LKPDPertemuan 4Bab 3Fase CSemester 2

LKPD Matematika Kelas 6: Menggambar Kubus dan Balok pada Kertas Isometrik

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 6 dengan topik "Menggambar Kubus dan Balok pada Kertas Isometrik". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Matematika Kelas 6: Menggambar Kubus dan Balok pada Kertas Isometrik

Matematika - Kelas 6

Bab 3 - Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Matematika — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Menggambar Kubus dan Balok pada Kertas Isometrik

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMenggambar Kubus dan Balok pada Kertas Isometrik
Alokasi Waktu70 menit
Tipe Aktivitascampuran (pengamatan, eksplorasi, menggambar, diskusi)
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menggambar representasi dua dimensi kubus dan balok pada kertas isometrik berdasarkan bangun tiga dimensi yang diberikan.
  2. Murid dapat menggambar gabungan beberapa kubus pada kertas isometrik dengan proporsi yang tepat.

PETUNJUK UMUM

  • Siapkan kertas isometrik, pensil, penggaris, dan penghapus sebelum mulai.
  • Baca setiap petunjuk kegiatan dengan seksama sebelum mengerjakan.
  • Boleh berdiskusi dengan teman sekelompok, tetapi setiap murid mengerjakan dan menggambar di lembarnya sendiri.
  • Gunakan titik-titik pada kertas isometrik sebagai panduan — jangan menggambar di luar pola titik.
  • Jika ada langkah yang belum dipahami, angkat tangan dan tanyakan kepada guru.
  • Jaga kebersihan lembar kerja: gambar dengan rapi dan beri label pada setiap gambar yang kamu buat.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Mengenal Kertas Isometrik dan Cara Menggambar Kubus

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas isometrik (1 lembar per murid)
  • Pensil
  • Penggaris
  • Penghapus
  • Kartu contoh gambar kubus isometrik (disiapkan guru)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati kertas isometrik yang ada di hadapanmu. Perhatikan bahwa titik-titiknya membentuk pola segitiga sama sisi, berbeda dengan kertas berpetak biasa.
  2. Perhatikan contoh gambar kubus pada kertas isometrik yang ditampilkan guru (atau pada kartu contoh yang dibagikan). Amati: garis mana yang menunjukkan sisi atas, sisi kanan, dan sisi kiri kubus?
  3. Ikuti langkah menggambar kubus di kertas isometrikmu: (a) Mulai dari satu titik di tengah kertas — ini adalah sudut depan atas kubus. (b) Tarik garis ke kanan-bawah sejauh 2 satuan mengikuti arah titik isometrik — ini sisi kanan atas. (c) Tarik garis ke kiri-bawah sejauh 2 satuan dari titik yang sama — ini sisi kiri atas. (d) Tarik garis lurus ke bawah sejauh 2 satuan — ini sisi depan. (e) Lengkapi keempat sisi lain mengikuti arah titik isometrik hingga kubus terbentuk. (f) Arsir atau tebalkan garis tepi agar gambar terlihat jelas.
  4. Beri label 'Kubus 1' di bawah gambarmu.
  5. Ulangi langkah di atas untuk membuat satu kubus lagi dengan ukuran 3 satuan. Beri label 'Kubus 2'.
  6. Jawab pertanyaan-pertanyaan berikut berdasarkan pengamatanmu.

Pertanyaan:

1. Berapa banyak garis yang kamu gambar untuk membentuk satu kubus di kertas isometrik? Sebutkan arah-arah garis tersebut (contoh: ke bawah, ke kanan-bawah, ke kiri-bawah).

2. Perhatikan Kubus 1 (2 satuan) dan Kubus 2 (3 satuan) yang kamu gambar. Apa perbedaan yang kamu amati dari kedua gambar tersebut?

3. Mengapa kertas isometrik lebih mudah digunakan untuk menggambar kubus dibanding kertas biasa? Jelaskan pendapatmu.

Gambar Kubus 1 dan Kubus 2 langsung di area kertas isometrik yang tersedia. Jawaban pertanyaan ditulis di kotak jawaban di bawah masing-masing nomor pertanyaan (format paragraf singkat, 2–4 kalimat).

Kegiatan 2: Dari Benda Nyata ke Gambar Isometrik

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas isometrik (1 lembar per murid)
  • Model kubus atau balok (kayu/plastik, atau kotak yang tersedia di kelas)
  • Pensil
  • Penggaris
  • Penghapus

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ambil atau amati model kubus/balok yang disiapkan di mejamu (atau perhatikan foto/gambar benda 3D yang ditampilkan guru).
  2. Pilih salah satu benda: (a) sebuah kubus atau (b) sebuah balok.
  3. Amati benda dari depan-atas-kanan sehingga kamu dapat melihat tiga sisinya sekaligus (tampilan isometrik).
  4. Di kertas isometrikmu, gambar representasi dua dimensi benda tersebut dengan langkah: (a) Tentukan titik awal (sudut depan atas). (b) Gambar rusuk-rusuk yang menuju kanan-bawah, kiri-bawah, dan lurus ke bawah sesuai ukuran/proporsi benda. (c) Lengkapi semua rusuk yang terlihat dengan garis penuh, dan rusuk yang tersembunyi (tidak terlihat) dengan garis putus-putus.
  5. Beri label nama benda dan tandai ketiga sisi yang terlihat: 'Sisi Atas', 'Sisi Kanan', 'Sisi Kiri'.
  6. Setelah selesai, tukar lembar kerjamu dengan teman sebangku dan minta ia menebak benda apa yang kamu gambar.
  7. Isi tabel perbandingan pada pertanyaan di bawah ini.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel berikut berdasarkan benda yang kamu gambar dan benda yang digambar temanmu:

AspekGambarkuGambar Temanku
Nama benda......
Jumlah rusuk yang terlihat......
Bentuk setiap sisi yang tampak......
Apakah ada garis putus-putus?......

