LKPDPertemuan 1Bab 4Fase DSemester 2

LKPD Matematika Kelas 7: Menyatakan Situasi Kuantitas yang Berubah-ubah Menggunakan Variabel

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Matematika kelas 7 dengan topik "Menyatakan Situasi Kuantitas yang Berubah-ubah Menggunakan Variabel".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Matematika Kelas 7: Menyatakan Situasi Kuantitas yang Berubah-ubah Menggunakan Variabel

Matematika - Kelas 7

Bab 4 Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Matematika — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Menyatakan Situasi Kuantitas yang Berubah-ubah Menggunakan Variabel

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikMenyatakan Situasi Kuantitas yang Berubah-ubah Menggunakan Variabel
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menyatakan suatu situasi ke dalam bentuk aljabar menggunakan variabel

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap situasi masalah dengan teliti dan cermati kuantitas yang nilainya dapat berubah-ubah.
  • Tentukan huruf (variabel) yang sesuai untuk mewakili kuantitas yang berubah tersebut.
  • Tuliskan bentuk aljabar dari setiap situasi dengan mengikuti instruksi pada lembar kerja.
  • Kerjakan secara mandiri dan diskusikan hasil temuanmu dengan teman sebangku bila diminta.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Aktivitas 1: Menemukan Variabel dari Kuantitas yang Berubah

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis (pulpen/pensil)
  • Buku catatan murid

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati tiga situasi belanja dan kegiatan harian di bawah ini.
  2. Identifikasi kuantitas mana yang nilainya tetap dan kuantitas mana yang nilainya berubah-ubah.
  3. Tentukan satu huruf sebagai variabel untuk kuantitas yang berubah-ubah tersebut, lalu nyatakan totalnya dalam bentuk aljabar sederhana.

Pertanyaan:

1. Situasi A: Rian membeli sejumlah buku tulis di koperasi sekolah. Harga setiap buku tulis adalah Rp3.000,00. Tentukan kuantitas yang berubah-ubah, tetapkan simbol variabelnya, dan nyatakan total biaya pembelian buku tulis tersebut ke dalam bentuk aljabar!

2. Situasi B: Sebuah bus pariwisata sudah terisi 15 orang penumpang. Di halte berikutnya, naik beberapa orang penumpang lagi. Tentukan kuantitas yang berubah-ubah, tetapkan simbol variabelnya, dan nyatakan total banyak penumpang di dalam bus sekarang ke dalam bentuk aljabar!

3. Situasi C: Siti memiliki tabungan awal sebesar Rp50.000,00. Setiap hari ia menyisihkan uang sakunya dengan jumlah yang sama untuk ditabung selama beberapa hari. Tentukan kuantitas yang berubah-ubah bila setiap hari ia menabung Rp5.000,00, tetapkan simbol variabel untuk harinya, dan nyatakan total tabungan Siti ke dalam bentuk aljabar!

Tuliskan jawaban pada format tiga baris per nomor: (1) Kuantitas berubah = ..., (2) Pemilihan variabel = huruf ..., (3) Bentuk aljabar = ...

Kegiatan 2: Aktivitas 2: Memodelkan Situasi Majemuk ke Bentuk Aljabar

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Penggaris

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah situasi-situasi kontekstual berikut yang memuat lebih dari satu operasi hitung.
  2. Nyatakan setiap situasi ke dalam bentuk aljabar menggunakan variabel huruf kecil yang bermakna.
  3. Lengkapi tabel analisis situasi dan bentuk aljabar yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel pemodelan bentuk aljabar untuk situasi berikut:

  1. Kakak membeli 4 kotak pensil dan 3 pensil lepas. Setiap kotak berisi pensil dalam jumlah yang sama (nyatakan banyak pensil per kotak dengan p).
  2. Total panjang pita 100 cm dipotong sebanyak 3 potong dengan ukuran panjang yang sama (nyatakan panjang setiap potongan dengan x).
  3. Tarif awal buka pintu taksi adalah Rp10.000,00 ditambah biaya Rp4.000,00 untuk setiap kilometer perjalanan (nyatakan jarak tempuh dalam km dengan k).
  4. Sebuah keranjang berisi mangga dibagikan merata kepada 5 anak, kemudian masing-masing anak mendapat tambahan 2 mangga dari ibu (nyatakan isi awal keranjang mangga dengan m).
Ruang tabel jawaban

2. Diskusikan bersama teman sebangku: Mengapa situasi nomor 2 menggunakan tanda operasi pengurangan, sedangkan situasi nomor 3 menggunakan tanda operasi penjumlahan? Tuliskan penjelasan ringkas hasil diskusimu!

Tabel 4 baris dengan kolom: (1) Nomor Situasi, (2) Kuantitas yang Diwakili Huruf, (3) Variabel yang Dipilih, (4) Bentuk Aljabar Akhir; serta 1 kotak paragraf uraian singkat untuk hasil diskusi.

Kegiatan 3: Aktivitas 3: Merancang Situasi Mandiri dan Refleksi Penutup

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Buatlah pemodelan aljabar dari konteks kehidupan sehari-hari di sekitarmu (lingkungan sekolah atau rumah).
  2. Tuliskan situasi naratif yang kamu pilih, definisikan variabelnya, lalu nyatakan ke dalam bentuk aljabar yang tepat.
  3. Selesaikan kegiatan dengan menjawab butir refleksi diri dan mendengarkan penguatan penutup dari guru.

Pertanyaan:

1. Buatlah SATU situasi kontekstual mandiri yang melibatkan kuantitas yang nilainya berubah-ubah di kantin sekolah atau toko fotokopi. Tentukan kuantitas yang berubah, pilih simbol variabelnya, dan tuliskan bentuk aljabar yang menyatakan situasi tersebut!

2. Perhatikan bentuk aljabar: 25 - 2n. Nyatakan kembali bentuk aljabar tersebut menjadi sebuah kalimat situasi cerita sederhana tentang barang yang berkurang!

Dua kotak uraian bergaris untuk narasi situasi, identifikasi variabel, dan penulisan bentuk aljabar.

REFLEKSI

1. Apa arti penting penggunaan huruf (variabel) saat kamu menyatakan situasi sehari-hari yang nilainya tidak pasti atau berubah-ubah?

2. Langkah apa yang menurutmu paling menantang ketika mengubah kalimat cerita biasa menjadi bentuk aljabar?

3. Apakah kamu sudah dapat membedakan kapan suatu situasi dinyatakan dengan operasi penjumlahan, pengurangan, atau perkalian aljabar?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.