LKPDPertemuan 6Bab 2Fase BSemester 1

LKPD Matematika Kelas 4: Pecahan Desimal Persepuluhan dan Perseratusan

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 4 dengan topik "Pecahan Desimal Persepuluhan dan Perseratusan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Matematika Kelas 4: Pecahan Desimal Persepuluhan dan Perseratusan

Matematika - Kelas 4

Bab 2 - Pertemuan 6

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Matematika — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Pecahan Desimal Persepuluhan dan Perseratusan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikPecahan Desimal Persepuluhan dan Perseratusan
Alokasi Waktu70 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menyatakan pecahan desimal persepuluhan (mis. 0,3 = 3/10) menggunakan gambar, tabel, dan simbol matematika.
  2. Murid dapat menyatakan pecahan desimal perseratusan (mis. 0,25 = 25/100) menggunakan gambar, tabel, dan simbol matematika.

PETUNJUK UMUM

  • Kerjakan LKPD ini dengan penuh semangat dan rasa ingin tahu!
  • Baca setiap petunjuk dengan teliti sebelum mulai mengerjakan.
  • Kamu boleh berdiskusi dengan teman semeja saat ada tanda 🗣️ Diskusi.
  • Gunakan pensil terlebih dahulu agar mudah diperbaiki jika perlu.
  • Jika ada yang belum dipahami, angkat tangan dan tanyakan kepada gurumu.
  • Setiap kegiatan punya waktu pengerjaan — pantau waktumu ya!

KEGIATAN

Kegiatan 1: Aku Temukan Pecahan Desimal di Batang Coklat!

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil warna atau krayon (untuk mengarsir)
  • Pensil dan penghapus

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bayangkan kamu punya sebatang coklat yang dibagi menjadi 10 bagian sama besar.
  2. Perhatikan gambar batang coklat di bawah ini (10 kotak berjajar). Setiap kotak mewakili 1 bagian dari 10 bagian.
  3. Arsir kotak-kotak sesuai jumlah yang diminta pada setiap soal.
  4. Tuliskan bentuk pecahan biasa dan pecahan desimal berdasarkan bagian yang kamu arsir.
  5. Ingat: jika 3 kotak diarsir dari 10 kotak, maka pecahan biasanya adalah 3/10 dan pecahan desimalnya adalah 0,3.

Pertanyaan:

1. Arsir 2 kotak dari 10 kotak pada batang coklat. Tuliskan: (a) Berapa bagian yang diarsir dari keseluruhan? Tulis dalam bentuk pecahan biasa. (b) Tuliskan pecahan desimalnya. (c) Bacalah pecahan desimal itu dengan lantang — kamu baca 'nol koma ...'?

Ruang gambar

2. Arsir 7 kotak dari 10 kotak. Tuliskan pecahan biasa dan pecahan desimalnya.

3. Lengkapi tabel berikut dengan mengarsir gambar dan mengisi kolom yang kosong.

Gambar (arsir kotak)Bagian diarsirPecahan BiasaPecahan Desimal
[10 kotak]4 kotak......
[10 kotak]9 kotak......
[10 kotak]1 kotak......

4. 🗣️ Diskusi: Temanmu berkata, '0,5 itu artinya 5 dari 10 bagian.' Apakah kamu setuju? Jelaskan alasanmu kepada teman sebangkumu!

5. Tantangan! Jika pecahan desimalnya adalah 0,6, gambarkan pada batang coklat 10 kotak — kotak mana saja yang harus diarsir? Lalu tulis pecahan biasanya.

Ruang gambar

Gambar batang coklat (10 kotak) dicetak untuk setiap soal gambar. Kolom tabel 4 kolom untuk soal nomor 3. Kotak isian singkat untuk soal nomor 2 dan 5. Kotak diskusi berisi baris-baris kosong untuk menulis kesimpulan diskusi.

Kegiatan 2: Petualangan di Kotak 100 — Mengenal Perseratusan!

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil warna atau krayon (untuk mengarsir)
  • Pensil dan penghapus

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Sekarang kita naik level! Bayangkan sebuah kebun mini berbentuk persegi yang dibagi menjadi 100 petak kecil sama besar (seperti kisi-kisi 10×10).
  2. Perhatikan gambar kisi-kisi 10×10 yang tersedia di lembar ini.
  3. Untuk setiap soal, arsir jumlah petak yang diminta.
  4. Tuliskan dalam bentuk pecahan biasa (pembilang/100) dan pecahan desimal (0,__).
  5. Ingat: jika 25 petak diarsir dari 100 petak, pecahan biasanya 25/100 dan desimalnya 0,25 — perhatikan ada DUA angka di belakang koma!

