LKPD Matematika Kelas 4: Melakukan Pengurutan Pecahan dengan Pembilang Satu Berbantuan Garis Bilangan dan Gambar
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Matematika kelas 4 dengan topik "Melakukan Pengurutan Pecahan dengan Pembilang Satu Berbantuan Garis Bilangan dan Gambar".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Matematika Kelas 4: Melakukan Pengurutan Pecahan dengan Pembilang Satu Berbantuan Garis Bilangan dan Gambar
Matematika - Kelas 4
Bab 2 Pertemuan 2
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Matematika — Kelas 4 (Fase B) Topik: Melakukan Pengurutan Pecahan dengan Pembilang Satu Berbantuan Garis Bilangan dan Gambar INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Eksplorasi Luas Bagian: Mengurutkan Pecahan dengan Bantuan GambarEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Berdasarkan luas daerah yang diarsir pada gambar A (1/2), B (1/3), C (1/4), dan D (1/6), lakukan pengurutan pecahan tersebut dari yang nilainya paling kecil ke paling besar! 2. Lakukan pengurutan pecahan 1/2, 1/3, 1/4, dan 1/6 dari yang nilainya paling besar ke paling kecil! 3. Perhatikan pecahan 1/5, 1/8, dan 1/2. Jika diilustrasikan dengan ukuran balok yang sama, lakukan pengurutan ketiga pecahan tersebut mulai dari potongan yang paling lebar (paling besar) hingga paling sempit (paling kecil)! Tersedia 4 gambar persegi panjang identik bersanding dengan arsiran pecahan 1/2, 1/3, 1/4, dan 1/6. Kotak isian berjejer disediakan untuk menuliskan urutan pecahan dengan lambang tanda koma. Kegiatan 2: Melompat di Garis Bilangan: Mengurutkan Letak PecahanEstimasi: 35 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Pada garis bilangan yang memuat titik 0 hingga 1, terdapat titik-titik untuk pecahan 1/8, 1/4, dan 1/2. Lakukan pengurutan ketiga pecahan tersebut dari posisi yang paling dekat dengan 0 (paling kecil) hingga yang paling dekat dengan 1 (paling besar)! 2. Disediakan empat pecahan berpembilang satu: 1/10, 1/3, 1/7, dan 1/5. Tentukan posisi letak titiknya pada garis bilangan, kemudian urutkan keempat pecahan tersebut mulai dari yang paling kanan (terbesar) ke yang paling kiri (terkecil)! 3. Lengkapilah tabel pengurutan pecahan berpembilang satu berikut dengan menaruh tanda urutan yang tepat: Ruang tabel jawaban Format tabel 3 kolom untuk soal nomor 3: Kolom 1 (Kelompok Pecahan), Kolom 2 (Perintah Pengurutan), Kolom 3 (Hasil Urutan Pecahan). Baris 1: [1/9, 1/3, 1/6 | Dari terkecil | ...], Baris 2: [1/4, 1/12, 1/2 | Dari terbesar | ...]. Kegiatan 3: Tantangan Kartu Pita: Mengurutkan Panjang Pita PecahanEstimasi: 40 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Berdasarkan data pita di atas, lakukan pengurutan nama anak mulai dari pemilik potongan pita terpanjang sampai pemilik potongan pita terpendek beserta nilai pecahannya! 2. Lakukan pengurutan pecahan panjang pita milik Dayu (1/10), Siti (1/4), dan Lani (1/8) dari yang paling pendek ke yang paling panjang! 3. Jika ada pita baru berukuran 1/6 meter milik Udin, lakukan pengurutan pecahan 1/3, 1/6, 1/2, dan 1/8 mulai dari pecahan terkecil ke terbesar! Disediakan garis berurutan dengan kotak kosong bertingkat untuk menuliskan nama anak dan nilai pecahannya secara runtut dari kiri ke kanan. REFLEKSI1. Ketika pembilangnya sama-sama bernilai satu, apa yang terjadi pada nilai pecahan jika angka penyebutnya semakin besar? Apakah potongannya makin besar atau makin kecil? 2. Manakah bantuan yang paling mempermudahmu mengurutkan pecahan tadi: melihat gambar luas daerah arsiran atau melihat posisi pada garis bilangan? Mengapa? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.