan sisi dan sudut bersesuaian serta kotak paragraf penjelasan pembuktian sifat kekongruenan segiempat.

Kegiatan 3: Analisis dan Penyimpulan Sifat Kekongruenan Bangun Geometri Berdasarkan Transformasi Kaku

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Buku catatan
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Diskusikan dalam kelompok sebuah kasus: Diberikan jajargenjang ABCD dan jajargenjang EFGH. Diketahui panjang sisi-sisi bersesuaian sama panjang (AB = EF dan BC = FG), tetapi besar sudut A adalah 60° sedangkan besar sudut E adalah 75°.
  2. Tentukan apakah ada transformasi kaku tunggal atau rangkaiannya yang dapat memetakan ABCD tepat berimpit ke EFGH.
  3. Rumuskan simpulan umum mengenai syarat sifat kekongruenan bangun segitiga dan segiempat ditinjau dari karakteristik transformasi kaku.
  4. Selesaikan kegiatan termasuk mengisi pertanyaan refleksi dan mendengarkan penguatan guru sebelum kelas berakhir.

Pertanyaan:

1. Apakah jajargenjang ABCD dan EFGH tersebut kongruen? Jelaskan alasanmu menggunakan karakteristik transformasi kaku!

2. Berdasarkan seluruh eksplorasi pada segitiga dan segiempat, buatlah kesimpulan umum yang menjelaskan hubungan antara sifat-sifat kekongruenan dua bangun datar dengan karakteristik transformasi kaku!

Kolom jawaban diskusi studi kasus (minimal 3 kalimat penjelasan) dan kotak simpulan umum kelompok.

REFLEKSI

1. Bagaimana pemahamanmu mengenai transformasi kaku (translasi, refleksi, rotasi) membantumu memastikan dua bangun segitiga atau segiempat benar-benar kongruen tanpa harus mengukur semua bagian secara berulang?

2. Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling membantumu memahami bahwa bentuk dan ukuran bangun kongruen selalu tetap sama?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.