LKPDPertemuan 12Bab 3Fase FSemester 2

LKPD Matematika Kelas 11: Membedakan Asosiasi Kebetulan dari Sebab-Akibat pada Data Numerikal

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Matematika kelas 11 dengan topik "Membedakan Asosiasi Kebetulan dari Sebab-Akibat pada Data Numerikal".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Matematika Kelas 11: Membedakan Asosiasi Kebetulan dari Sebab-Akibat pada Data Numerikal

Matematika - Kelas 11

Bab 3 Pertemuan 12

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Matematika — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Membedakan Asosiasi Kebetulan dari Sebab-Akibat pada Data Numerikal

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMembedakan Asosiasi Kebetulan dari Sebab-Akibat pada Data Numerikal
Alokasi Waktu3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Membedakan hubungan asosiasi dan sebab-akibat pada data numerikal (kuantitatif)

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Bacalah setiap ilustrasi kasus data numerikal dengan cermat bersama kelompokmu.
  • Diskusikan argumen logis mengenai perbedaan hubungan asosiasi (korelasi) dan hubungan sebab-akibat (kausalitas).
  • Tuliskan hasil pemikiran dan keputusan kelompok pada kolom atau format ruang jawaban yang disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Eksplorasi Kasus Pasangan Data Numerikal

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Lembar kerja

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati tiga pasang data numerikal berikut: Kasus A (Suhu udara harian (°C) dan Jumlah es krim yang terjual di taman kota), Kasus B (Penjualan es krim harian (buah) dan Jumlah kasus orang tenggelam di pantai), dan Kasus C (Lama waktu belajar harian (jam) dan Skor tes pemahaman konsep matematika).
  2. Diskusikan apakah perubahan nilai pada variabel pertama benar-benar secara langsung mengakibatkan perubahan nilai pada variabel kedua, ataukah pergerakan bersama keduanya hanya asosiasi semata.
  3. Kelompokkan jenis hubungan ketiga kasus tersebut ke dalam kategori: 'Sebab-Akibat Langsung' atau 'Hanya Asosiasi (Bukan Sebab-Akibat Langsung)' pada tabel.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah klasifikasi ketiga kasus data numerikal tersebut beserta alasan logisnya pada tabel yang tersedia!

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan ketiga kasus di atas, jelaskan apa perbedaan mendasar antara dua data numerikal yang hanya berasosiasi dengan dua data numerikal yang memiliki hubungan sebab-akibat!

Tabel 3 baris berisi kolom: Kasus, Klasifikasi Hubungan (Sebab-Akibat / Hanya Asosiasi), dan Alasan Penjelasan Mekanisme Hubungan; diikuti area paragraf untuk uraian definisi perbedaan.

Kegiatan 2: Investigasi Variabel Perancu (Lurking Variable) dan Asosiasi Palsu

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Kertas catatan diskusi

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah laporan data numerikal fiktif berikut: 'Ditemukan korelasi positif yang sangat kuat (r = 0,91) antara jumlah armada pemadam kebakaran yang dikirim ke lokasi kebakaran dan total kerugian materiil (dalam juta rupiah) yang dialami pemilik gedung.'
  2. Bahas bersama kelompok: Mengapa data numerikal tersebut tidak membuktikan bahwa mengirim lebih banyak mobil pemadam menyebabkan kerugian gedung semakin parah?
  3. Identifikasi variabel ketiga (perancu/konfounding) yang memengaruhi kedua variabel numerikal tersebut dan rumuskan hubungan sebenarnya.

Pertanyaan:

1. Apakah hubungan antara jumlah mobil pemadam kebakaran dan besarnya kerugian materiil merupakan hubungan sebab-akibat? Tentukan jenis hubungannya dan jelaskan!

2. Sebutkan variabel tersembunyi (lurking/confounding variable) yang menjadi penyebab sebenarnya dari peningkatan kedua variabel numerikal tersebut!

3. Berdasarkan penyelidikan ini, rumuskan prinsip utama yang harus diingat oleh seorang analis data ketika melihat dua variabel numerikal memiliki korelasi yang sangat tinggi!

Kolom isian bergaris untuk pernyataan kausalitas dan penjelasan (nomor 1), kotak isian singkat untuk variabel perancu (nomor 2), dan kotak teks simpulan diskusi (nomor 3).

Kegiatan 3: Uji Kritis Asosiasi vs Sebab-Akibat pada Skenario Nyata

Estimasi: 50 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Lembar kerja peserta didik

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Periksa 3 pernyataan kesimpulan berbasis data numerikal yang diajukan oleh media massa berikut:
  2. Skenario 1: 'Data menunjukkan orang yang memiliki jumlah sepatu lari lebih banyak memiliki denyut jantung istirahat (resting heart rate) yang lebih rendah (lebih bugar). Kesimpulan: Membeli banyak sepatu lari membuat jantung menjadi sehat.'
  3. Skenario 2: 'Data menunjukkan makin tinggi dosis pupuk NPK (dalam gram) yang diberikan pada rentang normal, makin tinggi pertambahan massa buah tomat (dalam gram). Kesimpulan: Pemberian pupuk NPK menyebabkan peningkatan massa buah tomat.'
  4. Skenario 3: 'Data menunjukkan makin tinggi angka penjualan mentega per kapita di suatu negara, makin tinggi tingkat perceraian di negara tersebut. Kesimpulan: Mengonsumsi mentega menyebabkan keretakan rumah tangga.'
  5. Tentukan apakah kesimpulan sebab-akibat pada masing-masing skenario tersebut TEPAT atau KELIRU (hanya asosiasi), serta berikan koreksi penjelasannya.
  6. Alokasikan 10 menit terakhir kegiatan ini untuk menyelesaikan refleksi individu dan penutupan pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Evaluasilah kesimpulan pada Skenario 1, 2, dan 3! Tuliskan status kesimpulan (Tepat sebagai Sebab-Akibat / Keliru karena Hanya Asosiasi) beserta alasannya pada format tabel evaluasi kritis!

Ruang tabel jawaban

2. Buatlah satu panduan berisi 2 pertanyaan uji yang dapat kita ajukan pada diri sendiri sebelum menyimpulkan bahwa dua data numerikal memiliki hubungan sebab-akibat!

Tabel analisis 3 baris dengan kolom: Skenario, Status Kesimpulan (Tepat / Keliru), dan Koreksi / Argumen Logis; serta kolom isian terstruktur untuk 2 butir pertanyaan panduan uji.

REFLEKSI

1. Apa tanda utama yang paling membantumu mengenali bahwa dua data numerikal yang berpasangan hanya berasosiasi secara kebetulan dan bukan hubungan sebab-akibat?

2. Dalam kehidupan sehari-hari atau saat membaca berita di media sosial, mengapa kita perlu berhati-hati agar tidak langsung menganggap dua hal yang angkanya naik bersamaan sebagai hubungan sebab-akibat?

3. Bagian mana dari kegiatan membedakan asosiasi dan sebab-akibat hari ini yang paling menantang bagimu?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.