LKPDPertemuan 1Bab 3Fase DSemester 1

LKPD Matematika Kelas 8: Menyatakan Kalimat Terbuka dan Situasi Sederhana ke dalam Bentuk Aljabar Persamaan Linear Satu Variabel

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Matematika kelas 8 dengan topik "Menyatakan Kalimat Terbuka dan Situasi Sederhana ke dalam Bentuk Aljabar Persamaan Linear Satu Variabel".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Matematika Kelas 8: Menyatakan Kalimat Terbuka dan Situasi Sederhana ke dalam Bentuk Aljabar Persamaan Linear Satu Variabel

Matematika - Kelas 8

Bab 3 Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Matematika — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Menyatakan Kalimat Terbuka dan Situasi Sederhana ke dalam Bentuk Aljabar Persamaan Linear Satu Variabel

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikMenyatakan Kalimat Terbuka dan Situasi Sederhana ke dalam Bentuk Aljabar Persamaan Linear Satu Variabel
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menyatakan suatu situasi ke dalam bentuk aljabar berupa persamaan linear satu variabel

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap narasi situasi dengan cermat secara mandiri maupun dalam kelompok.
  • Tentukan hal yang belum diketahui nilainya dan tetapkan sebagai suatu variabel (misalnya x, y, atau p).
  • Ubahlah hubungan antarnilai dalam situasi tersebut menjadi bentuk aljabar persamaan linear satu variabel yang memuat tanda sama dengan (=).
  • Fokus utama lembar kerja ini adalah menyatakan situasi ke bentuk persamaan aljabar, tidak perlu menyelesaikan atau mencari nilai variabelnya.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Eksplorasi Kalimat Terbuka dan Pemisalan Variabel

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Buku catatan Matematika

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati tiga kalimat situasi sederhana yang disajikan pada tabel.
  2. Identifikasi besaran yang belum diketahui nilainya pada masing-masing situasi.
  3. Pilihlah satu simbol huruf (variabel) untuk mewakili besaran tersebut.
  4. Tuliskan pernyataan hubungan bilangannya ke dalam bentuk aljabar menggunakan tanda hubung sama dengan (=).

Pertanyaan:

1. Lengkapilah tabel analisis situasi berikut dengan menuliskan besaran yang belum diketahui, pemisalan variabel, dan bentuk aljabar persamaan linear satu variabelnya:

  1. Situasi A: Suatu bilangan jika ditambah 7 hasilnya sama dengan 15.
  2. Situasi B: Keliling sebuah persegi yang panjang sisinya belum diketahui adalah 36 cm.
  3. Situasi C: Tiga kali banyak kelereng Doni dikurangi 4 butir bernilai sama dengan 20 butir.
Ruang tabel jawaban

Isilah pada tabel 4 kolom berikut:
| Situasi | Besaran Belum Diketahui | Pemisalan Variabel | Bentuk Aljabar (PLSV) |
| Situasi A | ... | ... | ... |
| Situasi B | ... | ... | ... |
| Situasi C | ... | ... | ... |

Kegiatan 2: Menyatakan Situasi Keseharian ke Bentuk Persamaan Linear Satu Variabel

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bekerjalah berpasangan untuk mendiskusikan situasi kontekstual di bawah ini.
  2. Temukan hubungan kesetaraan nilai pada cerita belanja dan tabungan.
  3. Nyatakan cerita tersebut secara tepat ke dalam bentuk aljabar persamaan linear satu variabel.

Pertanyaan:

1. Rina membeli 4 buku tulis yang harganya sama. Ia membayar dengan uang Rp50.000,00 dan menerima uang kembalian sebesar Rp14.000,00. Jika harga satu buku tulis dinyatakan dengan b rupiah, nyatakan situasi tersebut ke dalam bentuk aljabar persamaan linear satu variabel!

2. Pak Budi membagikan uang tabungan sebesar Rp120.000,00 secara merata kepada sejumlah anaknya. Masing-masing anak menerima uang sebesar Rp30.000,00. Jika banyak anak dinyatakan dengan n, nyatakan situasi ini ke dalam bentuk aljabar persamaan linear satu variabel!

3. Sebuah segitiga sama kaki memiliki panjang alas 10 cm dan dua sisi lainnya sama panjang. Keliling segitiga tersebut adalah 34 cm. Jika panjang sisi yang sama dinyatakan dengan y cm, nyatakan situasi tersebut ke dalam bentuk aljabar persamaan linear satu variabel!

Tuliskan langkah pemisalan variabel dan bentuk aljabar persamaan linear satu variabel secara berurutan untuk butir 1, 2, dan 3.

Kegiatan 3: Tantangan Memilih dan Menyusun Persamaan Linear Satu Variabel

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Periksa dua situasi cerita yang diberikan secara seksama.
  2. Analisis komponen aljabar (variabel, koefisien, konstanta, dan tanda sama dengan).
  3. Nyatakan situasi tersebut ke dalam bentuk persamaan linear satu variabel yang tepat.
  4. Waktu kegiatan ini sudah mencakup pengisian refleksi individu dan penutupan kelas.

Pertanyaan:

1. Umur Fahri saat ini adalah p tahun. Umur ayahnya adalah 3 kali umur Fahri. Jika jumlah umur Fahri dan ayahnya adalah 48 tahun, nyatakan situasi jumlah umur tersebut ke dalam bentuk aljabar persamaan linear satu variabel!

2. Harga sebuah tiket bioskop untuk orang dewasa adalah dua kali lipat dari harga tiket anak-anak. Pak Radit membeli 1 tiket dewasa dan 3 tiket anak-anak dengan total pembayaran Rp150.000,00. Jika harga satu tiket anak-anak dinyatakan dengan x rupiah, nyatakan situasi total pembayaran tersebut ke dalam bentuk aljabar persamaan linear satu variabel!

Tuliskan pemisalan besaran dan bentuk persamaan aljabar akhir di lembar bergaris yang disediakan untuk soal 1 dan 2.

REFLEKSI

1. Langkah apa yang paling membantumu mengenali besaran yang harus diubah menjadi variabel dalam sebuah cerita?

2. Menurutmu, mengapa sebuah persamaan linear satu variabel selalu membutuhkan tanda sama dengan (=) dan hanya memiliki satu jenis variabel berpangkat satu?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.