LKPDPertemuan 6Bab 1Fase BSemester 1

LKPD Matematika Kelas 3: Mengurutkan Bilangan Cacah sampai 1.000

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 3 dengan topik "Mengurutkan Bilangan Cacah sampai 1.000". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Matematika Kelas 3: Mengurutkan Bilangan Cacah sampai 1.000

Matematika - Kelas 3

Bab 1 - Pertemuan 6

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Matematika — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Mengurutkan Bilangan Cacah sampai 1.000

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMengurutkan Bilangan Cacah sampai 1.000
Alokasi Waktu70 menit (2 JP)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengurutkan beberapa bilangan cacah sampai 1.000 dari yang terkecil ke terbesar dengan benar.
  2. Murid dapat mengurutkan beberapa bilangan cacah sampai 1.000 dari yang terbesar ke terkecil dengan benar.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk dengan cermat sebelum mengerjakan.
  • Kerjakan kegiatan secara berurutan, mulai dari Kegiatan 1 sampai Kegiatan 3.
  • Gunakan alat dan bahan yang sudah disiapkan untuk membantu mengerjakan.
  • Jika ada yang kurang jelas, tanyakan kepada guru atau diskusikan dengan teman kelompokmu.
  • Tulislah jawaban dengan rapi dan jelas di tempat yang disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Petualangan Kartu Angka

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • 3 kotak/wadah kecil
  • 3 set kartu angka 0-9 (total 30 kartu)
  • Kertas untuk mencatat
  • Pensil/pulpen

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuklah kelompok beranggotakan 3-4 orang.
  2. Siapkan 3 kotak/wadah yang diberi label: RATUSAN, PULUHAN, dan SATUAN.
  3. Isi setiap kotak dengan kartu angka 0 sampai 9 (1 set per kotak).
  4. Setiap anggota kelompok ambil 1 kartu dari kotak RATUSAN, 1 kartu dari kotak PULUHAN, dan 1 kartu dari kotak SATUAN.
  5. Susun kartu yang diambil menjadi bilangan tiga angka (contoh: kartu 5, 2, 7 menjadi bilangan 527).
  6. Tulis bilangan yang didapat setiap anggota pada tabel yang tersedia.
  7. Kembalikan kartu ke kotak dan kocok kembali untuk anggota berikutnya.

Pertanyaan:

1. Tuliskan bilangan yang didapat setiap anggota kelompok pada tabel berikut!

Ruang tabel jawaban

2. Urutkan bilangan yang didapat kelompokmu dari yang TERKECIL ke TERBESAR!

3. Urutkan bilangan yang didapat kelompokmu dari yang TERBESAR ke TERKECIL!

4. Jelaskan bagaimana caramu mengurutkan bilangan dari yang terkecil ke terbesar!

Tabel dengan 4 baris (untuk 4 anggota) dan 4 kolom (Nama Anggota, Ratusan, Puluhan, Satuan, Bilangan). Sediakan 3 baris kosong untuk jawaban nomor 2, 3, dan kotak untuk jawaban uraian nomor 4.

Kegiatan 2: Lomba Lari Jarak Jauh

Estimasi: 20 menit

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah cerita berikut dengan seksama.
  2. Perhatikan jarak yang ditempuh setiap anak.
  3. Gunakan pengetahuanmu tentang membandingkan bilangan untuk menjawab pertanyaan.
  4. Kerjakan sendiri terlebih dahulu, kemudian diskusikan jawabanmu dengan teman sebangku.

Pertanyaan:

1. Ada 5 anak mengikuti lomba lari jarak jauh di lapangan. Jarak yang mereka tempuh adalah: Andi 875 meter, Budi 920 meter, Citra 867 meter, Doni 903 meter, dan Eka 895 meter. Siapa yang berlari paling jauh? Siapa yang berlari paling dekat?

2. Urutkan nama anak dan jarak yang mereka tempuh dari yang TERKECIL ke TERBESAR!

Ruang tabel jawaban

3. Jika anak-anak tersebut mendapat medali sesuai urutan dari yang berlari paling jauh (juara 1) sampai paling dekat (juara 5), tuliskan urutan pemenangnya!

Ruang tabel jawaban

4. Menurutmu, mengapa penting untuk bisa mengurutkan bilangan dalam kehidupan sehari-hari? Berikan contoh lain selain lomba lari!

Kotak jawaban untuk nomor 1. Tabel 5 baris untuk nomor 2 dan 3 dengan kolom: Urutan, Nama, Jarak (meter). Kotak besar untuk jawaban uraian nomor 4 (minimal 3 kalimat).

Kegiatan 3: Tantangan Kartu Bilangan

Estimasi: 25 menit

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan setiap soal dengan teliti.
  2. Gunakan tabel nilai tempat jika diperlukan untuk membantu membandingkan bilangan.
  3. Ingat: untuk mengurutkan dari terkecil ke terbesar, mulai dengan bilangan yang paling kecil.
  4. Untuk mengurutkan dari terbesar ke terkecil, mulai dengan bilangan yang paling besar.
  5. Periksa kembali jawabanmu sebelum melanjutkan ke soal berikutnya.

Pertanyaan:

1. Urutkan bilangan berikut dari TERKECIL ke TERBESAR: 456, 645, 564, 465, 546

2. Urutkan bilangan berikut dari TERBESAR ke TERKECIL: 789, 879, 798, 897, 978

3. Pak Budi menjual buah di pasar. Dia menjual 342 jeruk, 423 apel, 234 mangga, dan 324 pisang. Urutkan jenis buah dari yang PALING BANYAK dijual!

4. Isilah tabel berikut, lalu urutkan bilangan 537, 573, 357, 735 dari yang terkecil ke terbesar!

Ruang tabel jawaban

5. Buatlah 4 bilangan berbeda menggunakan angka 2, 5, 8 (setiap angka boleh diulang). Kemudian urutkan dari yang terbesar ke terkecil!

6. Tantangan: Jika kamu diminta mengurutkan bilangan 456, 464, 446, dan 466 dari yang terkecil, bagaimana caramu? Jelaskan langkah-langkahmu!

Baris kosong untuk jawaban isian nomor 1, 2, 3, 5. Tabel nilai tempat untuk nomor 4 dengan kolom: Bilangan, Ratusan, Puluhan, Satuan, dan baris untuk urutan. Kotak besar untuk jawaban uraian nomor 6.

REFLEKSI

1. Apa hal paling menarik yang kamu pelajari hari ini tentang mengurutkan bilangan?

2. Bagian mana yang menurutmu paling mudah? Bagian mana yang paling sulit?

3. Kapan kamu menggunakan kemampuan mengurutkan bilangan dalam kehidupan sehari-harimu? Ceritakan pengalamanmu!

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.