LKPDPertemuan 10Bab 1Fase DSemester 1

LKPD Matematika Kelas 9: Pemodelan dan Penyelesaian Masalah Kontekstual dengan SPLDV (Bagian 1)

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 9 dengan topik "Pemodelan dan Penyelesaian Masalah Kontekstual dengan SPLDV (Bagian 1)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Matematika Kelas 9: Pemodelan dan Penyelesaian Masalah Kontekstual dengan SPLDV (Bagian 1)

Matematika - Kelas 9

Bab 1 - Pertemuan 10

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Matematika — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Pemodelan dan Penyelesaian Masalah Kontekstual dengan SPLDV (Bagian 1)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikPemodelan dan Penyelesaian Masalah Kontekstual dengan SPLDV (Bagian 1)
Alokasi Waktu2 x 40 menit (80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat memodelkan permasalahan kontekstual yang melibatkan dua besaran tidak diketahui ke dalam sistem persamaan linear dua variabel. (elemen: Aljabar)
  2. Murid dapat menyelesaikan model matematika SPLDV dari masalah kontekstual yang berkaitan dengan harga barang, kecepatan, dan situasi sehari-hari lainnya, kemudian menafsirkan hasilnya sesuai konteks. (elemen: Aljabar)

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap kegiatan dengan cermat dan ikuti langkah-langkah yang diberikan.
  • Kalian akan bekerja secara individu dan berkelompok. Pastikan setiap anggota kelompok aktif berdiskusi.
  • Gunakan alat tulis dan kalkulator jika diperlukan. Untuk aktivitas yang membutuhkan grafik, sediakan kertas berpetak atau aplikasi grafik digital.
  • Tuliskan semua jawaban pada lembar kerja atau ruang jawaban yang tersedia dengan rapi.
  • Jika ada kesulitan, diskusikan dengan teman atau tanyakan kepada guru.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Dari Cerita ke Model: Menerjemahkan Masalah Sehari-hari

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar tabel (bisa digambar di buku)
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuklah kelompok berisi 3-4 orang.
  2. Bacalah dua permasalahan di bawah ini dengan saksama. Setiap permasalahan menggambarkan situasi nyata yang melibatkan dua besaran yang belum diketahui.
  3. Diskusikan dan identifikasi: (1) apa yang ditanyakan, (2) besaran apa saja yang belum diketahui, (3) hubungan antarbesaran dalam kalimat matematika.
  4. Lengkapilah tabel yang disediakan untuk setiap permasalahan. Tabel membantu kalian merumuskan model SPLDV.
  5. Setelah model selesai, periksa kembali apakah model sudah benar-benar mewakili cerita. Satu kelompok akan dipilih secara acak untuk mempresentasikan hasilnya.

Pertanyaan:

1. Permasalahan 1: Jajan di Kantin. Andi membeli 2 porsi bakso dan 3 gelas es teh dengan total harga Rp42.000,00. Budi membeli 1 porsi bakso dan 2 gelas es teh di kantin yang sama dengan total harga Rp24.000,00. Berapakah harga satu porsi bakso dan satu gelas es teh? Buatlah model matematika dari permasalahan di atas.

Ruang tabel jawaban

2. Permasalahan 2: Bersepeda Menantang. Dina dan Eka bersepeda dari tempat berbeda menuju titik yang sama. Dina berangkat dari rumahnya yang berjarak 10 km ke titik temu, sedangkan Eka dari rumahnya yang berjarak 14 km. Mereka berdua bersepeda dengan kecepatan tetap. Dina tiba di titik temu bersamaan dengan Eka. Jika selisih kecepatan Dina dan Eka adalah 2 km/jam dan total waktu tempuh keduanya adalah 2 jam, tentukan model matematika yang menggambarkan situasi tersebut. (Petunjuk: jarak = kecepatan × waktu).

