LKPD Matematika Kelas 10: Kejadian Tidak Saling Lepas dan Modifikasi Aturan Penjumlahan
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 10 dengan topik "Kejadian Tidak Saling Lepas dan Modifikasi Aturan Penjumlahan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Matematika Kelas 10: Kejadian Tidak Saling Lepas dan Modifikasi Aturan Penjumlahan
Matematika - Kelas 10
Bab 7 - Pertemuan 4
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Matematika — Kelas 10 (Fase E) Topik: Kejadian Tidak Saling Lepas dan Modifikasi Aturan Penjumlahan INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Investigasi: Mengapa Aturan Lama Tidak Cukup?Estimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapi tabel berikut:
2. Gambarkan diagram Venn yang merepresentasikan kejadian A dan B. Arsir daerah yang mewakili A ∪ B dan tuliskan jumlah anggota di setiap bagian diagram. Ruang gambar 3. Hitung P(A) + P(B). Apakah hasilnya sama dengan P(A ∪ B) yang kamu peroleh dari diagram Venn? Jelaskan mengapa terjadi perbedaan. 4. Berdasarkan temuanmu, tuliskan modifikasi rumus aturan penjumlahan yang tepat untuk dua kejadian tidak saling lepas dalam notasi peluang. Tulis jawaban tabel pada kolom yang disediakan. Gambar diagram Venn pada kotak kosong berukuran minimal 8 × 8 cm. Jawaban uraian ditulis dalam 3-5 kalimat. Kegiatan 2: Aplikasi: Memecahkan Masalah dengan Aturan Penjumlahan yang DimodifikasiEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Sepasang dadu dilempar bersamaan. Tentukan peluang mendapatkan dua angka sama ATAU jumlah kedua dadu sama dengan 5. (Petunjuk: Tentukan dahulu apakah kedua kejadian ini saling lepas atau tidak.) 2. Dari 40 murid di kelas X-A, diketahui 22 murid suka basket, 18 murid suka voli, dan 8 murid suka kedua olahraga tersebut. Jika seorang murid dipilih secara acak, tentukan peluang murid tersebut suka basket atau voli. 3. Di sebuah perpustakaan sekolah, dari 200 pengunjung hari ini, 90 meminjam buku fiksi, 70 meminjam buku nonfiksi, dan 25 meminjam kedua jenis buku. Jika seorang pengunjung dipilih acak, berapa peluang pengunjung tersebut meminjam buku fiksi atau nonfiksi? Apakah kejadian ini saling lepas atau tidak? Jelaskan alasanmu. Tulis penyelesaian lengkap dengan format: Diketahui, Ditanya, Penyelesaian. Sediakan minimal 10 baris per soal. Kegiatan 3: Tantangan Kolaboratif: Merancang Soal Sendiri dan Bertukar dengan Kelompok LainEstimasi: 20 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Tuliskan soal cerita kontekstual buatanmu di bawah ini. Sertakan konteks yang dekat dengan kehidupan remaja (misalnya: media sosial, musik, olahraga, kegiatan sekolah, atau hobi). 2. Kerjakan soal dari kelompok lain yang kamu terima. Tuliskan penyelesaian lengkap di sini. 3. Setelah memeriksa jawaban kelompok lain atas soalmu, berikan komentar: apakah penyelesaian mereka sudah benar? Jika ada kesalahan, tunjukkan di bagian mana dan berikan koreksi. Tulis soal cerita minimal 3 kalimat lengkap dengan data numerik. Penyelesaian ditulis dengan format Diketahui-Ditanya-Jawab. Komentar ditulis dalam 2-4 kalimat. REFLEKSI1. Apa perbedaan utama antara kejadian saling lepas dan tidak saling lepas? Bagaimana hal ini memengaruhi rumus yang kamu gunakan? 2. Dalam kehidupan sehari-harimu, coba sebutkan satu contoh situasi yang melibatkan dua kejadian tidak saling lepas. Jelaskan mengapa kedua kejadian tersebut tidak saling lepas. 3. Apa kesulitan yang kamu rasakan saat mengerjakan LKPD ini, dan strategi apa yang membantumu mengatasinya? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.