LKPDPertemuan 5Bab 6Fase CSemester 2

LKPD Matematika Kelas 5: Mengukur Besar Sudut yang Dibentuk dari Dua Garis Berpotongan Tegak Lurus Menggunakan Busur Derajat

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Matematika kelas 5 dengan topik "Mengukur Besar Sudut yang Dibentuk dari Dua Garis Berpotongan Tegak Lurus Menggunakan Busur Derajat".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Matematika Kelas 5: Mengukur Besar Sudut yang Dibentuk dari Dua Garis Berpotongan Tegak Lurus Menggunakan Busur Derajat

Matematika - Kelas 5

Bab 6 Pertemuan 5

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Matematika — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Mengukur Besar Sudut yang Dibentuk dari Dua Garis Berpotongan Tegak Lurus Menggunakan Busur Derajat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMengukur Besar Sudut yang Dibentuk dari Dua Garis Berpotongan Tegak Lurus Menggunakan Busur Derajat
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengukur besar sudut yang dibentuk dari dua garis berpotongan menggunakan busur derajat

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Siapkan alat tulis, penggaris, dan busur derajat masing-masing.
  • Kerjakan setiap tahapan secara berurutan bersama teman sekelompokmu dengan teliti dan penuh rasa ingin tahu.
  • Gunakan busur derajat dengan meletakkan titik pusat busur tepat pada titik potong garis dan garis dasar busur berimpit lurus dengan salah satu garis.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Eksplorasi Sudut Perpotongan Garis Tegak Lurus

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Busur derajat
  • Pensil
  • Gambar dua garis berpotongan tegak lurus bertanda Sudut 1, 2, 3, dan 4

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati gambar dua garis tegak lurus yang saling berpotongan (membentuk simbol tanda tambah '+') dengan 4 daerah sudut yang dinamai Sudut 1, Sudut 2, Sudut 3, dan Sudut 4.
  2. Letakkan titik pusat busur derajat tepat pada titik potong kedua garis tersebut.
  3. Himpitkan garis dasar busur derajat (angka 0°) dengan garis mendatar.
  4. Baca angka pada busur derajat yang ditunjuk oleh garis tegak untuk masing-masing sudut.
  5. Catat hasil pengukuran besar sudut pada tabel yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Berapakah besar Sudut 1 dan Sudut 2 hasil pengukuran menggunakan busur derajat?

Ruang tabel jawaban

2. Berapakah besar Sudut 3 dan Sudut 4 hasil pengukuran menggunakan busur derajat?

Ruang tabel jawaban

3. Berdasarkan hasil pengukuran keempat sudut tersebut, berapakah ukuran masing-masing sudut yang dibentuk oleh dua garis yang berpotongan tegak lurus?

Format tabel pengamatan 2 kolom: Kolom 1 'Nama Sudut' (Sudut 1, Sudut 2, Sudut 3, Sudut 4), Kolom 2 'Besar Sudut (derajat)'. Di bawah tabel disediakan 1 baris isian kesimpulan ukuran sudut.

Kegiatan 2: Praktik Mengukur Perpotongan Garis Tegak Lurus Berbagai Posisi

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Busur derajat
  • Pensil
  • Penggaris

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati tiga gambar perpotongan dua garis tegak lurus dengan orientasi berbeda yang tersedia pada lembar kerja: Gambar A (posisi tegak lurus mendatar/vertikal), Gambar B (posisi miring 45° membentuk 'X'), dan Gambar C (posisi miring 30°).
  2. Tentukan titik perpotongan kedua garis pada tiap gambar sebagai titik sudut.
  3. Letakkan titik pusat busur derajat tepat pada titik perpotongan garis tersebut.
  4. Himpitkan garis dasar busur derajat dengan salah satu kaki garis.
  5. Ukur satu sudut perpotongan pada Gambar A, satu sudut pada Gambar B, dan satu sudut pada Gambar C menggunakan skala busur derajat yang tepat (mulai dari angka 0° pada kaki garis dasar).
  6. Tuliskan hasil pengukuran derajat masing-masing gambar pada ruang jawaban.

Pertanyaan:

1. Berapa derajat hasil pengukuran sudut pada perpotongan garis Gambar A?

2. Berapa derajat hasil pengukuran sudut pada perpotongan garis Gambar B (posisi miring)?

3. Berapa derajat hasil pengukuran sudut pada perpotongan garis Gambar C (posisi miring)?

4. Apakah perubahan arah kemiringan posisi garis berpotongan tegak lurus mengubah hasil pengukuran besar sudutnya? Jelaskan berdasarkan hasil pengukuranmu!

Tersedia 3 kotak isian angka derajat untuk Gambar A, B, dan C, serta 2 baris garis bergaris untuk menuliskan penjelasan soal nomor 4.

Kegiatan 3: Uji Akurasi Mengukur Sudut Persilangan Garis di Lingkungan Sekitar

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Busur derajat
  • Alat tulis
  • Ilustrasi denah jalan dan garis pola ubin

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan denah perempatan jalan tegak lurus dan pola ubin lantai berpotongan tegak lurus yang tergambar pada lembar kerja.
  2. Lakukan pengukuran sudut persilangan jalan pada Denah 1 menggunakan busur derajat.
  3. Lakukan pengukuran sudut pertemuan garis nat ubin pada Gambar 2 menggunakan busur derajat.
  4. Tuliskan langkah teknis penempatan busur dan hasil angka pengukuran yang kamu peroleh.
  5. Diskusikan ketepatan hasil ukur dalam kelompok, lalu selesaikan refleksi dan persiapan penutup.

Pertanyaan:

1. Tuliskan hasil pengukuran besar sudut pada Denah 1 (pertemuan dua jalur jalan yang tegak lurus) beserta letak titik pusat busur saat mengukur!

2. Tuliskan hasil pengukuran besar sudut pada Gambar 2 (pertemuan dua garis nat ubin tegak lurus) beserta garis yang diimpitkan skala 0° busur!

Tersedia 2 bidang kotak bergaris masing-masing 3 baris untuk menuliskan hasil pengukuran dan posisi busur derajat. Bagian bawah memuat kotak refleksi murid.

REFLEKSI

1. Bagian mana dari cara memasang busur derajat pada titik potong garis yang menurutmu paling membutuhkan ketelitian?

2. Apa yang kamu temukan tentang ukuran sudut setiap kali mengukur dua garis yang berpotongan tegak lurus?

3. Bagaimana perasaanmu setelah berhasil mengukur besar sudut persilangan garis secara tepat menggunakan busur derajat?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.