LKPDPertemuan 7Bab 3Fase BSemester 1

LKPD Matematika Kelas 3: Mengenal Alat Ukur Berat dan Satuan Baku

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 3 dengan topik "Mengenal Alat Ukur Berat dan Satuan Baku". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Matematika Kelas 3: Mengenal Alat Ukur Berat dan Satuan Baku

Matematika - Kelas 3

Bab 3 - Pertemuan 7

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Matematika — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Mengenal Alat Ukur Berat dan Satuan Baku

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMengenal Alat Ukur Berat dan Satuan Baku
Alokasi Waktu70 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi berbagai alat ukur berat baku (timbangan duduk, timbangan digital, timbangan kodok) dan menyebutkan satuan yang digunakan (g, kg).
  2. Murid dapat memilih alat ukur berat yang tepat sesuai dengan benda yang akan diukur dalam kehidupan sehari-hari.

PETUNJUK UMUM

  • Baca setiap petunjuk dengan teliti sebelum mengerjakan.
  • Kerjakan kegiatan secara berurutan dari Kegiatan 1 sampai Kegiatan 3.
  • Gunakan pensil untuk mengisi jawaban agar bisa diperbaiki jika salah.
  • Boleh berdiskusi dengan teman sebangku saat ada tanda 🗣️ (diskusi).
  • Jika ada yang belum dipahami, angkat tangan dan tanyakan kepada guru.
  • Selamat belajar dan selamat bersenang-senang!

KEGIATAN

Kegiatan 1: Ayo Mengenal Timbangan! ⚖️

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar LKPD bergambar tiga jenis timbangan (timbangan duduk, timbangan digital, timbangan kodok)
  • Pensil dan penghapus

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan gambar tiga alat ukur berat di bawah ini dengan seksama.
  2. Amati bentuk, bagian-bagian, dan tulisan yang ada pada masing-masing alat.
  3. Baca nama setiap alat dengan keras bersama teman-temanmu.
  4. Jawab setiap pertanyaan di bawah gambar dengan menulis di tempat yang sudah disediakan.
  5. Untuk pertanyaan tabel, isilah setiap kolom yang kosong.

Pertanyaan:

1. Perhatikan gambar timbangan duduk (timbangan meja), timbangan digital, dan timbangan kodok. Tuliskan nama masing-masing alat ukur tersebut di bawah gambarnya!

Ruang gambar

2. Lengkapi tabel berikut berdasarkan hasil pengamatanmu terhadap gambar ketiga timbangan!

No.Nama Alat UkurCiri-ciri yang TerlihatSatuan yang Digunakan
1.Timbangan duduk......
2.Timbangan digital......
3.Timbangan kodok......

3. Ada dua satuan baku yang digunakan untuk mengukur berat. Tuliskan nama dan singkatannya!

Satuan 1: ____________ disingkat ______
Satuan 2: ____________ disingkat ______

4. 🗣️ Diskusi: Menurutmu, apa persamaan dari ketiga alat ukur berat tersebut? Ceritakan jawabanmu kepada teman sebangkumu, lalu tuliskan di sini!

Nomor 1: tulis nama alat di bawah masing-masing gambar. Nomor 2: isi tabel 4 kolom (No., Nama Alat Ukur, Ciri-ciri, Satuan). Nomor 3: isi titik-titik pada dua baris isian. Nomor 4: tulis paragraf singkat 2-3 kalimat.

Kegiatan 2: Gram atau Kilogram? Ayo Pilih yang Tepat! 🧐

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar LKPD dengan gambar benda-benda sehari-hari dan gambar alat ukur
  • Pensil, penghapus, dan penggaris (untuk menarik garis)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Baca dengan teliti penjelasan singkat di kotak informasi berikut:
  2. 📦 INGAT: Satuan GRAM (g) digunakan untuk benda yang RINGAN, contoh: sebiji permen, sebuah pensil, sepotong cokelat.
  3. 📦 INGAT: Satuan KILOGRAM (kg) digunakan untuk benda yang BERAT, contoh: berat badan, karung beras, buah semangka.
  4. Perhatikan gambar benda-benda yang tersedia pada lembar ini.
  5. Untuk setiap benda, putuskan satuan mana yang lebih cocok: gram (g) atau kilogram (kg).
  6. Tulis jawabanmu pada tabel dan berikan alasanmu.

Pertanyaan:

1. Kelompokkan benda-benda berikut ke dalam tabel yang tepat! Benda: (a) sebuah apel, (b) karung beras 5 kg, (c) sebungkus gula pasir 250 g, (d) buku tulis, (e) berat badan Raka 28 kg, (f) sebatang cokelat.

BendaSatuan yang Cocok (g / kg)Alasanku
.........

2. Sekarang saatnya mencocokkan! Hubungkan dengan garis setiap benda di kolom kiri dengan alat ukur yang paling tepat di kolom kanan!

