LKPDPertemuan 3Bab 1Fase CSemester 1

LKPD Matematika Kelas 6: Perkalian Pecahan dengan Pecahan

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 6 dengan topik "Perkalian Pecahan dengan Pecahan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Matematika Kelas 6: Perkalian Pecahan dengan Pecahan

Matematika - Kelas 6

Bab 1 - Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Matematika — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Perkalian Pecahan dengan Pecahan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikPerkalian Pecahan dengan Pecahan
Alokasi Waktu70 menit (3 kegiatan)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan konsep perkalian pecahan dengan pecahan menggunakan model luas daerah atau representasi visual. (elemen: Bilangan)
  2. Murid dapat menghitung hasil perkalian pecahan dengan pecahan dengan cara mengalikan pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut. (elemen: Bilangan)

PETUNJUK UMUM

  • Kerjakan setiap kegiatan secara berurutan.
  • Diskusikan dengan teman sebangkumu jika ada langkah yang membingungkan.
  • Siapkan alat tulis, pensil warna, dan kertas persegi (atau kertas kotak-kotak) untuk membantu menggambar model luas.
  • Tulis jawaban di tempat yang telah disediakan dengan rapi dan jelas.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Ayo Melihat Luas Daerah

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas kotak-kotak atau kertas persegi
  • Pensil warna (biru dan merah)
  • Penggaris

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Gambarlah sebuah persegi panjang berukuran 5 petak × 4 petak pada kertas kotak-kotak (atau gunakan kertas persegi yang dibagikan guru). Anggap setiap petak mewakili 1 satuan luas.
  2. Warnai bagian yang mewakili 2/3 dari panjang persegi panjang (yaitu 2 dari 3 bagian arah horizontal). Arsir dengan warna biru.
  3. Sekarang, warnai bagian yang mewakili 3/4 dari lebar persegi panjang (yaitu 3 dari 4 bagian arah vertikal). Arsir dengan warna merah.
  4. Perhatikan daerah yang terkena dua warna (biru dan merah). Daerah itulah hasil perkalian 2/3 × 3/4.
  5. Hitung berapa petak yang terkena dua warna, lalu bandingkan dengan total petak (5×4=20 petak?). Namun karena persegi panjangmu hanya 3×4 petak? sesuaikan. Sebenarnya untuk 2/3 × 3/4, gunakan persegi panjang 3 petak × 4 petak (total 12 petak). Lakukan seperti petunjuk.

Pertanyaan:

1. Setelah mewarnai, berapa banyak petak kecil yang terkena dua warna?

2. Berapa luas daerah yang terkena dua warna jika dinyatakan dalam pecahan dari seluruh persegi panjang?

3. Coba tuliskan bentuk perkalian pecahan yang kamu praktikkan:... ×... =...

4. Diskusikan dengan temanmu: dari gambar tersebut, bagaimana hubungan antara pembilang dan penyebut pada hasil perkalian dengan daerah yang diarsir dua warna?

Tulis jawaban di buku tugas atau di kotak yang disediakan pada LKPD cetak. Untuk pertanyaan diskusi, tulis kesimpulan singkat.

Kegiatan 2: Rahasia Pembilang dan Penyebut

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Buku tugas

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Setelah melihat model luas, kamu pasti menemukan pola: hasil perkalian pecahan dengan pecahan didapat dengan mengalikan pembilang dengan pembilang, dan penyebut dengan penyebut.
  2. Selesaikan soal-soal berikut tanpa menggambar. Gunakan pola yang sudah kamu temukan.
  3. Setelah selesai, periksa kembali dengan cara menggambar model luas daerah sederhana (gambar kotak) untuk soal nomor 1 dan 2.

Pertanyaan:

1. 2/5 × 3/7 =...

2. 4/9 × 2/3 =...

3. 3/8 × 5/6 =... (sederhanakan jika bisa)

4. Buatlah satu soal perkalian pecahan dengan pecahan sendiri, lalu jawab. Tunjukkan bahwa jawabanmu sesuai dengan cara pembilang×pembilang, penyebut×penyebut.

5. Menurutmu, mengapa kita tidak bisa langsung menjumlahkan penyebut seperti penjumlahan pecahan? Jelaskan dengan kata-katamu sendiri.

Tulis jawaban di buku tugas. Untuk soal nomor 5, berikan penjelasan minimal 2 kalimat.

Kegiatan 3: Resep Kue Cokelat Istimewa

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas polos atau kotak-kotak
  • Pensil warna
  • Buku tugas

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah cerita berikut:
  2. Ibu akan membuat kue cokelat. Resep asli membutuhkan 3/4 kg tepung terigu. Ibu hanya ingin membuat 2/3 dari resep asli. Berapa kg tepung yang dibutuhkan Ibu?
  3. Selesaikan dengan dua cara: (a) menggunakan model luas daerah (gambar persegi panjang), (b) menggunakan rumus perkalian pecahan.
  4. Setelah itu, buatlah satu soal cerita serupa dari kehidupan sehari-harimu (misal tentang minuman, bahan makanan, atau ukuran kain). Tukarkan soalmu dengan teman dan jawab soal temanmu.

Pertanyaan:

1. Tuliskan operasi matematika untuk masalah tepung Ibu:... ×... =...

2. Gambarlah model luas daerah untuk 2/3 × 3/4. Arsirlah daerah hasilnya. Jelaskan gambarmu secara singkat.

Ruang gambar

3. Berapa kg tepung yang dibutuhkan Ibu?

4. Buatlah satu soal cerita perkalian pecahan dengan pecahan versimu. Tulis jawabannya juga.

5. Setelah bertukar soal, tulis jawaban soal temanmu dan periksa bersama. Apakah ada perbedaan cara? Diskusikan.

Sediakan kertas polos untuk menggambar model luas (nomor 2). Soal cerita dan jawaban tulis di buku tugas.

REFLEKSI

1. Apa hal paling menarik yang kamu pelajari tentang perkalian pecahan dengan pecahan hari ini?

2. Bagaimana perasaanmu saat menggambar model luas daerah? Apakah itu membantumu memahami konsep?

3. Coba sebutkan satu situasi di rumah atau di sekolah yang bisa diselesaikan dengan perkalian pecahan. Mengapa?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.