LKPD Matematika Kelas 7: Latihan dan Pemantapan: Kesebangunan pada Segitiga dan Bangun Datar
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 7 dengan topik "Latihan dan Pemantapan: Kesebangunan pada Segitiga dan Bangun Datar". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Matematika Kelas 7: Latihan dan Pemantapan: Kesebangunan pada Segitiga dan Bangun Datar
Matematika - Kelas 7
Bab 5 - Pertemuan 12
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Matematika — Kelas 7 (Fase D) Topik: Latihan dan Pemantapan: Kesebangunan pada Segitiga dan Bangun Datar INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Detektif Kesebangunan: Aku Tahu Siapa Kamu!Estimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Pasangan A — △PQR dengan sisi PQ = 4 cm, QR = 6 cm, PR = 8 cm, dan △STU dengan sisi ST = 6 cm, TU = 9 cm, SU = 12 cm. Tentukan: (a) rasio setiap pasangan sisi yang berpadanan, (b) apakah besar sudut-sudut yang berpadanan sama? (c) apakah kedua segitiga sebangun? Tuliskan pernyataan kesebangunan dengan urutan huruf yang tepat. 2. Pasangan B — Persegi panjang ABCD dengan AB = 5 cm dan BC = 3 cm, serta persegi panjang EFGH dengan EF = 10 cm dan FG = 7 cm. (a) Hitung rasio sisi panjang dan rasio sisi lebar. (b) Apakah kedua persegi panjang ini sebangun? Jelaskan dengan bukti perhitungan. 3. Lengkapi tabel berikut berdasarkan jawabanmu di nomor 1 dan 2, lalu tambahkan satu pasangan bangun datar yang kamu buat sendiri (boleh segitiga atau segiempat). Kolom tabel: Pasangan Bangun | Rasio Sisi Berpadanan | Sudut Berpadanan Sama? | Sebangun? (Ya/Tidak) | Penulisan Kesebangunan Ruang tabel jawaban 4. Dari kegiatanmu di atas, tuliskan dengan kalimatmu sendiri: apa dua syarat utama agar dua segitiga dikatakan sebangun? Tulis jawaban nomor 1 dan 2 dalam format uraian berurutan (a, b, c). Untuk nomor 3, buat tabel 5 kolom dengan minimal 3 baris. Untuk nomor 4, tulis paragraf minimal 3 kalimat. Kegiatan 2: Klinik Miskonsepsi: Temukan dan Perbaiki Kesalahannya!Estimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Kasus 1 — 'Jawaban Budi': Budi melihat △ABC (∠A=50°, ∠B=60°, ∠C=70°) dan △DEF yang digambar terbalik/dirotasi (∠D=70°, ∠E=50°, ∠F=60°). Budi menyimpulkan: 'Kedua segitiga TIDAK sebangun karena urutan sudutnya berbeda: 50-60-70 tidak sama dengan 70-50-60.' Apakah Budi benar? (a) Identifikasi kesalahan Budi, (b) Jelaskan konsep yang benar, (c) Tuliskan pernyataan kesebangunan yang tepat dengan mencocokkan sudut-sudut yang berpadanan. 2. Kasus 2 — 'Jawaban Siti': Siti ingin memperbesar foto persegi panjang berukuran 4 cm × 3 cm. Ia memperbesar lebar menjadi 8 cm tetapi lupa mengunci rasio, sehingga tinggi tetap 3 cm. Siti berkata: 'Hasilnya tetap sebangun karena itu masih persegi panjang.' Apakah Siti benar? (a) Hitung rasio sisi sebelum dan sesudah pembesaran. (b) Jelaskan mengapa hasil pembesaran Siti tidak sebangun dengan aslinya. (c) Berapa seharusnya tinggi foto hasil perbesaran agar sebangun? 