LKPD Matematika Kelas 5: Mengenal Kembali Bilangan Pecahan: Pecahan Biasa dan Pecahan Campuran
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 5 dengan topik "Mengenal Kembali Bilangan Pecahan: Pecahan Biasa dan Pecahan Campuran". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Matematika Kelas 5: Mengenal Kembali Bilangan Pecahan: Pecahan Biasa dan Pecahan Campuran
Matematika - Kelas 5
Bab 3 - Pertemuan 1
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Matematika — Kelas 5 (Fase C) Topik: Mengenal Kembali Bilangan Pecahan: Pecahan Biasa dan Pecahan Campuran INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Eksplorasi Pecahan di Sekitar KitaEstimasi: 20 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Sebuah pizza dipotong menjadi 8 bagian sama besar. Kamu mengambil 3 potong. Tuliskan pecahan yang menunjukkan bagian pizza yang kamu ambil! Gambarkan juga ilustrasinya! Ruang gambar 2. Ibu membeli 2 loyang brownies. Setiap loyang dipotong menjadi 4 bagian. Kakak memakan 3 potong brownies. Tuliskan pecahan yang menunjukkan brownies yang dimakan kakak! (Petunjuk: perhatikan jumlah total potongan dari 2 loyang) 3. Andi mempunyai 1 kertas origami utuh dan 2/3 kertas origami lagi. Bagaimana cara menuliskan jumlah kertas origami Andi dalam bentuk pecahan? Menurutmu, ini termasuk pecahan jenis apa? Sediakan ruang kosong untuk menggambar dan menulis. Untuk nomor 1: kotak gambar 8×8 cm. Untuk nomor 2-3: 3-4 baris kosong per soal. Kegiatan 2: Membedakan Pecahan Biasa dan Pecahan CampuranEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Kelompokkan pecahan-pecahan berikut ke dalam tabel: 3/5, 2 1/4, 7/8, 1 5/6, 4/9, 3 2/3, 11/12, 4 1/5 Ruang tabel jawaban 2. Perhatikan pecahan 7/4. Apakah ini termasuk pecahan biasa? Bisakah pecahan ini diubah menjadi pecahan campuran? Jika bisa, bagaimana caranya? 3. Buatlah 3 contoh pecahan biasa dan 3 contoh pecahan campuran yang kamu temukan dalam kehidupan sehari-hari! Jelaskan konteksnya! Ruang tabel jawaban Untuk nomor 1: Tabel 2 kolom (Pecahan Biasa | Pecahan Campuran), 8 baris kosong. Untuk nomor 2: 4-5 baris kosong. Untuk nomor 3: Tabel 4 kolom (Jenis Pecahan | Contoh 1 | Contoh 2 | Contoh 3), 2 baris untuk pecahan biasa dan campuran. Kegiatan 3: Menyajikan Pecahan dalam Bentuk Simbol dan GambarEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Pak Budi memiliki sebidang tanah. Ia membagi tanahnya menjadi 5 bagian sama besar. 2 bagian ditanami jagung, 1 bagian ditanami cabai, dan sisanya masih kosong. a) Tuliskan pecahan tanah yang ditanami jagung! b) Tuliskan pecahan tanah yang ditanami cabai! c) Tuliskan pecahan tanah yang masih kosong! d) Gambarkan situasi tanah Pak Budi dalam bentuk diagram! Ruang gambar 2. Gunakan 2 lembar kertas origami. Lipat kertas pertama menjadi 4 bagian sama besar dan arsir 3 bagian. Lipat kertas kedua, lalu tambahkan 1/4 bagian lagi yang diarsir. Berapa total bagian yang diarsir jika digabungkan? Tuliskan dalam bentuk pecahan campuran! 3. Siti mempunyai pita sepanjang 2 meter dan 3/4 meter lagi. a) Tuliskan panjang pita Siti dalam bentuk pecahan campuran! b) Jika Siti menggunakan 1 1/4 meter pita untuk membuat hiasan, berapa sisa pita Siti? (cukup tulis kalimat matematikanya, belum perlu menghitung) Untuk nomor 1: Kotak gambar 10×10 cm untuk diagram tanah, dan 4 baris untuk jawaban tertulis. Untuk nomor 2: Ruang untuk menempel kertas origami (10×15 cm) dan 3 baris penjelasan. Untuk nomor 3: 4-5 baris kosong. REFLEKSI1. Apa perbedaan utama antara pecahan biasa dan pecahan campuran? Jelaskan dengan kata-katamu sendiri! 2. Ceritakan satu situasi di rumah atau di sekolah di mana kamu menggunakan pecahan biasa atau pecahan campuran! 3. Apa yang paling menarik dari pembelajaran hari ini? Apa yang masih membuatmu bingung? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.