LKPDPertemuan 1Bab 2Fase BSemester 1

LKPD Matematika Kelas 3: Pengenalan Kalimat Matematika dan Konsep Nilai yang Belum Diketahui

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 3 dengan topik "Pengenalan Kalimat Matematika dan Konsep Nilai yang Belum Diketahui". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Matematika Kelas 3: Pengenalan Kalimat Matematika dan Konsep Nilai yang Belum Diketahui

Matematika - Kelas 3

Bab 2 - Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Matematika — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Pengenalan Kalimat Matematika dan Konsep Nilai yang Belum Diketahui

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikPengenalan Kalimat Matematika dan Konsep Nilai yang Belum Diketahui
Alokasi Waktu70 menit (2 JP)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan pengertian kalimat matematika yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan pada bilangan cacah sampai 100 menggunakan contoh kontekstual dari kehidupan sehari-hari.
  2. Murid dapat mengidentifikasi bagian-bagian kalimat matematika (suku pertama, suku kedua, dan hasil) pada kalimat penjumlahan bilangan cacah sampai 100.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk dengan saksama sebelum mengerjakan.
  • Kerjakan kegiatan secara berurutan dari Kegiatan 1 sampai Kegiatan 3.
  • Diskusikan dengan teman atau kelompok jika ada instruksi untuk berdiskusi.
  • Tuliskan jawabanmu dengan rapi di tempat yang disediakan.
  • Jika ada yang kurang jelas, tanyakan kepada guru.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Bermain Kelereng Galih dan Teman-teman

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Kelereng atau benda kecil lain (biji-bijian, kancing) untuk simulasi (opsional)
  • Pensil dan penghapus

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan gambar dan cerita berikut dengan seksama.
  2. Galih memiliki 5 kelereng, temannya membawa 8 kelereng. Mereka menggabungkan kelerengnya untuk bermain bersama.
  3. Amati gambar kelereng Galih dan temannya (guru akan menunjukkan atau kalian bisa menggambar sendiri).
  4. Diskusikan bersama teman sebangkumu: Berapa jumlah kelereng mereka sekarang?
  5. Tuliskan dalam bentuk penjumlahan bilangan, misalnya: 5 + 8 = ...
  6. Bentuk penjumlahan seperti ini disebut kalimat matematika.
  7. Jawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini.

Pertanyaan:

1. Berapa kelereng Galih? Berapa kelereng temannya? Berapa jumlah kelereng mereka berdua?

2. Tuliskan dalam bentuk penjumlahan (kalimat matematika)!

3. Ceritakan dengan kalimatmu sendiri: Apa itu kalimat matematika?

Tuliskan jawabanmu di bawah setiap nomor pertanyaan dengan kalimat lengkap.

Kegiatan 2: Mengenal Bagian-bagian Kalimat Matematika

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil dan penghapus
  • Penggaris untuk membuat tabel

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Sekarang kita akan belajar bagian-bagian dari kalimat matematika penjumlahan.
  2. Perhatikan contoh: 12 + 7 = 19
  3. Dalam kalimat matematika penjumlahan ada tiga bagian penting:
  4. - Suku pertama: bilangan yang dijumlahkan pertama (contoh: 12)
  5. - Suku kedua: bilangan yang dijumlahkan kedua (contoh: 7)
  6. - Hasil: jumlah dari suku pertama dan suku kedua (contoh: 19)
  7. Lengkapi tabel di bawah dengan mengidentifikasi bagian-bagian kalimat matematika.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel berikut dengan mengidentifikasi suku pertama, suku kedua, dan hasil dari setiap kalimat matematika!

Ruang tabel jawaban

2. Buatlah 2 contoh kalimat matematika penjumlahan sendiri (bilangan sampai 100), lalu tunjukkan suku pertama, suku kedua, dan hasilnya!

3. Mengapa penting mengenal bagian-bagian kalimat matematika? Jelaskan pendapatmu!

Untuk nomor 1, buatlah tabel dengan 4 kolom: Kalimat Matematika | Suku Pertama | Suku Kedua | Hasil. Isi dengan contoh: 15+23=38, 9+14=23, 27+31=58, 42+18=60. Untuk nomor 2 dan 3, tulis jawabanmu dengan kalimat lengkap.

Kegiatan 3: Menemukan Nilai yang Belum Diketahui

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas untuk diskusi kelompok
  • Pensil dan penghapus
  • Kelereng atau benda manipulatif untuk membantu berpikir (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Sekarang kita akan belajar tentang kalimat matematika yang salah satu bagiannya belum diketahui (ditandai dengan titik-titik atau kotak kosong).
  2. Contoh: Ibu membeli 8 apel, lalu membeli lagi beberapa apel. Sekarang ada 15 apel. Berapa apel yang dibeli kedua?
  3. Kalimat matematikanya: 8 + ... = 15
  4. Untuk mencari nilai yang belum diketahui, kita bisa berpikir: 8 ditambah berapa menjadi 15?
  5. Jawabannya: 7, karena 8 + 7 = 15
  6. Sekarang kerjakan soal-soal berikut dalam kelompok (3-4 orang).

Pertanyaan:

1. Lengkapi kalimat matematika berikut, lalu ceritakan situasi kehidupan sehari-hari yang sesuai: a) 12 + ... = 20, b) ... + 15 = 28, c) 9 + ... = 17

2. Buatlah 2 soal cerita sendiri yang bisa ditulis dalam kalimat matematika dengan satu bagian yang belum diketahui. Tukar soalmu dengan teman dan minta mereka menyelesaikannya!

3. Diskusikan bersama kelompok: Bagaimana cara kalian menemukan bilangan yang hilang dalam kalimat matematika? Apa strategi yang kalian gunakan?

Untuk nomor 1, tuliskan jawaban dan cerita untuk setiap poin (a, b, c). Untuk nomor 2, buatlah soal cerita di kolom kiri, jawaban di kolom kanan. Untuk nomor 3, tuliskan hasil diskusi kelompok dengan poin-poin strategi yang kalian temukan.

REFLEKSI

1. Apa yang paling menarik dari belajar kalimat matematika hari ini?

2. Ceritakan satu contoh kalimat matematika yang kamu temukan di kehidupan sehari-hari (di rumah, di sekolah, atau saat bermain)!

3. Apa yang masih ingin kamu pelajari lebih lanjut tentang kalimat matematika?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.