LKPDPertemuan 3Bab 7Fase CSemester 2

LKPD Matematika Kelas 5: Menemukan Jumlah Sudut-Sudut dalam Segitiga

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 5 dengan topik "Menemukan Jumlah Sudut-Sudut dalam Segitiga". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Matematika Kelas 5: Menemukan Jumlah Sudut-Sudut dalam Segitiga

Matematika - Kelas 5

Bab 7 - Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Matematika — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Menemukan Jumlah Sudut-Sudut dalam Segitiga

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMenemukan Jumlah Sudut-Sudut dalam Segitiga
Alokasi Waktu70 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan penemuan terbimbing (menggunting dan menyusun sudut-sudut segitiga), murid dapat menemukan bahwa jumlah sudut-sudut dalam sebuah segitiga adalah 180° dengan benar.
  2. Dengan menggunakan fakta jumlah sudut segitiga adalah 180°, murid dapat menentukan besar sudut yang belum diketahui pada sebuah segitiga.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk dengan cermat sebelum memulai kegiatan.
  • Kerjakan kegiatan secara berurutan dari Kegiatan 1 hingga Kegiatan 3.
  • Kegiatan 1 dan 2 dikerjakan berpasangan; Kegiatan 3 dikerjakan secara mandiri.
  • Jaga kebersihan meja kerjamu saat menggunting dan menempel.
  • Jika ada langkah yang belum kamu mengerti, tanyakan kepada gurumu sebelum melanjutkan.
  • Tuliskan namamu dan nama pasanganmu di bagian atas LKPD ini.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Detektif Sudut: Menggunting dan Menyusun Sudut Segitiga

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas HVS putih (1 lembar per pasangan)
  • Pensil warna atau crayon (minimal 3 warna berbeda)
  • Penggaris
  • Gunting
  • Lem stick atau selotip

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ambil selembar kertas dan gambarlah sebuah segitiga lancip (semua sudutnya lancip) dengan ukuran cukup besar — minimal 10 cm tiap sisinya.
  2. Beri nama ketiga sudutnya: sudut A, sudut B, dan sudut C. Warnai setiap sudut dengan warna berbeda menggunakan pensil warna.
  3. Guntinglah ketiga bagian sudut segitiga tersebut dengan hati-hati. Pastikan potongan sudutnya cukup besar agar mudah diimpitkan.
  4. Letakkan salah satu potongan sudut di atas meja. Tempelkan sudut kedua tepat di sebelahnya sehingga titik sudutnya bertemu di satu titik. Tambahkan sudut ketiga di sebelah sudut kedua dengan cara yang sama.
  5. Amati bentuk yang terbentuk dari ketiga sudut yang sudah diimpitkan. Gambarlah hasilnya di ruang jawaban.
  6. Diskusikan dengan pasanganmu: bentuk apakah yang kalian lihat? Berapa derajat bentuk itu?

Pertanyaan:

1. Warna apa saja yang kamu gunakan untuk menandai ketiga sudut segitigamu? Tuliskan nama sudut dan warnanya.

Ruang tabel jawaban

2. Setelah ketiga potongan sudut diimpitkan bersama, bentuk apakah yang terbentuk? Gambarlah bentuk tersebut di kotak yang tersedia!

Ruang gambar

3. Apakah nama bentuk yang terbentuk dari ketiga sudut itu? Berapa besar sudut tersebut?

4. Jika besar sudut A + sudut B + sudut C = besar sudut lurus, maka lengkapilah kalimat matematika berikut: Besar ∠A + ∠B + ∠C = ... °

5. Apakah menurutmu hasil percobaan ini hanya berlaku untuk satu segitiga saja, atau berlaku untuk semua jenis segitiga? Jelaskan alasanmu!

Sediakan: (1) Tabel 2 kolom untuk soal nomor 1 (kolom: Nama Sudut | Warna). (2) Kotak kosong berukuran 6×3 cm untuk menggambar hasil impit sudut pada soal nomor 2. (3) Baris isian untuk soal nomor 3 dan 4. (4) Kotak uraian sekitar 4 baris untuk soal nomor 5.

Kegiatan 2: Tantangan Segitiga Tumpul: Apakah Hasilnya Sama?

