LKPD Matematika Kelas 9: Penyelesaian SPLDV dengan Metode Grafik (Bagian 1)
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 9 dengan topik "Penyelesaian SPLDV dengan Metode Grafik (Bagian 1)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Matematika Kelas 9: Penyelesaian SPLDV dengan Metode Grafik (Bagian 1)
Matematika - Kelas 9
Bab 1 - Pertemuan 4
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Matematika — Kelas 9 (Fase D) Topik: Penyelesaian SPLDV dengan Metode Grafik (Bagian 1) INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Berburu Titik Potong SumbuEstimasi: 20 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapi tabel berikut untuk persamaan 2x + y = 6. Ruang tabel jawaban 2. Lengkapi tabel berikut untuk persamaan x − y = 3. Ruang tabel jawaban 3. Mengapa kita perlu menentukan minimal dua titik untuk menggambar grafik persamaan linear? Jelaskan alasanmu. Tabel 2 kolom (Titik potong sumbu-x dan Titik potong sumbu-y) untuk masing-masing persamaan, ditambah ruang kosong 4 baris untuk jawaban uraian nomor 3. Kegiatan 2: Menggambar Dua Garis dalam Satu BidangEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Gambarlah grafik persamaan 2x + y = 6 dan x − y = 3 pada satu bidang koordinat Kartesius yang tersedia. Ruang gambar 2. Berdasarkan grafik yang kamu gambar, tentukan koordinat titik potong kedua garis tersebut. 3. Substitusikan koordinat titik potong yang kamu temukan ke dalam kedua persamaan. Apakah nilai tersebut memenuhi kedua persamaan? Tunjukkan proses verifikasinya. 4. Diskusikan dengan pasanganmu: Apa yang terjadi jika kedua garis tidak berpotongan (sejajar)? Apakah SPLDV tersebut memiliki penyelesaian? Bidang koordinat Kartesius berpetak (grid) ukuran minimal 10×13 kotak dengan sumbu-x dari −2 sampai 7 dan sumbu-y dari −5 sampai 8, ditambah ruang kosong 5 baris untuk verifikasi dan 4 baris untuk diskusi. Kegiatan 3: Tantangan: Temukan Harga Bakso dan Es Teh!Estimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Rina membeli 2 mangkuk bakso dan 1 gelas es teh seharga Rp25.000. Dani membeli 1 mangkuk bakso dan 2 gelas es teh seharga Rp20.000. Jika x menyatakan harga satu mangkuk bakso dan y menyatakan harga satu gelas es teh, tuliskan sistem persamaan linear dua variabel dari permasalahan tersebut. 2. Tentukan titik potong sumbu-x dan sumbu-y untuk masing-masing persamaan yang kamu peroleh. (Petunjuk: gunakan satuan ribuan agar grafik lebih mudah digambar, misal x dan y dalam ribuan rupiah) Ruang tabel jawaban 3. Gambar grafik kedua persamaan pada bidang Kartesius dan tentukan titik potongnya. Berapakah harga satu mangkuk bakso dan satu gelas es teh? Ruang gambar 4. Periksa jawabanmu: substitusikan harga yang kamu temukan ke dalam kedua persamaan awal. Apakah hasilnya sesuai? Tuliskan proses verifikasinya. Ruang isian 2 baris untuk model matematika, tabel 2 baris × 3 kolom (persamaan, titik potong sumbu-x, titik potong sumbu-y), bidang koordinat Kartesius berpetak dengan sumbu-x 0 sampai 22 dan sumbu-y 0 sampai 28 (skala ribuan), serta ruang kosong 5 baris untuk verifikasi. REFLEKSI1. Apa langkah-langkah utama yang perlu dilakukan untuk menyelesaikan SPLDV dengan metode grafik? Coba tuliskan dengan bahasamu sendiri. 2. Dalam kehidupan sehari-hari, kapan kamu pernah menghadapi situasi yang melibatkan dua kondisi sekaligus (seperti soal bakso dan es teh)? Ceritakan contohnya. 3. Menurutmu, apa kelebihan dan keterbatasan metode grafik dibandingkan menghitung langsung? Kapan metode ini paling berguna? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.