LKPDPertemuan 8Bab 1Fase CSemester 1

LKPD Matematika Kelas 6: Mengubah Pecahan Menjadi Bilangan Desimal

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 6 dengan topik "Mengubah Pecahan Menjadi Bilangan Desimal". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Matematika Kelas 6: Mengubah Pecahan Menjadi Bilangan Desimal

Matematika - Kelas 6

Bab 1 - Pertemuan 8

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Matematika — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Mengubah Pecahan Menjadi Bilangan Desimal

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMengubah Pecahan Menjadi Bilangan Desimal
Alokasi Waktu70 menit (2 JP)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui aktivitas prapengetahuan bilangan desimal dalam kehidupan sehari-hari, murid dapat mengidentifikasi notasi desimal sebagai representasi lain dari pecahan.
  2. Murid dapat mengubah pecahan biasa dan pecahan campuran menjadi bilangan desimal sampai satu angka di belakang koma dengan benar.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk kegiatan dengan saksama sebelum mulai mengerjakan.
  • Siapkan alat tulis dan peralatan yang dibutuhkan di setiap kegiatan.
  • Kerjakan secara berurutan dari Kegiatan 1 sampai Kegiatan 3.
  • Diskusikan dengan teman jika ada hal yang kurang jelas.
  • Tulis jawabanmu dengan rapi di tempat yang disediakan.
  • Nikmati proses belajarmu dan jangan takut mencoba!

KEGIATAN

Kegiatan 1: Berburu Desimal di Sekitar Kita

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil/pulpen
  • Gambar contoh (disediakan guru atau cetak dari LKPD)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati gambar-gambar yang tersedia (harga barang, termometer, meteran, timbangan digital).
  2. Identifikasi mana yang menunjukkan bilangan desimal.
  3. Lingkari bilangan desimal yang kamu temukan.
  4. Diskusikan dengan teman sebangkumu: Di mana lagi kalian menemukan bilangan desimal dalam kehidupan sehari-hari?
  5. Tuliskan hasil temuanmu di tabel yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Dari gambar-gambar berikut, lingkari bilangan yang merupakan bilangan desimal: a) Rp 12.500,00 b) 36,5°C c) 25 kg d) 1,5 m e) 100 butir

2. Tuliskan 3 contoh lain bilangan desimal yang pernah kamu lihat atau gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Jelaskan di mana kamu menemukannya!

Ruang tabel jawaban

3. Menurutmu, mengapa kita perlu menggunakan bilangan desimal? Apa bedanya dengan bilangan bulat biasa?

Gunakan tabel dengan 3 kolom: No., Bilangan Desimal, Tempat Menemukannya. Untuk pertanyaan uraian, sediakan 4-5 baris kosong.

Kegiatan 2: Dari Pecahan ke Desimal: Temukan Polanya!

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil/pulpen
  • Penggaris (opsional untuk menggambar tabel)
  • Gambar persegi yang dibagi 10/100 bagian (disediakan)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan persegi yang dibagi menjadi 10 bagian sama besar. Ini mewakili nilai 1.
  2. Jika 1 bagian diarsir, maka nilainya adalah 1/10.
  3. Dalam bentuk desimal, 1/10 = 0,1 (dibaca: nol koma satu).
  4. Sekarang, coba kamu ubah pecahan-pecahan berikut menjadi desimal dengan cara mengubah penyebutnya menjadi 10 atau 100 terlebih dahulu.
  5. Gunakan gambar persegi yang disediakan untuk membantumu memvisualisasikan.
  6. Lengkapi tabel konversi yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel berikut dengan mengubah pecahan menjadi desimal:

Pecahan | Pecahan dengan penyebut 10/100 | Desimal
1/2 | ? | ?
1/5 | ? | ?
3/10 | 3/10 | ?
1/4 | ? | ?
7/10 | 7/10 | ?

Ruang tabel jawaban

2. Sekarang coba cara lain! Ubah pecahan berikut menjadi desimal dengan cara pembagian (pembilang dibagi penyebut):

  1. 3/5 = ... : ... = ...
    1. 2/4 = ... : ... = ...
    2. 9/10 = ... : ... = ...

3. Amati hasil kerjamu di nomor 1 dan 2. Apa yang kamu simpulkan tentang cara mengubah pecahan menjadi desimal? Tuliskan minimal 2 cara yang kamu temukan!

Sediakan tabel 3 kolom untuk pertanyaan 1. Untuk pertanyaan 2, sediakan tempat isian dengan format '... : ... = ...'. Untuk pertanyaan 3, sediakan 5-6 baris kosong.

Kegiatan 3: Tantangan Pecahan Campuran

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil/pulpen
  • Kertas tambahan untuk diskusi kelompok (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pecahan campuran terdiri dari bilangan bulat dan pecahan biasa. Contoh: 2 1/2
  2. Untuk mengubahnya menjadi desimal, ada 2 cara:
  3. Cara 1: Ubah pecahan biasa menjadi desimal dulu, lalu tambahkan dengan bilangan bulatnya.
  4. Cara 2: Ubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa dulu, lalu ubah ke desimal.
  5. Pilih cara yang menurutmu paling mudah dan kerjakan soal-soal berikut.
  6. Diskusikan dengan kelompokmu (2-3 orang) untuk menemukan cara tercepat!

Pertanyaan:

1. Ubah pecahan campuran berikut menjadi bilangan desimal:

  1. 1 1/2 = ...
    1. 2 3/10 = ...
    2. 3 1/5 = ...
    3. 1 1/4 = ...

2. Buatlah soal cerita sendiri yang melibatkan pecahan campuran dan harus diubah ke desimal! Selesaikan soal buatanmu sendiri.

3. Diskusikan dengan kelompokmu: Cara mana yang lebih mudah untuk mengubah pecahan campuran menjadi desimal? Mengapa? Presentasikan hasil diskusi kelompokmu!

Sediakan baris isian untuk pertanyaan 1 (a-d). Untuk pertanyaan 2, sediakan kotak besar (10-12 baris) untuk menulis soal cerita dan penyelesaiannya. Untuk pertanyaan 3, sediakan 6-8 baris untuk menulis hasil diskusi.

REFLEKSI

1. Apa hal paling menarik yang kamu pelajari hari ini tentang hubungan pecahan dan desimal?

2. Bagian mana yang paling mudah bagimu: mengubah pecahan biasa atau pecahan campuran menjadi desimal? Mengapa?

3. Bagaimana kamu akan menggunakan pengetahuan tentang desimal ini dalam kehidupan sehari-harimu? Berikan minimal 2 contoh konkret!

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.