3. Kasus 3 — 'Jawaban Rian': Diberikan △KLM dan △NOP. Rian mengukur: KL/NO = 6/4 = 3/2, LM/OP = 9/6 = 3/2, KM/NP = 12/8 = 3/2. Rian menyimpulkan: '△KLM sebangun dengan △NOP karena rasio sisinya sama.' Namun Rian menulis: △KLM ~ △PON. Apakah ada yang perlu diperbaiki dari pekerjaan Rian? Jelaskan. 4. Berdasarkan ketiga kasus di atas, buatlah 'Daftar Peringatan Kesebangunan' — yaitu daftar 3 kesalahan yang paling sering terjadi beserta cara menghindarinya. Tuliskan dalam format: Kesalahan | Cara Menghindari. Ruang tabel jawaban Untuk nomor 1-3, tulis dalam format bernomor (a), (b), (c) per kasus. Untuk nomor 4, buat tabel 2 kolom: 'Kesalahan Umum' dan 'Cara Menghindari', isi minimal 3 baris. Kegiatan 3: Tantangan Nyata: Kesebangunan di Sekitarku!Estimasi: 20 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Pak Arman ingin mengetahui tinggi sebuah pohon tanpa memanjatnya. Ia berdiri sejauh 12 m dari pohon. Tongkatnya sepanjang 1,5 m ia tancapkan tegak di tanah sejauh 3 m di depannya (antara Pak Arman dan pohon). Ujung atas tongkat dan ujung atas pohon terlihat segaris lurus dari mata Pak Arman. Tinggi mata Pak Arman dari tanah adalah 1,6 m. (a) Gambarlah sketsa situasi ini dan tandai segitiga-segitiga yang terbentuk. (b) Identifikasi dua segitiga yang sebangun dan tuliskan pernyataan kesebangunannya. (c) Hitung tinggi pohon tersebut. Tunjukkan langkah-langkahmu. Ruang gambar 2. Sebuah foto berukuran 4 cm × 6 cm akan dicetak ulang dalam tiga ukuran berbeda: Ukuran X: 8 cm × 12 cm | Ukuran Y: 6 cm × 10 cm | Ukuran Z: 10 cm × 15 cm. (a) Untuk setiap ukuran, hitung rasio panjang dan rasio lebar terhadap foto asli. (b) Tentukan ukuran mana saja yang sebangun dengan foto asli. (c) Jelaskan apa yang terjadi pada tampilan foto yang tidak sebangun — apakah gambarnya terlihat normal? Ruang tabel jawaban 3. DISKUSI KELOMPOK — Setelah menyelesaikan soal 1 dan 2, diskusikan bersama kelompokmu: Mengapa konsep kesebangunan penting dalam kehidupan nyata? Sebutkan minimal 3 contoh penggunaan kesebangunan di luar matematika (misalnya: arsitektur, fotografi, peta, dll.) dan jelaskan bagaimana konsep ini diterapkan di sana. Nomor 1: sediakan kotak gambar sketsa (±6×6 cm), lalu tulis penyelesaian di bawahnya secara bernomor. Nomor 2: buat tabel 4 kolom (Ukuran, Rasio Panjang, Rasio Lebar, Sebangun?) dengan 3 baris data, tambahkan penjelasan nomor (c) di bawah tabel. Nomor 3: tulis hasil diskusi dalam format poin bernomor, sertakan nama anggota kelompok. REFLEKSI1. Dari ketiga kegiatan hari ini, bagian mana yang paling menantang untukmu? Apa yang membuatnya sulit, dan apa yang kamu lakukan untuk mengatasinya? 2. Coba pikirkan satu benda atau situasi di lingkungan sekitarmu (di rumah, sekolah, atau jalan) yang melibatkan konsep kesebangunan. Jelaskan bagaimana konsep itu bekerja di sana. 3. Sebelum pelajaran hari ini, apakah kamu pernah tanpa sadar membuat kesalahan seperti yang ada di Kegiatan 2? Sekarang, apa yang akan kamu ingat agar tidak mengulangi kesalahan tersebut? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.