LKPDPertemuan 13Bab 3Fase FSemester 2

LKPD Matematika Kelas 11: Membedakan Kasus Asosiasi Nyata dan Hubungan Sebab-Akibat Berdasarkan Konteks

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Matematika kelas 11 dengan topik "Membedakan Kasus Asosiasi Nyata dan Hubungan Sebab-Akibat Berdasarkan Konteks".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Matematika Kelas 11: Membedakan Kasus Asosiasi Nyata dan Hubungan Sebab-Akibat Berdasarkan Konteks

Matematika - Kelas 11

Bab 3 Pertemuan 13

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Matematika — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Membedakan Kasus Asosiasi Nyata dan Hubungan Sebab-Akibat Berdasarkan Konteks

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMembedakan Kasus Asosiasi Nyata dan Hubungan Sebab-Akibat Berdasarkan Konteks
Alokasi Waktu3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Membedakan hubungan asosiasi dan sebab-akibat pada data numerikal (kuantitatif)

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap studi kasus data numerikal dengan cermat dan saksama.
  • Bekerjalah secara mandiri atau bersama rekan kelompok sesuai arahan guru.
  • Fokuskan penalaran kalian untuk membedakan apakah hubungan dua variabel numerik sekadar berasosiasi (berkaitan/bergerak bersama) atau memiliki hubungan sebab-akibat (kausalitas langsung).
  • Tuliskan jawaban langsung pada format ruang jawaban yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Eksplorasi Perbedaan Pola Asosiasi dan Sebab-Akibat

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Buku catatan / lembar kerja

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati dua skenario data numerikal berikut:
  2. Skenario A: Data penjualan es krim (ribu rupiah) dan jumlah kasus kebakaran rumah per bulan di suatu kota besar selama setahun menunjukkan pola hubungan linear positif yang kuat.
  3. Skenario B: Data durasi waktu belajar harian (jam) dan perolehan skor ujian matematika (skala 0-100) pada sekelompok murid kelas 11 menunjukkan kecenderungan linear positif.
  4. Diskusikan bersama rekan sebangku dan jawab pertanyaan pengarah untuk membedakan sifat hubungan pada kedua skenario tersebut.

Pertanyaan:

1. Pada Skenario A, apakah peningkatan penjualan es krim secara langsung menyebabkan terjadinya kebakaran rumah? Tentukan apakah hubungan kedua variabel numerik ini merupakan hubungan sebab-akibat atau sebatas asosiasi, serta sebutkan faktor luar (variabel ketiga) yang memengaruhi keduanya!

2. Pada Skenario B, apakah durasi belajar memiliki pengaruh langsung terhadap skor ujian matematika? Tentukan apakah hubungan ini termasuk asosiasi atau sebab-akibat!

Tuliskan jawaban pada lembar kerja dalam bentuk paragraf uraian singkat (3-5 kalimat per nomor) yang menjelaskan klasifikasi hubungan (asosiasi saja atau sebab-akibat) beserta alasan konteksnya.

Kegiatan 2: Investigasi Kasus: Mengklasifikasikan Hubungan Dua Variabel Numerikal

Estimasi: 50 menit

Alat & Bahan:

  • Tabel LKPD tercetak
  • Pena/pensil

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan empat pasang variabel numerikal berikut:
  2. Kasus 1: Dosis pupuk NPK (gram) dan laju pertumbuhan tinggi tanaman jagung (cm).
  3. Kasus 2: Jumlah penjualan jas hujan (buah) dan jumlah unduhan aplikasi ramalan cuaca (kali) per hari.
  4. Kasus 3: Kapasitas mesin kendaraan bermotor (cc) dan konsumsi volume bahan bakar per 100 km (liter).
  5. Kasus 4: Banyaknya pemakaian sepatu ukuran besar (nomor ukuran) dan nilai tes kemampuan membaca kosakata (skor) pada sekelompok anak usia 4-12 tahun.
  6. Isilah tabel klasifikasi dengan menentukan jenis hubungan (Asosiasi Saja ATAU Sebab-Akibat) serta berikan alasan pembeda yang logis berdasarkan konteks.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel analisis hubungan variabel berikut untuk keempat kasus di atas!

Ruang tabel jawaban

Isilah tabel 4 baris dengan format kolom: [Nomor Kasus] | [Pasangan Variabel Numerik] | [Klasifikasi: Asosiasi Saja / Sebab-Akibat] | [Alasan/Keterangan Pembeda]

Kegiatan 3: Diskusi Kritis & Refleksi: Menarik Kesimpulan Hubungan Data

Estimasi: 50 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja diskusi kelompok
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Diskusikan dalam kelompok kecil (3-4 murid) mengenai prinsip utama dalam membedakan asosiasi dan kausalitas.
  2. Jawablah pertanyaan verifikasi penarikan kesimpulan berdasarkan konteks praktis sehari-hari.
  3. Selesaikan kegiatan refleksi mandiri di akhir sesi (sudah mencakup waktu refleksi dan penutup pembelajaran).

Pertanyaan:

1. Sebuah artikel berita daring menyatakan: 'Berdasarkan data numerikal dari 50 daerah, konsumsi kopi per kapita berkorelasi positif dengan tingkat harapan hidup. Oleh karena itu, meminum kopi dipastikan menjadi penyebab langsung seseorang panjang umur.' Apakah kesimpulan artikel tersebut tepat secara konsep matematika statistika? Berikan argumen kalian untuk membedakan asosiasi dan sebab-akibat dalam konteks ini!

2. Buatlah kesimpulan satu kalimat tentang prinsip utama yang harus dipegang saat membedakan hubungan asosiasi dan hubungan sebab-akibat pada dua variabel numerikal!

Tuliskan hasil telaah artikel dan kesimpulan kelompok pada kolom uraian yang disediakan di lembar kerja.

REFLEKSI

1. Bagaimana caramu membuktikan bahwa dua variabel data numerik yang tampak saling berhubungan ternyata tidak memiliki hubungan sebab-akibat?

2. Mengapa kita harus kritis dan berhati-hati dalam membedakan asosiasi dengan sebab-akibat saat membaca grafik atau data di media massa?

3. Langkah apa yang akan kamu lakukan jika di masa depan menemukan data yang berasosiasi kuat namun tidak masuk akal secara sebab-akibat?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.