LKPD Matematika Kelas 8: Korespondensi Satu-Satu: Pengertian dan Ciri-ciri
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 8 dengan topik "Korespondensi Satu-Satu: Pengertian dan Ciri-ciri". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Matematika Kelas 8: Korespondensi Satu-Satu: Pengertian dan Ciri-ciri
Matematika - Kelas 8
Bab 4 - Pertemuan 9
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Matematika — Kelas 8 (Fase D) Topik: Korespondensi Satu-Satu: Pengertian dan Ciri-ciri INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Menemukan Konsep Korespondensi Satu-Satu dari Kehidupan NyataEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Berdasarkan ilustrasi siswa dan loker, apakah setiap siswa mendapat loker? Apakah setiap loker digunakan oleh siswa? Jelaskan! 2. Tuliskan 3 ciri khusus yang kamu temukan dari pemetaan siswa ke loker tersebut! 3. Berdasarkan temuanmu, tuliskan dengan kata-katamu sendiri apa yang dimaksud dengan korespondensi satu-satu! 4. Temukan 2 contoh lain dari kehidupan sehari-hari yang menunjukkan korespondensi satu-satu! Tulis jawabanmu dalam bentuk paragraf singkat atau poin-poin di bawah setiap pertanyaan. Gunakan bahasamu sendiri untuk menjelaskan konsep. Kegiatan 2: Menentukan Banyaknya Korespondensi Satu-SatuEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapi tabel berikut dengan semua kemungkinan korespondensi satu-satu dari A ke B! Ruang tabel jawaban 2. Berapa banyak korespondensi satu-satu yang dapat dibentuk dari himpunan A ke himpunan B? 3. Perhatikan polanya! Untuk anggota pertama dari A (angka 1), ada berapa pilihan anggota B yang bisa dipasangkan? Setelah itu, untuk anggota kedua (angka 2), berapa pilihan yang tersisa? Dan untuk anggota ketiga? 4. Jika n(A) = n(B) = 4, tanpa menggambar semua diagram, berapa banyak korespondensi satu-satu yang mungkin? Jelaskan cara perhitunganmu! 5. Apakah mungkin membuat korespondensi satu-satu jika n(A) = 3 dan n(B) = 4? Mengapa? Untuk tabel: buat tabel dengan kolom 'Kemungkinan ke-', '1→', '2→', '3→'. Untuk pertanyaan lainnya, tulis jawaban berupa angka atau penjelasan singkat di bawah setiap soal. Kegiatan 3: Aplikasi Korespondensi Satu-Satu dalam Masalah KontekstualEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Masalah 1: Dalam sebuah pertandingan bulu tangkis beregu, ada 4 pemain dari tim A yang akan dipertandingkan melawan 4 pemain dari tim B. Setiap pemain dari tim A akan bertanding tepat satu kali melawan satu pemain dari tim B, dan setiap pemain tim B juga bertanding tepat satu kali. Apakah ini korespondensi satu-satu? Berapa banyak susunan pertandingan yang mungkin? 2. Masalah 2: Sebuah sekolah memiliki 5 piala juara dan 5 lemari pajangan. Setiap piala akan ditempatkan di satu lemari, dan setiap lemari berisi tepat satu piala. Berapakah banyak cara berbeda untuk menempatkan piala-piala tersebut? 3. Buatlah satu diagram panah untuk mengilustrasikan salah satu kemungkinan dari Masalah 1 (4 pemain vs 4 pemain)! Ruang gambar 4. Buatlah satu masalah kontekstual sendiri yang melibatkan korespondensi satu-satu dari kehidupanmu! Sebutkan dua himpunannya dan berapa banyak korespondensi satu-satu yang mungkin. Tulis jawaban berupa penjelasan singkat, perhitungan matematis, dan diagram panah sederhana di tempat yang disediakan. Untuk pertanyaan terakhir, gunakan kreativitasmu untuk membuat masalah yang menarik! REFLEKSI1. Apa hal paling menarik yang kamu pelajari hari ini tentang korespondensi satu-satu? 2. Bagaimana pemahaman tentang korespondensi satu-satu dapat membantumu dalam menyelesaikan masalah sehari-hari? Berikan contoh konkret! 3. Apakah ada bagian dari materi hari ini yang masih membuatmu penasaran atau ingin kamu pelajari lebih lanjut? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.