LKPDPertemuan 1Bab 3Fase CSemester 1

LKPD Matematika Kelas 5: Membandingkan Pecahan Biasa dan Pecahan Campuran Berpenyebut Sama

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Matematika kelas 5 dengan topik "Membandingkan Pecahan Biasa dan Pecahan Campuran Berpenyebut Sama".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Matematika Kelas 5: Membandingkan Pecahan Biasa dan Pecahan Campuran Berpenyebut Sama

Matematika - Kelas 5

Bab 3 Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Matematika — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Membandingkan Pecahan Biasa dan Pecahan Campuran Berpenyebut Sama

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMembandingkan Pecahan Biasa dan Pecahan Campuran Berpenyebut Sama
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Membandingkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai mengerjakan lembar kerja ini.
  • Tuliskan nama lengkap dan nomor presensi pada kolom identitas yang tersedia.
  • Bacalah setiap instruksi dan permasalahan dengan cermat sebelum menjawab.
  • Gunakan pensil warna atau krayon saat diminta mengarsir gambar pecahan.
  • Tanyakan kepada guru apabila ada petunjuk yang kurang dipahami.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Eksplorasi Visual Pecahan Biasa Berpenyebut Sama

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis (pensil dan penghapus)
  • Pensil warna/krayon
  • Penggaris

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati gambar model batang pecahan yang sudah dibagi menjadi bagian-bagian sama besar.
  2. Arsir bagian pecahan sesuai nilai pembilang pada masing-masing gambar.
  3. Bandingkan luas daerah yang diarsir antara kedua pecahan.
  4. Tuliskan tanda pembanding yang tepat (<, >, atau =) di dalam kotak pembanding.

Pertanyaan:

1. Arsirlah 2 bagian dari 5 bagian pada batang A, dan arsirlah 4 bagian dari 5 bagian pada batang B. Manakah pecahan yang bernilai lebih besar? Tuliskan perbandingannya menggunakan tanda <, >, atau = antara 2/5 dan 4/5!

Ruang gambar

2. Bandingkan pasangan pecahan berpenyebut sama berikut dengan tanda <, >, atau =:

  1. 5/8 ... 3/8
    1. 4/6 ... 4/6
    2. 6/10 ... 9/10

3. Berdasarkan pengamatanmu pada soal nomor 1 dan 2, jika dua pecahan biasa memiliki penyebut yang sama, bagaimana caramu menentukan pecahan mana yang nilainya lebih besar?

Tersedia 2 diagram batang bersekat 5 untuk diarsir dan 1 kotak kosong pembanding di tengahnya untuk nomor 1. Untuk nomor 2 tersedia 3 baris isian titik-titik tanda pembanding. Untuk nomor 3 tersedia 3 baris bergaris untuk menuliskan penjelasan simpulan cara membandingkan.

Kegiatan 2: Membandingkan Pecahan Campuran Berpenyebut Sama

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis (pensil dan pulpen)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ingat kembali bahwa pecahan campuran terdiri atas bilangan bulat utuh dan pecahan biasa.
  2. Untuk membandingkan dua pecahan campuran berpenyebut sama, periksa terlebih dahulu bagian bilangan bulat utuhnya.
  3. Jika bagian bilangan bulatnya sama besar, bandingkan bagian pecahan biasanya (periksa pembilangnya).
  4. Tuliskan tanda pembanding (<, >, =) yang tepat pada tabel yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah perbandingan pecahan campuran berikut dengan tanda <, >, atau =:

  1. 1 3/4 ... 2 1/4
    1. 3 2/5 ... 3 4/5
    2. 4 5/7 ... 2 6/7
    3. 5 2/6 ... 5 2/6
Ruang tabel jawaban

2. Diskusikan bersama teman sebangkumu: Manakah yang lebih besar antara pecahan campuran 2 1/3 dengan pecahan biasa 7/3? Tuliskan langkah kalian dalam membandingkan kedua pecahan tersebut hingga menemukan tanda pembanding yang tepat!

Format tabel 4 baris terdiri dari kolom Pasangan Pecahan, Kotak Tanda Pembanding (<, >, =), dan Alasan Perbandingan. Di bawah tabel disediakan kotak bergaris 6 baris untuk menuliskan alur penalaran diskusi soal nomor 2.

Kegiatan 3: Tantangan Komparasi Pecahan dalam Kehidupan Sehari-hari

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah konteks cerita pengukuran berat bahan kue dan panjang pita dengan teliti.
  2. Identifikasi nilai pecahan yang dibandingkan pada setiap cerita.
  3. Gunakan tanda perbandingan (<, >, =) dan tentukan objek mana yang lebih besar/banyak atau lebih kecil/sedikit sesuai pertanyaan.
  4. Setelah menyelesaikan tantangan, lanjutkan dengan mengisi kolom refleksi diri di akhir kegiatan.

Pertanyaan:

1. Ibu membeli 1 3/8 kg tepung terigu dan 1 5/8 kg gula pasir untuk membuat kue wingko. Bahan manakah yang lebih berat dibeli Ibu? Tuliskan kalimat perbandingan pecahannya menggunakan tanda < atau >!

2. Siti memiliki pita merah sepanjang 11/4 meter, sedangkan Dayu memiliki pita hijau sepanjang 2 1/4 meter. Siapakah yang memiliki pita lebih panjang? Tunjukkan perbandingannya!

3. Diberikan tiga pecahan berikut: 3 1/6, 17/6, dan 3 5/6. Tentukan pasangan pecahan mana yang nilainya paling kecil dan pasangan pecahan mana yang nilainya paling besar melalui perbandingan!

Disediakan 3 kotak jawaban terstruktur untuk nomor 1, 2, dan 3 yang masing-masing memuat baris identifikasi pecahan, baris tanda pembanding, dan baris kalimat simpulan jawaban.

REFLEKSI

1. Apa yang paling mudah dan apa yang paling menantang bagimu saat membandingkan pecahan biasa dan pecahan campuran tadi?

2. Langkah apa yang akan kamu lakukan terlebih dahulu jika harus membandingkan pecahan biasa dengan pecahan campuran?

3. Bagaimana perasaanmu setelah berhasil menyelesaikan tantangan membandingkan pecahan pada pembelajaran hari ini?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.