Kolom Kiri (Benda): Tepung terigu 500 g | Berat badan adik | Buah semangka utuh | Sebungkus permen

Kolom Kanan (Alat Ukur): Timbangan digital kecil (untuk benda ringan) | Timbangan duduk atau timbangan kodok (untuk benda berat)

Ruang gambar

3. Ibu pergi ke pasar dan ingin menimbang:

  1. 200 g cabai merah,
  2. 3 kg beras, dan
  3. 500 g daging ayam. Tuliskan alat ukur berat mana yang paling tepat dipakai untuk masing-masing benda tersebut, dan jelaskan mengapa!

4. 🗣️ Diskusi bersama kelompokmu: Pernahkah kamu melihat timbangan di sekitarmu? Di mana kamu melihatnya dan dipakai untuk menimbang apa? Ceritakan dan tuliskan di sini!

Nomor 1: isi tabel 3 kolom (Benda, Satuan yang Cocok, Alasanku) dengan 6 baris. Nomor 2: buat garis penghubung antara benda dan alat ukur. Nomor 3: tulis uraian 3-4 kalimat. Nomor 4: tulis cerita singkat 3-5 kalimat.

Kegiatan 3: Detektif Timbangan 🔍 — Aku Bisa Memilih yang Tepat!

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar LKPD
  • Pensil, pensil warna atau krayon (untuk menghias Kartu Pintar)
  • Penghapus dan penggaris

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kamu sekarang menjadi Detektif Timbangan! Tugasmu adalah memecahkan kasus pilihan alat ukur.
  2. Baca setiap cerita pendek di bawah ini dengan seksama.
  3. Tentukan alat ukur berat yang paling tepat untuk setiap situasi.
  4. Tulis pilihanmu dan berikan alasan mengapa kamu memilih alat ukur tersebut.
  5. Di bagian akhir, buat 'Kartu Pintar Timbangan'-mu sendiri sebagai produk belajar.

Pertanyaan:

1. Kasus 1: Budi membantu ibunya membuat kue ulang tahun. Ibu ingin mengukur 200 g tepung terigu dan 100 g gula pasir dengan tepat. Alat ukur berat apa yang sebaiknya Budi gunakan? Lingkari pilihanmu: (A) Timbangan kodok (B) Timbangan digital (C) Timbangan duduk besar

Alasanku: _______________

2. Kasus 2: Pak Hendra adalah pedagang buah di pasar. Setiap hari ia menimbang semangka, melon, dan jeruk untuk dijual kepada pembeli. Berat buah-buahan itu sekitar 1 kg sampai 5 kg. Alat ukur berat apa yang paling cocok untuk Pak Hendra? Lingkari pilihanmu: (A) Timbangan digital kecil (B) Timbangan duduk atau timbangan kodok (C) Timbangan badan

Alasanku: _______________

3. Kasus 3: Di Posyandu, Bu Bidan ingin mengetahui berat badan bayi bernama Dita yang baru berusia 6 bulan. Kira-kira berapa kg berat bayi? Alat ukur apa yang tepat digunakan Bu Bidan?

Perkiraanku berat bayi Dita: ± ______ kg
Alat ukur yang tepat: _______________
Alasanku: _______________

4. 🌟 PRODUK BELAJAR — Buat Kartu Pintar Timbangan-mu!

Buatlah sebuah 'Kartu Pintar' dengan mengisi tabel di bawah ini. Kartu ini bisa kamu gunakan sebagai catatan belajar!

Nama TimbanganGambar (boleh digambar sendiri)Digunakan untuk menimbang...Satuannya
Timbangan duduk(gambar)......
Timbangan digital(gambar)......
Timbangan kodok(gambar)......

5. 🗣️ Tantangan Terakhir: Menurutmu, mengapa kita perlu menggunakan alat ukur berat yang tepat? Apa yang bisa terjadi kalau kita salah memilih alat ukur? Tuliskan pendapatmu!

Nomor 1-2: lingkari pilihan dan tulis alasan 1-2 kalimat. Nomor 3: isi titik-titik dan tulis uraian 2-3 kalimat. Nomor 4: isi tabel 4 kolom dan boleh menggambar sketsa sederhana timbangan. Nomor 5: tulis paragraf 3-5 kalimat pendapat pribadi.

REFLEKSI

1. Alat ukur berat apa yang paling menarik bagimu hari ini? Mengapa kamu tertarik dengan alat ukur tersebut?

2. Sebutkan satu benda di rumahmu yang menurut kamu perlu ditimbang. Alat ukur apa yang akan kamu gunakan, dan satuannya gram atau kilogram?

3. Apakah ada hal yang masih membuatmu bingung tentang alat ukur berat? Tuliskan pertanyaanmu!

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.