LKPDPertemuan 2Bab 1Fase DSemester 1

LKPD Matematika Kelas 9: Menyatakan Situasi Bilangan dan Geometri Sederhana ke dalam Sistem Persamaan Linear Dua Variabel

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Matematika kelas 9 dengan topik "Menyatakan Situasi Bilangan dan Geometri Sederhana ke dalam Sistem Persamaan Linear Dua Variabel".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Matematika Kelas 9: Menyatakan Situasi Bilangan dan Geometri Sederhana ke dalam Sistem Persamaan Linear Dua Variabel

Matematika - Kelas 9

Bab 1 Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Matematika — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Menyatakan Situasi Bilangan dan Geometri Sederhana ke dalam Sistem Persamaan Linear Dua Variabel

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikMenyatakan Situasi Bilangan dan Geometri Sederhana ke dalam Sistem Persamaan Linear Dua Variabel
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menyatakan suatu situasi ke dalam bentuk sistem persamaan linear dua variabel

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap narasi situasi bilangan dan konteks bangun datar dengan teliti.
  • Tentukan besaran yang belum diketahui dan definisikan secara jelas menggunakan dua variabel pemisal (misal x dan y).
  • Ubahlah setiap hubungan atau informasi matematis dalam cerita menjadi persamaan linear dua variabel.
  • Tuliskan pasangan persamaan tersebut ke dalam bentuk sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) dengan format kurung kurawal pembuka.
  • Ingat: Pada LKPD ini fokus utama adalah memodelkan atau menyatakan situasi ke bentuk SPLDV, tidak perlu mencari nilai penyelesaiannya.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menyatakan Teka-Teki Bilangan ke Bentuk SPLDV

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku catatan
  • Alat tulis/pulpen

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati dua teka-teki bilangan berikut secara mandiri atau bersama teman sebangku.
  2. Tentukan pemisalan variabel untuk bilangan pertama dan bilangan kedua secara eksplisit.
  3. Terjemahkan kedua kalimat petunjuk pada setiap teka-teki menjadi bentuk sistem persamaan linear dua variabel.

Pertanyaan:

1. Teka-teki 1: Jumlah dua buah bilangan cacah adalah 45. Selisih antara bilangan yang lebih besar dengan bilangan yang lebih kecil adalah 17. Nyatakan situasi bilangan tersebut ke dalam bentuk sistem persamaan linear dua variabel.

2. Teka-teki 2: Sebuah bilangan bernilai empat lebihnya dari dua kali bilangan yang lain. Jika kedua bilangan tersebut dijumlahkan, hasilnya adalah 52. Nyatakan situasi bilangan tersebut ke dalam bentuk sistem persamaan linear dua variabel.

Tuliskan jawaban pada format terstruktur dua langkah: (1) Langkah Pemisalan: 'Misal x = ... dan y = ...', (2) Langkah Penulisan SPLDV: tuliskan dua persamaan yang diikat dengan tanda kurung kurawal '{'.

Kegiatan 2: Menyatakan Situasi Geometri Sederhana ke Bentuk SPLDV

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku catatan
  • Penggaris
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan ilustrasi hubungan ukuran bangun datar (persegi panjang dan segitiga) pada narasi berikut.
  2. Ingat kembali rumus keliling persegi panjang dan sifat sudut dalam segitiga sebagai hubungan dasar.
  3. Tentukan besaran yang diwakili oleh variabel x dan y.
  4. Nyatakan kedua hubungan ukuran tersebut ke dalam bentuk sistem persamaan linear dua variabel.

Pertanyaan:

1. Situasi Geometri A: Keliling sebidang taman berbentuk persegi panjang adalah 72 meter. Ukuran panjang taman tersebut 6 meter lebih panjang daripada lebarnya. Nyatakan situasi ukuran taman ini ke dalam bentuk sistem persamaan linear dua variabel.

2. Situasi Geometri B: Dua sudut lancip pada sebuah segitiga siku-siku diberi lambang a dan b. Diketahui besar sudut a adalah dua kali besar sudut b ditambah 15 derajat. Nyatakan hubungan kedua ukuran sudut lancip tersebut ke dalam bentuk sistem persamaan linear dua variabel.

Tuliskan jawaban pada kolom bergaris dengan urutan: Identifikasi Variabel, Penulisan Persamaan 1, Penulisan Persamaan 2, dan Bentuk SPLDV akhir.

Kegiatan 3: Analisis dan Verifikasi Pemodelan SPLDV

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar LKPD
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Diskusikan dengan teman kelompokmu (2-3 orang) pernyataan pemodelan berikut.
  2. Tentukan apakah pemodelan yang ditulis oleh siswa dalam narasi sudah tepat atau mengandung kekeliruan.
  3. Tuliskan perbaikan SPLDV yang benar jika ditemukan kekeliruan, beserta alasan logisnya.
  4. Gunakan sisa waktu kegiatan ini untuk melakukan refleksi bersama dan penutupan kelas.

Pertanyaan:

1. Analisis Kasus: Diberikan situasi 'Jumlah umur paman dan tiga kali umur keponakan adalah 60 tahun. Selisih umur paman dan umur keponakan adalah 24 tahun'. Seorang siswa menuliskan model: { x + 3y = 60; y - x = 24 } dengan x = umur paman dan y = umur keponakan. Apakah model tersebut sudah tepat menyatakan situasi? Jelaskan dan nyatakan bentuk SPLDV yang benar.

2. Lengkapi tabel pemodelan berikut agar situasi geometri berikut tertera dalam bentuk aljabar dan SPLDV yang tepat:
Situasi: 'Keliling persegi panjang adalah 50 cm. Lebarnya 5 cm kurangnya dari panjangnya.' Lengkapi baris tabel untuk pemisalan variabel, persamaan 1, persamaan 2, dan bentuk SPLDV gabungan.

Ruang tabel jawaban

Untuk nomor 1, tuliskan paragraf analisis berisi evaluasi dan model perbaikan. Untuk nomor 2, isi tabel 4 baris: [Baris 1: Pemisalan Variabel], [Baris 2: Persamaan Hubungan Keliling], [Baris 3: Persamaan Hubungan Ukuran], [Baris 4: Bentuk SPLDV Lengkap].

REFLEKSI

1. Bagian mana dari situasi cerita (kata kunci kalimat) yang menurutmu paling menantang saat diubah menjadi persamaan aljabar?

2. Mengapa kita perlu mendefinisikan pemisalan variabel secara jelas (misal menyebutkan satuan atau peran objek) sebelum menuliskan persamaannya?

3. Bagaimana caramu memastikan bahwa dua persamaan linear yang kamu tulis sudah benar-benar mewakili dua informasi yang ada dalam cerita?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.