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas HVS putih (2 lembar per pasangan)
  • Pensil warna atau krayon
  • Penggaris
  • Gunting

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Masih bersama pasanganmu, sekarang ambil kertas baru dan gambarlah sebuah segitiga tumpul (salah satu sudutnya lebih besar dari 90°). Beri label sudut a, sudut b, dan sudut c.
  2. Kali ini kamu tidak perlu menggunting. Gambarlah kembali segitiga yang sama sebanyak 2 kali lagi di kertas yang berbeda sehingga kamu punya 3 segitiga tumpul yang identik.
  3. Guntinglah ketiga segitiga tersebut. Susun ketiga segitiga sehingga ketiga sudutnya bertemu di satu titik, seperti cara yang dilakukan Lukas di buku.
  4. Amati bentuk yang terbentuk. Apakah hasilnya sama seperti pada Kegiatan 1?
  5. Diskusikan bersama pasanganmu, lalu catat kesimpulan kalian.

Pertanyaan:

1. Perhatikan segitiga tumpul yang kamu buat. Manakah sudut yang tumpul di antara sudut a, b, dan c? Bagaimana cara kamu mengetahuinya?

2. Setelah ketiga sudut segitiga tumpul disusun bersama, bentuk apa yang terbentuk? Berapa besar sudut tersebut? Tuliskan kalimat matematikanya: Besar ∠a + ∠b + ∠c = ... °

3. Nisa bertanya: 'Apakah mungkin sebuah segitiga tumpul memiliki lebih dari satu sudut tumpul?' Coba diskusikan dengan pasanganmu. Jika ada dua sudut tumpul dalam satu segitiga, masing-masing minimal 91°, berapakah jumlah kedua sudut itu saja? Apakah masih mungkin ditambah sudut ketiga?

4. Dari Kegiatan 1 dan Kegiatan 2, tuliskan kesimpulan yang kamu temukan tentang jumlah sudut-sudut dalam segitiga!

Sediakan: (1) Kotak uraian 3 baris untuk soal nomor 1. (2) Baris isian untuk soal nomor 2. (3) Kotak diskusi besar (6 baris) untuk soal nomor 3 — beri label 'Catatan Diskusi Kami'. (4) Kotak kesimpulan bergaris tepi tebal untuk soal nomor 4 (4 baris).

Kegiatan 3: Aku Bisa Menghitung! Mencari Sudut yang Hilang

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil dan penghapus
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kerjakan kegiatan ini secara mandiri.
  2. Gunakan fakta yang kamu temukan: jumlah sudut-sudut dalam segitiga = 180°.
  3. Untuk setiap soal, tuliskan dulu kalimat matematikanya, kemudian selesaikan langkah demi langkah.
  4. Contoh cara menjawab: Diketahui ∠P = 60°, ∠Q = 80°. Maka ∠R = 180° − 60° − 80° = 40°.
  5. Periksa kembali jawabanmu dengan menjumlahkan ketiga sudut — hasilnya harus 180°.

Pertanyaan:

1. Segitiga ABC memiliki ∠A = 70° dan ∠B = 60°. Berapakah besar ∠C? Tuliskan langkah penyelesaianmu!

2. Segitiga PQR adalah segitiga siku-siku dengan ∠P = 90° dan ∠Q = 35°. Berapakah besar ∠R?

3. Sebuah segitiga memiliki tiga sudut yang besarnya sama. Berapakah besar masing-masing sudutnya? Segitiga apakah ini namanya?

4. Lengkapi tabel berikut dengan mencari besar sudut yang belum diketahui!

Sudut 1Sudut 2Sudut 3 (dicari)
50°80°...
45°45°...
110°40°...
30°90°...

5. Tantangan! Pak Rudi membuat tanda panah dari sebuah segitiga. Salah satu sudutnya adalah 2 kali sudut terkecil. Sudut terkecilnya adalah 40°. Berapa besar sudut ketiga tanda panah Pak Rudi?

Sediakan: (1) Kotak uraian 4–5 baris bergaris untuk soal nomor 1, 2, 3, dan 5 — beri label 'Langkah Penyelesaianku'. (2) Tabel 3 kolom dan 4 baris isi untuk soal nomor 4. (3) Beri kotak 'Cek Jawabanmu' di setiap soal uraian agar murid bisa memverifikasi dengan menjumlahkan kembali.

REFLEKSI

1. Setelah melakukan percobaan menggunting dan menyusun sudut segitiga hari ini, hal baru apa yang kamu temukan sendiri? Bagaimana perasaanmu saat menemukannya?

2. Di mana saja kamu melihat bentuk segitiga dalam kehidupan sehari-hari? Menurutmu, apakah fakta jumlah sudut 180° berlaku juga pada segitiga-segitiga di benda nyata itu? Jelaskan!

3. Dari Kegiatan 1 sampai 3, bagian mana yang paling mudah dan bagian mana yang paling menantang bagimu? Apa yang akan kamu lakukan untuk memahami bagian yang menantang itu lebih baik?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.