LKPDPertemuan 9Bab 3Fase BSemester 1

LKPD Matematika Kelas 3: Hubungan Antarsatuan Baku Berat (g, ons, dan kg)

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 3 dengan topik "Hubungan Antarsatuan Baku Berat (g, ons, dan kg)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Matematika Kelas 3: Hubungan Antarsatuan Baku Berat (g, ons, dan kg)

Matematika - Kelas 3

Bab 3 - Pertemuan 9

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Matematika — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Hubungan Antarsatuan Baku Berat (g, ons, dan kg)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikHubungan Antarsatuan Baku Berat (g, ons, dan kg)
Alokasi Waktu70 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menentukan hubungan antarsatuan baku berat, yaitu 1 kg = 1.000 g dan 1 ons = 100 g, melalui kegiatan pengamatan dan eksplorasi.
  2. Murid dapat mengubah satuan berat dari kilogram ke gram dan sebaliknya menggunakan konsep hubungan 1 kg = 1.000 g.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk kegiatan dengan teliti sebelum mengerjakan.
  • Lakukan kegiatan bersama teman kelompokmu dengan penuh semangat.
  • Jika ada yang kurang jelas, jangan ragu bertanya kepada guru.
  • Tuliskan jawabanmu dengan rapi di tempat yang tersedia.
  • Selamat belajar dan temukan hal menarik tentang satuan berat!

KEGIATAN

Kegiatan 1: Ayo Mengamati: Menemukan Hubungan Satuan Berat

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Timbangan kodok (jika tersedia)
  • Bandul 1 kg, 1 ons, dan bandul kecil
  • Timbangan digital (jika tersedia)
  • Benda-benda di sekitar kelas untuk ditimbang

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Siapkan timbangan kodok dan bandul (1 kg, 1 ons, dan bandul kecil) jika ada di kelasmu.
  2. Amati dengan seksama gambar timbangan kodok dan timbangan digital pada LKPD ini.
  3. Perhatikan berapa gram yang ditunjukkan timbangan digital ketika timbangan kodok menunjukkan 1 kg.
  4. Diskusikan dengan teman sekelompokmu: Apa hubungan antara kilogram (kg) dan gram (g)?
  5. Lakukan pengamatan yang sama untuk hubungan antara ons dan gram.
  6. Catat hasil pengamatanmu pada tabel yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Ketika timbangan kodok menunjukkan 1 kg, timbangan digital menunjukkan berapa gram?

2. Lengkapi kalimat berikut: 1 kilogram = .......... gram

3. Ketika timbangan kodok menunjukkan 1 ons, timbangan menunjukkan berapa gram?

4. Lengkapi kalimat berikut: 1 ons = .......... gram

5. Jika 1 kg = 10 ons, bagaimana kamu bisa membuktikan hubungan ini menggunakan satuan gram? Jelaskan caramu!

Tuliskan jawaban nomor 1-4 pada titik-titik yang tersedia. Untuk nomor 5, gunakan 3-4 baris untuk menjelaskan jawabanmu dengan kalimatmu sendiri.

Kegiatan 2: Ayo Berlatih: Mengubah Satuan Berat

Estimasi: 25 menit

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Sekarang kamu sudah tahu hubungan antara kg, ons, dan gram.
  2. Gunakan pengetahuan ini untuk mengubah satuan berat.
  3. Ingat: 1 kg = 1.000 g dan 1 ons = 100 g
  4. Kerjakan soal-soal berikut dengan teliti.
  5. Tunjukkan cara menghitungmu agar teman dan guru dapat memahami jawabanmu.

Pertanyaan:

1. Ibu membeli 3 kg beras. Berapa gram berat beras yang dibeli ibu?

2. Meutia menimbang tepung seberat 2.500 gram. Berapa kilogram berat tepung tersebut?

3. Lengkapi tabel konversi satuan berat berikut!

Ruang tabel jawaban

4. Pak Budi membeli 5 ons gula dan 2 kg beras. Berapa gram total berat belanjaan Pak Budi?

5. Berat badan Andi 25 kg. Berat badan Budi 24.500 gram. Siapa yang lebih berat? Jelaskan!

Tuliskan cara menghitung dan jawabanmu untuk setiap soal. Untuk nomor 3, buatlah tabel dengan 2 kolom (satuan awal dan gram). Gunakan 4-5 baris untuk setiap soal uraian agar jawabanmu lengkap.

Kegiatan 3: Ayo Berkreasi: Tabel Berat Barang di Sekitarku

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Timbangan (jika tersedia)
  • 5 benda dari sekitar (buku, pensil, tas, dll)
  • Kertas karton untuk membuat tabel (opsional)
  • Spidol atau pensil warna

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Sekarang saatnya kamu menjadi peneliti berat!
  2. Pilih 5 benda di sekitarmu (di dalam tas, kelas, atau di rumah jika mengerjakan di rumah).
  3. Timbang atau taksir berat setiap benda.
  4. Tuliskan berat benda tersebut dalam 2 satuan berbeda (misalnya: kg dan gram, atau ons dan gram).
  5. Buat kesimpulan tentang kapan lebih baik menggunakan kg, ons, atau gram.
  6. Presentasikan hasil kerjamu di depan kelas!

Pertanyaan:

1. Buatlah tabel pengamatan dengan kolom: Nama Benda, Berat dalam Satuan 1, Berat dalam Satuan 2

Ruang tabel jawaban

2. Dari 5 benda yang kamu pilih, mana yang paling berat dan paling ringan? Tuliskan beratnya dalam gram.

3. Menurut pengamatanmu, kapan lebih baik menggunakan satuan kilogram? Kapan lebih baik menggunakan gram?

4. Buatlah 1 soal cerita tentang berat benda di sekitarmu, lalu selesaikan soal yang kamu buat!

Untuk nomor 1, buatlah tabel dengan 3 kolom dan 6 baris (1 baris judul, 5 baris isi). Untuk nomor 2-4, gunakan 4-5 baris untuk setiap jawaban. Tulislah dengan rapi agar mudah dibaca saat presentasi.

REFLEKSI

1. Apa hal paling menarik yang kamu pelajari hari ini tentang satuan berat?

2. Menurutmu, mengapa kita perlu memahami hubungan antara kg, ons, dan gram dalam kehidupan sehari-hari? Berikan 2 contoh situasi nyata!

3. Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling mudah bagimu? Bagian mana yang paling menantang? Apa yang membuatmu berpikir demikian?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.