Ruang tabel jawaban

Untuk setiap permasalahan, salin dan lengkapi tabel berikut di buku latihan:
| Aspek | Permasalahan 1 (Kantin) | Permasalahan 2 (Sepeda) |
|-------|---------------------------|--------------------------|
| Variabel (definisikan) | ... | ... |
| Persamaan 1 (dari data pertama) | ... | ... |
| Persamaan 2 (dari data kedua) | ... | ... |
| Model SPLDV lengkap | ... | ... |

Kegiatan 2: Selesaikan dan Tafsirkan: Jadi Detektif SPLDV

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas folio
  • Kertas berpetak/penggaris
  • Pensil warna (opsional)
  • Akses ke aplikasi Desmos (jika tersedia)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Masih dalam kelompok yang sama, pilih salah satu model dari Kegiatan 1 (boleh Permasalahan 1 atau 2).
  2. Selesaikan model SPLDV tersebut menggunakan metode campuran (eliminasi dan substitusi) agar hasilnya lebih efisien. Tuliskan langkah-langkahnya secara runtut.
  3. Periksa kembali hasil yang diperoleh: substitusikan nilai variabel ke kedua persamaan untuk memastikan kebenaran.
  4. Diskusikan makna dari hasil perhitungan dalam konteks cerita. Apakah hasil tersebut masuk akal? Misalnya, harga tidak mungkin negatif.
  5. Sajikan juga penyelesaian model tersebut secara grafik. Gunakan kertas berpetak atau aplikasi seperti Desmos. Gambarlah kedua garis dan tunjukkan titik potongnya. Bandingkan dengan hasil aljabar kalian.
  6. Setiap kelompok menuliskan laporan singkat di kertas folio: model, langkah penyelesaian, interpretasi, dan grafik.

Pertanyaan:

1. Tuliskan penyelesaian model SPLDV yang kalian pilih dengan metode campuran (eliminasi-substitusi). Tunjukkan setiap langkah: eliminasi variabel, substitusi nilai, hingga diperoleh himpunan penyelesaian.

2. Buatlah grafik kedua persamaan pada satu bidang koordinat. Tandai titik potongnya. Apakah koordinat titik potong sesuai dengan hasil aljabar? Jelaskan.

Ruang gambar

3. Jika harga bakso naik Rp2.000, bagaimana perubahan model dan penyelesaiannya? (Diskusikan, tidak perlu dihitung detail, cukup jelaskan pengaruhnya).

Tuliskan langkah penyelesaian metode campuran di kertas folio. Untuk grafik, gambarlah di kertas berpetak dengan benar (sumbu dan skala jelas) atau screenshot hasil Desmos, lalu tempelkan.

Kegiatan 3: Kreasi Tantangan SPLDV: Bikin Sendiri, Selesaikan Bareng

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas untuk soal dan kunci jawaban
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bertukar peran: sekarang kelompok kalian akan menjadi pembuat soal. Ciptakan satu permasalahan kontekstual baru yang melibatkan SPLDV.
  2. Tema bebas, misalnya: belanja di pasar, paket data internet, produksi kue, atau perjalanan wisata. Pastikan soal memiliki dua kondisi yang dapat dimodelkan menjadi dua persamaan linear.
  3. Tuliskan soal cerita kalian dengan jelas, lengkapi dengan model matematika dan penyelesaiannya di kertas rahasia (untuk kunci jawaban).
  4. Tukarkan soal cerita (tanpa model dan jawaban) kepada kelompok lain. Setiap kelompok menyelesaikan soal dari kelompok lain dalam waktu 20 menit.
  5. Setelah selesai, kedua kelompok bertemu dan mendiskusikan hasilnya. Bandingkan jawaban penyelesai dengan kunci pembuat soal. Bahas jika ada perbedaan.
  6. Unggah hasil karya terbaik (soal dan penyelesaian) di mading kelas atau platform digital kelas sebagai galeri SPLDV.

Pertanyaan:

1. Tuliskan soal cerita buatan kelompokmu. Pastikan mengandung dua besaran yang tidak diketahui dan dua kondisi linear.

2. Selesaikan soal yang kalian terima dari kelompok lain. Tunjukkan model, metode penyelesaian (bebas), dan interpretasi hasilnya.

Soal cerita dan kunci jawaban rahasia: tulis di kertas terpisah. Penyelesaian soal dari kelompok lain: tulis di lembar kerja baru.

REFLEKSI

1. Apa bagian paling menantang saat mengubah cerita menjadi model matematika? Mengapa?

2. Bagaimana perasaanmu saat berhasil menemukan solusi dari masalah yang tampak rumit?

3. Di mana lagi dalam kehidupan sehari-hari kamu dapat menerapkan pemodelan SPLDV? Berikan satu contoh di luar yang sudah dibahas.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.