2. Apa perbedaan utama antara menggambar kubus dan menggambar balok di kertas isometrik? Jelaskan berdasarkan pengalamanmu tadi.

3. Apakah temanmu berhasil menebak benda yang kamu gambar? Jika ya, menurutmu apa yang membuat gambarmu mudah dikenali? Jika tidak, apa yang menurutmu perlu diperbaiki?

Gambar benda di area kertas isometrik yang telah disediakan (beri kotak gambar berukuran sekitar 8×8 cm). Jawaban tabel ditulis di tabel yang tersedia. Jawaban pertanyaan uraian dan diskusi ditulis di kotak jawaban masing-masing (3–5 kalimat).

Kegiatan 3: Membangun Kota Mini — Menggambar Gabungan Kubus

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas isometrik (1 lembar per murid)
  • 5 kubus manipulatif per murid/kelompok (kubus kayu kecil atau dadu)
  • Pensil berwarna (opsional, untuk mengarsir sisi yang berbeda)
  • Penggaris
  • Penghapus

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bayangkan kamu adalah seorang arsitek muda yang akan merancang sebuah 'bangunan mini' menggunakan susunan kubus-kubus kecil.
  2. Ambil 5 kubus kecil (manipulatif) yang tersedia. Susunlah kubus-kubus tersebut menjadi sebuah bangunan menarik sesuai kreativitasmu — boleh ditumpuk, dijajarkan, atau dikombinasikan.
  3. Amati susunan kubusmu dari sudut pandang isometrik (dari depan-atas-kanan).
  4. Gambar susunan kubus tersebut di kertas isometrik dengan langkah: (a) Mulailah dari kubus yang paling depan-bawah. (b) Gambar satu kubus dulu secara lengkap. (c) Tambahkan kubus berikutnya dengan cara meneruskan garis dari sisi yang berbagi/bersentuhan. (d) Pastikan setiap kubus memiliki proporsi yang sama (ukuran 1 satuan untuk semua rusuk). (e) Perhatikan: sisi yang tertutup kubus lain tidak perlu digambar ulang — garis bersama cukup satu.
  5. Beri judul kreatif pada bangunanmu (contoh: 'Menara Harapan', 'Tangga Langit', dll.).
  6. Tunjukkan gambarmu kepada kelompok dan jelaskan bagaimana kamu menyusun kubus-kubusnya.
  7. Jawab pertanyaan di bawah ini.

Pertanyaan:

1. Gambarkan susunan 5 kubus yang kamu buat di kotak gambar yang tersedia. Beri nama/judul bangunanmu dan tunjukkan posisi setiap kubus dengan angka (Kubus 1, Kubus 2, dst.).

Ruang gambar

2. Saat kamu menambahkan kubus kedua di sebelah kubus pertama, sisi mana yang 'hilang' atau tidak perlu digambar lagi? Mengapa?

3. Bandingkan gambar isometrik bangunanmu dengan gambar teman sekelompokmu. Apakah susunan kubus yang berbeda menghasilkan gambar isometrik yang berbeda pula? Diskusikan dan tuliskan kesimpulanmu.

4. Di dunia nyata, profesi apa saja yang menurutmu membutuhkan kemampuan menggambar seperti ini? Sebutkan minimal 2 profesi dan jelaskan kegunaannya.

Gambar susunan kubus di kotak gambar berukuran 10×10 cm yang tersedia di kertas isometrik. Jawaban pertanyaan 2, 3, dan 4 ditulis di kotak jawaban masing-masing: pertanyaan 2 dalam format paragraf (3–4 kalimat), pertanyaan 3 dan 4 dalam format paragraf diskusi kelompok (4–6 kalimat dengan menyebutkan nama anggota kelompok yang berdiskusi).

REFLEKSI

1. Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling menantang bagimu — menggambar kubus tunggal, menggambar balok, atau menggabungkan beberapa kubus? Apa yang kamu lakukan untuk mengatasinya?

2. Pernahkah kamu melihat gambar seperti di kertas isometrik ini di kehidupan sehari-hari? Di mana? (Contoh: buku panduan LEGO, katalog furnitur, gambar di majalah, dll.) Apa yang sekarang kamu pahami tentang gambar tersebut?

3. Jika kamu diminta merancang kamarmu sendiri menggunakan kubus-kubus sebagai representasi furnitur, kira-kira bagaimana gambar isometrik kamarmu akan terlihat? Ceritakan atau gambarlah sketsa singkatnya!

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.