LKPD Matematika Kelas 6: Makna dan Prosedur Perkalian Pecahan dengan Bilangan Asli
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 6 dengan topik "Makna dan Prosedur Perkalian Pecahan dengan Bilangan Asli". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Matematika Kelas 6: Makna dan Prosedur Perkalian Pecahan dengan Bilangan Asli
Matematika - Kelas 6
Bab 1 - Pertemuan 2
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Matematika — Kelas 6 (Fase C) Topik: Makna dan Prosedur Perkalian Pecahan dengan Bilangan Asli INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Menjelajah Kebun Mangga Pak AgamEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Pak Agam memiliki 15 pohon mangga di kebunnya. Dua pertiga (2/3) dari seluruh pohon adalah mangga manalagi. Gambarlah representasi 15 pohon mangga dengan simbol lingkaran atau kotak, lalu arsir bagian yang menunjukkan mangga manalagi! Ruang gambar 2. Berdasarkan gambarmu, berapa banyak pohon mangga manalagi yang dimiliki Pak Agam? Jelaskan bagaimana kamu mendapatkan jawabanmu! 3. Tuliskan kalimat matematika (operasi perkalian) untuk menghitung banyaknya pohon mangga manalagi! Bentuknya: ... × ... = ... 4. Menurutmu, apa makna dari operasi 2/3 × 15 dalam konteks kebun mangga ini? Jelaskan dengan bahasamu sendiri! Sediakan kotak besar untuk gambar (15 cm × 10 cm), dan 5-7 baris untuk setiap jawaban uraian. Beri nomor sesuai pertanyaan. Kegiatan 2: Menemukan Prosedur Perkalian Pecahan dengan Bilangan AsliEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapi tabel berikut dengan melakukan perhitungan perkalian pecahan dengan bilangan asli! Ruang tabel jawaban 2. Amati hasil perhitunganmu di tabel. Bagian mana dari pecahan yang dikalikan dengan bilangan asli? (pembilang, penyebut, atau keduanya?) 3. Tuliskan prosedur (langkah-langkah) untuk mengalikan pecahan dengan bilangan asli berdasarkan penemuanmu! 4. Buatlah 2 contoh soal perkalian pecahan dengan bilangan asli sendiri, lalu selesaikan menggunakan prosedur yang telah kamu temukan! Sediakan tabel dengan 5 kolom (Soal, Pembilang × Bilangan Asli, Penyebut, Hasil, Hasil Sederhana) dan 4 baris. Untuk pertanyaan lain, sediakan 5-7 baris per pertanyaan. Kegiatan 3: Menerapkan dalam Kehidupan Sehari-hariEstimasi: 20 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Ibu membuat jus mangga untuk 12 orang. Setiap gelas berisi 3/4 liter jus. Berapa liter jus mangga yang dibuat Ibu? Tuliskan kalimat matematika, cara penyelesaian, dan jawabanmu! 2. Di perpustakaan, 2/5 dari 40 buku adalah buku cerita. Berapa banyak buku cerita yang ada di perpustakaan? Buatlah gambar atau diagram untuk menunjukkan jawabanmu! Ruang gambar 3. Buatlah 1 soal cerita tentang situasi di lingkungan sekitarmu yang menggunakan perkalian pecahan dengan bilangan asli! Selesaikan soal yang kamu buat! 4. Diskusikan dengan kelompokmu: Kapan kita perlu menggunakan perkalian pecahan dengan bilangan asli dalam kehidupan sehari-hari? Sebutkan minimal 3 contoh situasi! Sediakan kotak untuk gambar/diagram (10 cm × 8 cm) dan 7-10 baris untuk setiap jawaban uraian. Untuk diskusi kelompok, sediakan 1 halaman penuh. REFLEKSI1. Apa hal paling menarik yang kamu pelajari hari ini tentang perkalian pecahan dengan bilangan asli? 2. Bagian mana yang masih terasa sulit bagimu? Apa yang bisa kamu lakukan untuk memahaminya lebih baik? 3. Bagaimana kamu akan menggunakan pengetahuan tentang perkalian pecahan dengan bilangan asli dalam kehidupan sehari-harimu? Berikan contoh konkretnya! |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.