LKPD Matematika Kelas 10: Ruang Sampel dan Distribusi Peluang
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 10 dengan topik "Ruang Sampel dan Distribusi Peluang". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Matematika Kelas 10: Ruang Sampel dan Distribusi Peluang
Matematika - Kelas 10
Bab 7 - Pertemuan 1
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Matematika — Kelas 10 (Fase E) Topik: Ruang Sampel dan Distribusi Peluang INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Eksplorasi: Melempar Dua Dadu BerwarnaEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Buatlah tabel ruang sampel untuk pelemparan dua dadu (dadu merah dan dadu putih). Gunakan format tabel dengan kolom untuk dadu putih (1-6) dan baris untuk dadu merah (1-6). Tuliskan setiap pasangan hasil dalam format (merah, putih). Ruang tabel jawaban 2. Berdasarkan tabel ruang sampel yang kamu buat, berapa total kemungkinan hasil yang dapat muncul dari pelemparan dua dadu? Jelaskan bagaimana kamu menghitungnya. 3. Mengapa kita perlu membedakan warna dadu (merah dan putih) saat membuat ruang sampel? Apa yang terjadi jika kita tidak membedakannya? 4. Dari data 10 kali pelemparan yang kamu lakukan, apakah semua 36 kemungkinan muncul? Mengapa demikian? Sediakan tabel 6x6 untuk soal 1. Untuk soal 2-4, sediakan kotak jawaban berukuran 5-7 baris per soal. Kegiatan 2: Investigasi: Membuat Distribusi Peluang dari Jumlah Dua DaduEstimasi: 35 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapi tabel distribusi peluang berikut untuk jumlah dua dadu: Jumlah | Banyak Cara | Peluang Ruang tabel jawaban 2. Jumlahkan semua nilai peluang yang kamu dapatkan. Berapa hasilnya? Apa makna dari hasil penjumlahan ini? 3. Jumlah berapakah yang memiliki peluang terbesar untuk muncul? Mengapa jumlah tersebut memiliki peluang paling besar? 4. Berapa peluang mendapatkan jumlah 3 atau 4? Bagaimana cara menghitungnya? 5. Amati pola distribusi peluang yang kamu buat. Apakah ada simetri? Jelaskan pola yang kamu temukan. Sediakan tabel untuk soal 1 dengan 3 kolom (Jumlah, Banyak Cara, Peluang) dan 11 baris. Untuk soal 2-5, sediakan kotak jawaban 5-7 baris per soal. Kegiatan 3: Penerapan: Menginterpretasi Distribusi Peluang dalam Konteks NyataEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Jika seorang pemain menang ketika mendapat jumlah 7, dan pemain lain menang ketika mendapat jumlah genap (2, 4, 6, 8, 10, 12), apakah permainan ini adil? Hitung peluang masing-masing dan jelaskan alasanmu. 2. Rancanglah aturan permainan yang adil dengan membagi kemungkinan jumlah menjadi dua kelompok sehingga kedua pemain memiliki peluang menang yang sama atau hampir sama. Tunjukkan perhitunganmu. 3. Seorang penjual permainan dadu menawarkan hadiah jika pemain mendapat jumlah 12. Jika biaya bermain Rp1.000 dan hadiah Rp50.000, apakah tawaran ini menguntungkan untuk pemain? Jelaskan menggunakan konsep peluang. 4. Berdasarkan distribusi peluang yang kamu pelajari, mengapa kasino dan permainan judi menggunakan dadu? Apa keuntungan dari sudut pandang penyelenggara? Sediakan kotak jawaban berukuran 7-10 baris untuk setiap soal agar murid dapat menjelaskan dengan lengkap dan menunjukkan perhitungan. REFLEKSI1. Apa perbedaan utama antara ruang sampel dan distribusi peluang? Mengapa keduanya penting dalam memahami kejadian acak? 2. Bagaimana pemahamanmu tentang distribusi peluang dapat membantu dalam mengambil keputusan sehari-hari, misalnya dalam permainan atau menghadapi situasi yang tidak pasti? 3. Apa yang paling menarik atau mengejutkan dari kegiatan hari ini tentang peluang pelemparan dua dadu? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.