LKPDPertemuan 6Bab 2Fase DSemester 1

LKPD Matematika Kelas 9: Volume Limas dan Pengaruh Perubahan Proporsional terhadap Volume Bangun Ruang Sisi Datar

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 9 dengan topik "Volume Limas dan Pengaruh Perubahan Proporsional terhadap Volume Bangun Ruang Sisi Datar". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Matematika Kelas 9: Volume Limas dan Pengaruh Perubahan Proporsional terhadap Volume Bangun Ruang Sisi Datar

Matematika - Kelas 9

Bab 2 - Pertemuan 6

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Matematika — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Volume Limas dan Pengaruh Perubahan Proporsional terhadap Volume Bangun Ruang Sisi Datar

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikVolume Limas dan Pengaruh Perubahan Proporsional terhadap Volume Bangun Ruang Sisi Datar
Alokasi Waktu80 Menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menemukan dan menggunakan rumus volume limas segi banyak untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan.
  2. Murid dapat menjelaskan pengaruh perubahan secara proporsional bangun ruang sisi datar terhadap volumenya dan membuat generalisasi pola perubahannya.

PETUNJUK UMUM

  • Awali kegiatan dengan berdoa dan bernapas sejenak agar pikiran lebih fokus dan tenang (mindful).
  • Bentuklah kelompok yang terdiri dari 3-4 orang untuk berkolaborasi.
  • Baca setiap instruksi dengan teliti sebelum mulai mengerjakan.
  • Gunakan alat peraga dengan hati-hati dan jaga kebersihan area belajarmu.
  • Jangan ragu untuk bertanya kepada guru jika ada langkah yang membingungkan.
  • Nikmati proses penemuan ini dengan gembira dan diskusikan setiap ide bersama temanmu!

KEGIATAN

Kegiatan 1: Misteri Beras dan Limas (Menemukan Rumus Volume)

Estimasi: 25 Menit

Alat & Bahan:

  • Model prisma tanpa tutup
  • Model limas tanpa alas (dengan ukuran alas dan tinggi sama dengan prisma)
  • Beras, pasir, atau butiran stirofoam
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Siapkan model prisma dan limas tanpa tutup yang memiliki luas alas dan tinggi yang sama.
  2. Siapkan wadah berisi beras atau pasir.
  3. Isilah model limas dengan beras/pasir sampai benar-benar penuh rata di permukaannya.
  4. Tuangkan beras/pasir dari limas tersebut ke dalam model prisma.
  5. Ulangi langkah 3 dan 4 sampai prisma terisi penuh.
  6. Hitung dan catat berapa kali kamu harus menuangkan beras/pasir dari limas agar prisma penuh.
  7. Diskusikan hasilnya dengan kelompokmu untuk menjawab pertanyaan di bawah ini.

Pertanyaan:

1. Berapa kali proses penuangan beras/pasir dari limas yang dibutuhkan untuk memenuhi prisma?

2. Berdasarkan percobaan tadi, buatlah kalimat dugaan keterkaitan antara volume limas dan volume prisma!

3. Jika luas alas disimbolkan dengan 'A' dan tinggi disimbolkan dengan 't', tuliskan rumus volume limas secara matematis!

Tuliskan jawabanmu pada kotak kosong yang disediakan di bawah setiap pertanyaan. Untuk rumus, tulis dengan huruf yang jelas dan rapi.

Kegiatan 2: Arsitek Cilik: Menghitung Volume Atap Rumah

Estimasi: 25 Menit

Alat & Bahan:

  • Kertas buram/kalkulator (opsional)
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bayangkan kamu adalah seorang arsitek yang sedang merancang atap sebuah pendopo tradisional.
  2. Atap pendopo tersebut berbentuk limas persegi.
  3. Diketahui panjang sisi alas atap adalah 12 meter dan tinggi atap (dari pusat alas ke puncak) adalah 5 meter.
  4. Gunakan rumus volume limas yang telah kamu temukan di Kegiatan 1 untuk menghitung volume ruang udara di dalam atap tersebut.
  5. Tuliskan langkah-langkah penyelesaianmu secara sistematis (Diketahui, Ditanya, Dijawab).

Pertanyaan:

1. Hitunglah luas alas (A) dari atap pendopo tersebut!

2. Berapakah volume (V) ruang udara di dalam atap pendopo tersebut?

Gunakan area bergaris untuk menuliskan perhitunganmu secara berurutan dari atas ke bawah.

Kegiatan 3: Sihir Perbesaran (Pengaruh Perubahan Proporsional)

Estimasi: 30 Menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Sebuah pabrik membuat kotak suvenir berbentuk balok.
  2. Kotak Tipe A (Kecil) memiliki ukuran: panjang 2 cm, lebar 3 cm, dan tinggi 4 cm.
  3. Pabrik ingin membuat Kotak Tipe B (Besar) dengan memperbesar SEMUA ukuran rusuk Kotak Tipe A sebanyak 2 kali lipat.
  4. Hitunglah volume masing-masing kotak, lalu bandingkan hasilnya.
  5. Diskusikan dengan teman kelompokmu untuk menemukan pola (generalisasi) dari perubahan volume ini.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel ukuran dan volume untuk Kotak Tipe A dan Kotak Tipe B!

Ruang tabel jawaban

2. Berapa kali lipat volume Kotak Tipe B dibandingkan dengan volume Kotak Tipe A? (Bagilah Volume B dengan Volume A)

3. Jika ukuran rusuk diperbesar 2 kali, volumenya menjadi 8 kali lipat (karena 8 = 2³). Buatlah generalisasi: Jika sebuah bangun ruang sisi datar semua rusuknya diperbesar 'k' kali lipat, bagaimana pengaruhnya terhadap volume bangun tersebut?

Isi tabel yang disediakan untuk pertanyaan nomor 1. Untuk nomor 2 dan 3, tuliskan kesimpulan diskusimu pada kotak dialog di bawah tabel.

REFLEKSI

1. Dari ketiga kegiatan hari ini, bagian mana yang membuatmu merasa paling tertantang dan bagaimana caramu mengatasinya?

2. Bagaimana perasaanmu saat berhasil menemukan sendiri rumus volume limas melalui percobaan menuang beras/pasir?

3. Coba amati sekitarmu, sebutkan satu benda berbentuk limas atau bangun ruang lain yang jika ukurannya diperbesar, kamu kini tahu cara cepat menghitung perkiraan volume barunya!

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.