LKPD Matematika Kelas 10: Penyelesaian Persamaan Kuadrat dengan Faktorisasi
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 10 dengan topik "Penyelesaian Persamaan Kuadrat dengan Faktorisasi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Matematika Kelas 10: Penyelesaian Persamaan Kuadrat dengan Faktorisasi
Matematika - Kelas 10
Bab 5 - Pertemuan 2
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Matematika — Kelas 10 (Fase E) Topik: Penyelesaian Persamaan Kuadrat dengan Faktorisasi INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Mengenal Ubin Aljabar: Dari Luas ke FaktorEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Gambarlah susunan ubin aljabar untuk x² + 3x + 2 pada kotak berpetak yang tersedia. Tuliskan ukuran panjang dan lebar persegi panjang yang terbentuk. Ruang gambar 2. Berdasarkan susunan ubin yang kamu buat, tuliskan bentuk faktorisasi dari x² + 3x + 2 dan tentukan akar-akarnya. 3. Mengapa hasil kali faktor harus sama dengan nol agar kita bisa menentukan akar persamaan? Jelaskan dengan bahasamu sendiri. 4. Gunakan ubin aljabar untuk memfaktorkan x² + 6x + 8 = 0. Lengkapi tabel berikut. Ruang tabel jawaban Gunakan kotak berpetak 8×8 untuk menggambar susunan ubin. Di bawah gambar, tuliskan bentuk faktorisasi dan akar-akar dalam format: (… )(… ) = 0 → x = … atau x = … Kegiatan 2: Tantangan Berpasangan: Faktorisasi Tanpa UbinEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Murid A: Faktorkan dan selesaikan 2x² + 7x + 3 = 0. Tuliskan langkah: (a) hitung a × c, (b) cari dua bilangan yang kali = a×c dan jumlah = b, (c) urai suku tengah, (d) faktorkan secara berkelompok, (e) tentukan akar. 2. Murid B: Faktorkan dan selesaikan 3x² + 13x − 10 = 0. Gunakan langkah yang sama seperti Murid A. 3. Soal Tantangan Bersama: Sebuah taman berbentuk persegi panjang memiliki panjang (2x + 3) meter dan lebar (x − 1) meter. Luas taman tersebut 21 m². Tentukan nilai x dan ukuran taman sebenarnya. 4. Diskusikan dengan pasanganmu: Apa keuntungan metode faktorisasi dibandingkan mencoba-coba nilai x satu per satu? Kapan metode faktorisasi mungkin sulit digunakan? Tulis langkah penyelesaian secara berurutan (a–e) pada kolom yang disediakan. Untuk soal tantangan, buat sketsa taman dan tuliskan model matematikanya sebelum menyelesaikan. Kegiatan 3: Investigasi Mandiri: Menghubungkan Faktorisasi dengan Kehidupan NyataEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Sebuah bola dilempar vertikal ke atas. Ketinggian bola setelah t detik dinyatakan dengan h = −t² + 5t + 6 (dalam meter). Kapan bola menyentuh tanah (h = 0)? Faktorkan persamaan kuadratnya dan tentukan waktu yang valid secara fisika. 2. Sebuah bilangan jika dikuadratkan kemudian dikurangi bilangan itu sendiri menghasilkan 12. Modelkan situasi ini ke dalam persamaan kuadrat, faktorkan, dan tentukan bilangan yang mungkin. 3. Lengkapi tabel berikut dengan memfaktorkan setiap persamaan dan menentukan akar-akarnya. Ruang tabel jawaban 4. Berdasarkan soal nomor 2 pada tabel (4x²−12x+9=0), mengapa persamaan ini hanya memiliki satu akar? Hubungkan jawabanmu dengan konsep kuadrat sempurna. Untuk soal uraian: tulis model matematika, langkah faktorisasi, dan kesimpulan. Untuk tabel: gunakan format 4 kolom (No | Persamaan | Faktorisasi | Akar-akar). Verifikasi jawaban dengan substitusi di kolom tambahan. REFLEKSI1. Dari tiga cara menemukan faktor (ubin aljabar, mencari pasangan bilangan, mengenali pola kuadrat sempurna), mana yang paling mudah kamu gunakan? Mengapa? 2. Pernahkah kamu menemukan situasi di kehidupan sehari-hari yang tanpa disadari melibatkan persamaan kuadrat? Berikan satu contoh dan jelaskan. 3. Apa yang masih membingungkan dari materi hari ini? Tuliskan satu pertanyaan yang ingin kamu tanyakan di pertemuan berikutnya. |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.