LKPD Matematika Kelas 6: Menyatakan Rasio dari Dua Besaran dan Bentuk Pecahan
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 6 dengan topik "Menyatakan Rasio dari Dua Besaran dan Bentuk Pecahan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Matematika Kelas 6: Menyatakan Rasio dari Dua Besaran dan Bentuk Pecahan
Matematika - Kelas 6
Bab 2 - Pertemuan 3
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Matematika — Kelas 6 (Fase C) Topik: Menyatakan Rasio dari Dua Besaran dan Bentuk Pecahan INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Ayo Sederhanakan Rasio Bibit Pohon!Estimasi: 20 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Di kebun sekolah terdapat 12 bibit pohon mangga dan 8 bibit pohon jambu. Nyatakan rasio banyak bibit mangga terhadap bibit jambu, lalu sederhanakan menggunakan FPB. 2. Di halaman lain, terdapat 15 bibit pohon nangka dan 10 bibit pohon sirsak. Tentukan rasio nangka terhadap sirsak dan sederhanakan! 3. Amatilah rasio yang sudah disederhanakan pada soal nomor 1 dan 2. Apa yang dapat kalian simpulkan? Apakah kedua situasi tersebut memiliki rasio yang sama? Jelaskan. Tulis jawaban di kotak yang disediakan: (1) rasio awal, (2) FPB, (3) hasil pembagian, (4) bentuk sederhana. Untuk diskusi, tulis kesimpulan dalam 2–3 kalimat. Kegiatan 2: Membedakan Rasio dan PecahanEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Dalam sebuah keranjang ada 10 buah apel dan 6 buah jeruk. Tuliskan rasio banyak apel terhadap jeruk, lalu tuliskan pecahan yang menyatakan bagian apel dari seluruh buah. Samakah keduanya? 2. Situasi: Dalam lomba tanam pohon, regu A menanam 4 pohon dan regu B menanam 6 pohon. Nyatakan perbandingan pohon regu A terhadap regu B dalam bentuk rasio, dan nyatakan bagian pohon regu A dari seluruh pohon dalam bentuk pecahan. Ruang tabel jawaban 3. Berdasarkan pengamatan kalian, apa perbedaan utama antara rasio dan pecahan? Kapan kita menggunakan rasio dan kapan menggunakan pecahan? Tuliskan dalam 3–4 kalimat. Gunakan tabel 3 kolom: (1) Situasi, (2) Bentuk Rasio (a:b) dan alasan, (3) Bentuk Pecahan (a/b) dan alasan. Kegiatan 3: Bermain Rasio dan Pecahan di Sekitar KitaEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Tentukan satu situasi nyata di sekitarmu yang cocok dinyatakan sebagai rasio (perbandingan dua kelompok). Tuliskan datanya, nyatakan rasio awal, sederhanakan dengan FPB, dan jelaskan mengapa ini rasio. 2. Tentukan satu situasi nyata lain yang cocok dinyatakan sebagai pecahan (bagian dari keseluruhan). Tuliskan datanya, nyatakan pecahannya, sederhanakan, dan jelaskan mengapa ini pecahan. 3. Presentasikan temuan kelompokmu di depan kelas. Bandingkan dengan temuan kelompok lain: apakah ada perbedaan cara menyederhanakan? Apa yang kalian pelajari dari perbedaan tersebut? Tulis di buku tugas atau lembar terpisah: (1) Data situasi, (2) Bentuk rasio/pecahan, (3) FPB, (4) Bentuk sederhana, (5) Alasan. Untuk diskusi tuliskan hasil perbandingan dengan kelompok lain. REFLEKSI1. Apa hal baru yang paling menarik yang kamu pelajari hari ini tentang rasio dan pecahan? 2. Menurutmu, kapan kita lebih mudah menggunakan rasio dibandingkan pecahan dalam kehidupan sehari-hari? Berikan satu contoh nyata. 3. Bagaimana perasaanmu saat bekerja sama dengan teman dalam kegiatan hari ini? Adakah kesulitan yang kamu alami saat menyederhanakan rasio? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.