LKPDPertemuan 5Bab 2Fase DSemester 1

LKPD Matematika Kelas 8: Kebalikan Teorema Pythagoras untuk Menentukan Jenis Segitiga

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 8 dengan topik "Kebalikan Teorema Pythagoras untuk Menentukan Jenis Segitiga". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Matematika Kelas 8: Kebalikan Teorema Pythagoras untuk Menentukan Jenis Segitiga

Matematika - Kelas 8

Bab 2 - Pertemuan 5

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Matematika — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Kebalikan Teorema Pythagoras untuk Menentukan Jenis Segitiga

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikKebalikan Teorema Pythagoras untuk Menentukan Jenis Segitiga
Alokasi Waktu90 menit (2 x 45 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menggunakan kebalikan teorema Pythagoras untuk menentukan apakah suatu segitiga dengan tiga panjang sisi yang diketahui merupakan segitiga siku-siku.
  2. Murid dapat membedakan segitiga siku-siku, segitiga lancip, dan segitiga tumpul berdasarkan hubungan c², a², dan b² dari ketiga sisinya.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk kegiatan dengan teliti sebelum mulai mengerjakan.
  • Siapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk setiap kegiatan.
  • Kerjakan secara mandiri atau berkelompok sesuai instruksi.
  • Tulis jawabanmu dengan lengkap dan rapi pada ruang yang disediakan.
  • Jika ada yang kurang jelas, jangan ragu bertanya kepada guru.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Membuat dan Mengamati Segitiga dari Benang

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas berpetak
  • Benang
  • Penggaris
  • Bolpoin
  • Lem
  • Gunting
  • Busur derajat (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuk kelompok yang terdiri dari 3-4 orang.
  2. Siapkan kertas berpetak, benang, penggaris, bolpoin, dan lem.
  3. Buatlah garis pada kertas berpetak dengan ukuran: 6 kotak satuan, 8 kotak satuan, 10 kotak satuan, 12 kotak satuan, dan 13 kotak satuan.
  4. Potong benang sesuai dengan panjang garis yang telah dibuat (5 potongan benang).
  5. Buatlah dua segitiga: Segitiga A dari benang ukuran 6, 8, dan 10 kotak satuan, lalu Segitiga B dari benang ukuran 5, 12, dan 13 kotak satuan.
  6. Rekatkan kedua segitiga pada kertas berpetak menggunakan lem.
  7. Amati bentuk segitiga yang terbentuk dan ukur sudut-sudutnya menggunakan busur derajat (jika ada).
  8. Catat hasil pengamatanmu pada tabel yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel pengamatan berikut berdasarkan segitiga yang telah kalian buat!

Ruang tabel jawaban

2. Apa yang dapat kalian simpulkan tentang hubungan antara c² dengan a²+b² pada kedua segitiga tersebut?

3. Berdasarkan pengamatanmu, buatlah kesimpulan tentang kebalikan teorema Pythagoras!

Tabel 5 kolom: Segitiga, Panjang Sisi (a, b, c), a², b², c², a²+b², Hubungan c² dengan a²+b², Jenis Sudut Terbesar. Uraian ditulis dalam 3-5 kalimat lengkap.

Kegiatan 2: Menyelidiki Jenis-Jenis Segitiga Berdasarkan Kuadrat Sisi

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Kalkulator
  • Bolpoin
  • Kertas buram untuk coret-coretan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan tabel yang berisi berbagai tripel bilangan di bawah ini.
  2. Untuk setiap tripel bilangan, hitung nilai a², b², dan c² (c adalah bilangan terbesar).
  3. Bandingkan nilai c² dengan a²+b² untuk menentukan hubungannya (c² > a²+b², c² = a²+b², atau c² < a²+b²).
  4. Tentukan jenis segitiga yang terbentuk berdasarkan hubungan tersebut.
  5. Lengkapi tabel dan jawab pertanyaan yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel analisis berikut untuk menentukan jenis segitiga!

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan tabel yang telah kalian lengkapi, jelaskan hubungan antara c², a²+b² dengan jenis segitiga yang terbentuk!

3. Menurutmu, mengapa hubungan kuadrat sisi-sisi segitiga dapat menentukan jenis segitiga? Diskusikan dengan kelompokmu dan tuliskan penjelasanmu!

Tabel 5 kolom: Tripel (a,b,c), c², a²+b², Hubungan, Jenis Segitiga. Tripel yang dianalisis: (3,4,5), (7,8,9), (6,7,11), (8,15,17), (5,6,9). Uraian dan diskusi ditulis 4-6 kalimat.

Kegiatan 3: Menerapkan Kebalikan Teorema Pythagoras dalam Masalah Nyata

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Kalkulator
  • Bolpoin

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah setiap soal cerita dengan teliti.
  2. Identifikasi panjang ketiga sisi segitiga dalam soal.
  3. Gunakan kebalikan teorema Pythagoras untuk menentukan jenis segitiga.
  4. Tuliskan langkah perhitunganmu dengan lengkap.
  5. Berikan kesimpulan yang jelas untuk setiap soal.

Pertanyaan:

1. Seorang tukang bangunan ingin membuat fondasi berbentuk segitiga dengan panjang sisi 9 m, 12 m, dan 15 m. Apakah fondasi tersebut membentuk sudut siku-siku? Tunjukkan perhitunganmu!

2. Sebuah taman berbentuk segitiga dengan panjang sisi 7 m, 8 m, dan 10 m. Tentukan jenis segitiga taman tersebut!

3. Pak Budi memiliki sebidang tanah berbentuk segitiga dengan panjang sisi 5 m, 6 m, dan 10 m. Jenis segitiga apakah tanah Pak Budi? Jelaskan dengan perhitungan!

4. Buatlah satu contoh masalah nyata dari kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan penentuan jenis segitiga menggunakan kebalikan teorema Pythagoras! Selesaikan masalah yang kalian buat!

Setiap soal dijawab dengan format: Diketahui, Perhitungan (lengkap dengan langkah), Kesimpulan. Minimal 4-5 kalimat per soal.

REFLEKSI

1. Apa hal paling menarik yang kamu pelajari hari ini tentang kebalikan teorema Pythagoras?

2. Bagaimana kebalikan teorema Pythagoras dapat membantu dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam bidang konstruksi atau desain?

3. Apakah ada kesulitan yang kamu hadapi saat mengerjakan LKPD ini? Bagaimana kamu mengatasinya?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.