Pertanyaan:

1. Perhatikan kisi-kisi 10×10 (100 petak). Arsir 10 petak. Tuliskan: (a) Pecahan biasa dari petak yang diarsir. (b) Pecahan desimalnya. (c) Berapa angka ada di belakang koma?

Ruang gambar

2. Lengkapi tabel petualangan kebun ini!

Petak diarsirPecahan BiasaPecahan Desimal
5 petak......
50 petak......
75 petak......
3 petak......

3. Perhatikan dua pecahan desimal ini: 0,3 dan 0,30. Apakah keduanya sama? Gambarlah pada dua kisi-kisi yang berbeda untuk membuktikan jawabanmu! (Petunjuk: 0,3 = 3/10 dan 0,30 = 30/100)

Ruang gambar

4. 🗣️ Diskusi: Seorang teman menuliskan 0,7 = 7/100. Apakah penulisan itu benar? Diskusikan dengan kelompokmu dan tuliskan penjelasanmu!

5. Tantangan Detektif! Sebuah pecahan desimal memiliki angka 4 di posisi perseratusan. Pecahan desimal itu adalah 0,04. Dapatkah kamu menggambar kisi 10×10 dan mengarsir petaknya dengan tepat? Tulis juga pecahan biasanya.

Ruang gambar

Kisi-kisi 10×10 (kotak 100 petak) dicetak untuk soal gambar nomor 1, 3 (dua kisi), dan 5. Tabel 3 kolom untuk soal nomor 2. Kotak diskusi bergaris untuk soal nomor 4.

Kegiatan 3: Aku Jadi Koki Matematika — Membuat Kartu Pecahan Desimal!

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil warna atau krayon
  • Pensil dan penghapus
  • Penggaris (opsional, untuk membuat kotak lebih rapi)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Selamat! Kamu sudah mengenal pecahan persepuluhan dan perseratusan.
  2. Sekarang saatnya membuat 'Kartu Pecahan Desimal' milikmu sendiri sebagai bukti pemahamanmu.
  3. Setiap kartu berisi: (1) gambar visual (batang atau kisi), (2) pecahan biasa, dan (3) pecahan desimal.
  4. Kamu akan membuat 4 kartu: 2 kartu untuk persepuluhan dan 2 kartu untuk perseratusan.
  5. Setelah selesai, tukarkan kartu buatanmu dengan kartu milik temanmu dan periksa bersama apakah jawabannya sudah benar.

Pertanyaan:

1. Buat Kartu Persepuluhan 1: Pilih sendiri satu pecahan persepuluhan yang belum dipakai di kegiatan sebelumnya. Gambar batang 10 kotak, arsir bagian yang kamu pilih, tulis pecahan biasa dan desimalnya.

Ruang gambar

2. Buat Kartu Persepuluhan 2: Pilih pecahan persepuluhan lain yang berbeda dari Kartu 1. Buat gambar, pecahan biasa, dan desimalnya.

Ruang gambar

3. Buat Kartu Perseratusan 1: Pilih sendiri satu pecahan perseratusan. Gambar kisi 10×10, arsir petaknya, tulis pecahan biasa dan desimalnya.

Ruang gambar

4. Buat Kartu Perseratusan 2: Pilih pecahan perseratusan lain. Buat gambar, pecahan biasa, dan desimalnya.

Ruang gambar

5. Setelah bertukar kartu dengan temanmu, periksa kartu milik temanmu. Tuliskan: apakah gambar, pecahan biasa, dan pecahan desimal pada kartu temanmu sudah sesuai? Jika ada yang keliru, tulis perbaikannya dengan sopan di sini.

6. 🗣️ Diskusi Kelas: Dari semua kartu yang dibuat kelompokmu, apakah ada pola yang kamu temukan? Bagaimana cara cepat mengetahui apakah sebuah desimal termasuk persepuluhan atau perseratusan? Tuliskan kesimpulanmu!

Empat kotak kartu berukuran cukup besar dicetak di lembar ini, masing-masing berisi: area gambar (batang 10 kotak atau kisi 10×10), baris 'Pecahan Biasa: ...', dan baris 'Pecahan Desimal: ...'. Kotak uraian bergaris untuk soal nomor 5. Kotak diskusi bergaris untuk soal nomor 6.

REFLEKSI

1. Hari ini kamu belajar tentang pecahan desimal. Coba pikirkan: di mana kamu pernah melihat angka dengan koma (seperti 0,5 atau 0,75) dalam kehidupan sehari-hari? Ceritakan satu contohnya!

2. Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling mudah bagimu? Bagian mana yang paling menantang? Apa yang akan kamu lakukan agar lebih paham?

3. Setelah belajar hari ini, apa satu hal baru yang kamu ketahui tentang hubungan antara pecahan biasa dan pecahan desimal?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.