LKPD Matematika Kelas 10: Kejadian Saling Lepas dan Aturan Penjumlahan
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 10 dengan topik "Kejadian Saling Lepas dan Aturan Penjumlahan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Matematika Kelas 10: Kejadian Saling Lepas dan Aturan Penjumlahan
Matematika - Kelas 10
Bab 7 - Pertemuan 3
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Matematika — Kelas 10 (Fase E) Topik: Kejadian Saling Lepas dan Aturan Penjumlahan INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Membedakan Kejadian Saling Lepas dan Tidak Saling LepasEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Disediakan sebuah kotak berisi 10 kartu bernomor 1 sampai 10. Akan diambil satu kartu secara acak. Kejadian A: terambil bilangan prima, Kejadian B: terambil bilangan genap, Kejadian C: terambil bilangan lebih dari 7. Tentukan mana dari pasangan kejadian berikut yang saling lepas dan mana yang tidak saling lepas. Beri alasanmu.
Ruang tabel jawaban 2. Gambarlah diagram Venn untuk masing-masing pasangan kejadian pada nomor 1 (a, b, c) dan arsirlah daerah irisan jika ada. Ruang gambar 3. Bacalah pernyataan berikut: “Dua kejadian A dan B dikatakan saling lepas jika tidak mungkin terjadi bersamaan pada satu percobaan.” Jelaskan dengan kata-katamu sendiri apa artinya, dan berikan satu contoh dari kehidupan sehari-hari. 4. Perhatikan dua situasi: Tulis jawaban nomor 1 di tabel 3 kolom: Pasangan, Status (Saling Lepas / Tidak), Alasan. Nomor 2 pada area gambar yang disediakan (boleh menggunakan sketsa sederhana). Nomor 3 dan 4 tuliskan dalam bentuk paragraf singkat. Kegiatan 2: Menerapkan Aturan Penjumlahan pada Kejadian Saling LepasEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Dari percobaanmu, buatlah tabel ruang sampel 36 titik. Dari tabel tersebut, tentukan secara teoretis peluang:
2. Catat hasil pelemparan kalian bertiga dalam tabel frekuensi berikut: (Tabel: setiap sel mewakili pasangan, isi dengan tally). Setelah 36 kali, hitung frekuensi terjadinya kejadian A dan B, serta frekuensi A atau B. Hitung peluang eksperimentalnya, lalu bandingkan dengan peluang teoretis. Apakah mendekati? Diskusikan penyebab perbedaan. Ruang tabel jawaban 3. Jika kita hanya melempar satu dadu, kejadian mendapatkan angka genap (C) dan kejadian mendapatkan angka prima (D) adalah saling lepas? Tentukan peluang C, peluang D, dan peluang C∪D, lalu buktikan apakah aturan penjumlahan berlaku. Isi langsung pada tabel yang disediakan di LKPD. Pertanyaan uraian tulis di kolom yang tersedia. Kegiatan 3: Membuat Karya Penjelas Aturan PenjumlahanEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Tentukan dua kejadian saling lepas yang kamu gunakan dalam karya. Jelaskan mengapa saling lepas dan hitung peluang gabungannya. 2. Tentukan dua kejadian tidak saling lepas yang kamu gunakan. Jelaskan irisan dan hitung peluang gabungannya menggunakan aturan yang dimodifikasi. 3. Refleksikan proses pembuatan karyaApa bagian tersulit dan bagaimana kalian memastikan konsep yang disampaikan benar? Jawaban pertanyaan 1 dan 2 sertakan di lembar terpisah atau di bagian bawah poster. Jawaban nomor 3 diskusikan lisan saat presentasi. REFLEKSI1. Setelah mengikuti kegiatan hari ini, jelaskan dengan kata-katamu sendiri: apa perbedaan utama antara kejadian saling lepas dan kejadian tidak saling lepas? 2. Berikan satu contoh kejadian dalam kehidupan sehari-hari (di luar yang sudah dibahas) yang menurutmu saling lepas, dan satu contoh lain yang tidak saling lepas. Bagaimana aturan penjumlahan membantumu menghitung peluang 'atau'? 3. Bagian mana dari LKPD ini yang masih membuatmu bingung? Upaya apa yang akan kamu lakukan untuk memahaminya lebih baik? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.