LKPD Matematika Kelas 10: Menyelesaikan Masalah Kontekstual yang Berkaitan dengan Sistem Pertidaksamaan Linear Dua Variabel
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Matematika kelas 10 dengan topik "Menyelesaikan Masalah Kontekstual yang Berkaitan dengan Sistem Pertidaksamaan Linear Dua Variabel".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Matematika Kelas 10: Menyelesaikan Masalah Kontekstual yang Berkaitan dengan Sistem Pertidaksamaan Linear Dua Variabel
Matematika - Kelas 10
Bab 2 Pertemuan 3
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Matematika — Kelas 10 (Fase E) Topik: Menyelesaikan Masalah Kontekstual yang Berkaitan dengan Sistem Pertidaksamaan Linear Dua Variabel INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Aktivitas 1: Mengidentifikasi Kendala dan Menyusun Model Matematika KontekstualEstimasi: 35 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Sebuah usaha sablon memproduksi dua jenis kaus: Kaus Desain A dan Kaus Desain B. Setiap kaus Desain A membutuhkan waktu sablon 2 jam dan pewarna 30 ml. Kaus Desain B membutuhkan waktu sablon 1 jam dan pewarna 60 ml. Total waktu sablon yang tersedia setiap hari paling banyak 20 jam, dan persediaan pewarna maksimal 360 ml. Tentukan variabel serta susunlah model matematika sistem pertidaksamaan linear yang merepresentasikan kendala tersebut beserta syarat non-negatifnya! 2. Lengkapilah tabel kendala produksi berikut berdasarkan narasi di atas: sebutkan jenis kendala, bentuk pertidaksamaan awal, dan bentuk pertidaksamaan sederhananya. Ruang tabel jawaban Tuliskan definisi variabel pada baris teks yang disediakan, dan lengkapi tabel kendala dengan 3 kolom: 'Nama Kendala', 'Pertidaksamaan Awal', 'Pertidaksamaan Sederhana'. Kegiatan 2: Aktivitas 2: Menentukan dan Menggambar Daerah Himpunan Penyelesaian (DHP)Estimasi: 45 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Tentukan titik potong terhadap sumbu-X dan sumbu-Y untuk masing-masing persamaan garis pembatas:
2. Gambarkan grafik kedua garis tersebut pada bidang Cartesius, arsir daerah yang memenuhi sistem pertidaksamaan 2x + y <= 20, x + 2y <= 12, x >= 0, y >= 0, lalu tentukan koordinat titik potong antara kedua garis pembatas! Ruang gambar Tuliskan koordinat titik potong sumbu pada baris isian, buat gambar grafik Cartesius berpetak ukuran 10x10 cm lengkap dengan label sumbu, skala angka, garis pembatas, arsiran DHP, serta penandaan titik potong. Kegiatan 3: Aktivitas 3: Menganalisis dan Menyelesaikan Masalah Solusi NyataEstimasi: 55 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Komunitas memesan kombinasi 8 kaus Desain A dan 3 kaus Desain B. Selidikilah dengan perhitungan aljabar apakah kombinasi produksi (8, 3) dapat dipenuhi oleh persediaan waktu dan pewarna yang ada! 2. Tentukan 3 alternatif pasangan kombinasi produksi bulat cacah (x, y) dengan x > 0 dan y > 0 yang berada di dalam DHP sehingga seluruh kapasitas waktu dan bahan baku terpakai secara aman tanpa melanggar kendala! 3. Jika pengrajin ingin memproduksi kaus Desain A sebanyak mungkin, berapakah jumlah maksimal kaus Desain A yang dapat dibuat jika ia juga harus memproduksi minimal 1 kaus Desain B? Tunjukkan perhitungannya! Tuliskan langkah pengujian titik secara rinci (substitusi ke pertidaksamaan), sebutkan 3 pasangan koordinat bulat hasil diskusi kelompok, dan tuliskan nilai x maksimum beserta pembuktiannya. Sediakan pula ruang untuk menuliskan kesimpulan dan refleksi akhir pembelajaran. REFLEKSI1. Bagian mana dari langkah menyelesaikan masalah kontekstual SPtLDV (membuat model, menggambar grafik DHP, atau menguji titik solusi) yang paling menantang bagimu? Mengapa? 2. Mengapa dalam masalah kontekstual nyata seperti produksi barang, solusi penyelesaian harus berupa bilangan bulat cacah dan berada di kuadran I? 3. Bagaimana pemahaman tentang sistem pertidaksamaan linear dua variabel ini membantumu melihat cara pengambilan keputusan dalam kehidupan sehari-hari yang memiliki keterbatasan sumber daya? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.