LKPDPertemuan 4Bab 1Fase ESemester 1

LKPD Matematika Kelas 10: Bentuk Akar dan Hubungannya dengan Eksponen

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 10 dengan topik "Bentuk Akar dan Hubungannya dengan Eksponen". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Matematika Kelas 10: Bentuk Akar dan Hubungannya dengan Eksponen

Matematika - Kelas 10

Bab 1 - Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Matematika — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Bentuk Akar dan Hubungannya dengan Eksponen

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikBentuk Akar dan Hubungannya dengan Eksponen
Alokasi Waktu80 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan hubungan antara bilangan berpangkat pecahan dan bentuk akar serta menyederhanakan bentuk akar menggunakan sifat-sifat eksponen.
  2. Murid dapat merasionalkan penyebut pecahan yang mengandung bentuk akar dengan benar.

PETUNJUK UMUM

  • Baca setiap petunjuk kegiatan dengan cermat sebelum mulai mengerjakan.
  • Kerjakan setiap kegiatan secara berurutan — setiap kegiatan membangun pemahaman untuk kegiatan berikutnya.
  • Untuk kegiatan diskusi, pastikan semua anggota kelompok mendapat giliran menyampaikan pendapat.
  • Tuliskan semua langkah penyelesaianmu, bukan hanya jawaban akhir — proses berpikirmu sama pentingnya dengan hasilnya.
  • Jika menemui kesulitan, diskusikan dulu dengan teman satu kelompok sebelum bertanya ke guru.
  • Gunakan kalkulator hanya jika guru mengizinkan dan hanya untuk memeriksa jawaban, bukan untuk proses utama.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menjelajahi Hubungan Akar dan Eksponen — Siapa Mereka Sebenarnya?

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku catatan dan alat tulis
  • Tabel isian pada LKPD ini

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kegiatan ini membantumu 'melihat' bahwa bentuk akar dan bilangan berpangkat pecahan adalah dua cara menulis hal yang sama.
  2. Ikuti langkah-langkah eksplorasi berikut secara individu, lalu bandingkan hasilmu dengan teman semeja.
  3. Gunakan definisi: a^(m/n) = (ⁿ√a)^m atau a^(m/n) = ⁿ√(a^m), dengan a > 0, m bilangan bulat, n bilangan asli, n > 1.
  4. Lengkapi tabel pada bagian pertanyaan dengan teliti, kemudian jawab pertanyaan analisis yang mengikutinya.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel konversi berikut. Ubah setiap bentuk akar ke bentuk pangkat pecahan, dan setiap bentuk pangkat pecahan ke bentuk akar. Kolom pertama sudah diisi sebagai contoh.

Bentuk AkarBentuk Pangkat Pecahan
√9 = 39^(1/2) = 3
√25...
∛8...
⁴√16...
...27^(2/3)
...32^(3/5)
∛(x²)...
...a^(5/4)

2. Berdasarkan tabel yang kamu isi, tuliskan dengan kata-katamu sendiri: apa pola yang kamu temukan antara indeks akar dan bentuk pangkat pecahannya? Apa yang 'pembilang' dan 'penyebut' pada pangkat pecahan masing-masing mewakili?

3. Sederhanakan bentuk berikut menggunakan hubungan akar dan eksponen serta sifat-sifat eksponen. Tunjukkan setiap langkahmu!

  1. (2√x)(3·∛x), untuk x > 0
    1. (⁴√a³) · (√a), untuk a > 0
    2. ∛(x⁶y³), untuk x, y > 0

4. Tantangan berpikir kritis: Apakah pernyataan √(a + b) = √a + √b selalu benar? Uji dengan mengambil dua pasang nilai a dan b yang berbeda, lalu tulis kesimpulanmu.

Kerjakan di buku catatanmu: (1) Salin tabel 2 kolom dan lengkapi isian yang kosong. (2) Tulis jawaban uraian poin 2 minimal 3 kalimat. (3) Tulis langkah penyelesaian poin 3a, 3b, 3c secara terpisah dan berurutan. (4) Buat tabel uji untuk poin 4 dengan kolom: nilai a | nilai b | √(a+b) | √a+√b | sama/beda.

Kegiatan 2: Menyederhanakan Bentuk Akar — Rapikan Sebelum Dihitung!

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku catatan dan alat tulis
  • Tabel isian pada LKPD ini

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Sebelum merasionalkan, kita perlu mahir menyederhanakan bentuk akar terlebih dahulu.
  2. Ingat sifat perkalian akar: √(a·b) = √a · √b dan sifat pembagian akar: √(a/b) = √a / √b.
  3. Cara menyederhanakan: uraikan bilangan di bawah tanda akar menjadi faktor-faktor, lalu keluarkan faktor yang bisa disederhanakan.
  4. Kerjakan bagian A secara individu (10 menit), lalu lanjut ke bagian B bersama kelompok (10 menit).
  5. Pastikan hasil akhirmu sudah dalam bentuk paling sederhana — tidak ada faktor kuadrat sempurna yang tersisa di bawah tanda akar.

Pertanyaan:

1. Bagian A — Individu. Sederhanakan bentuk akar berikut. Tunjukkan langkah penguraian faktormu!

  1. √72
    1. √(48/3)
    2. ∛54
    3. √(12) + 3√(27) − 2√(75)

2. Bagian B — Kelompok. Pak Rafi memiliki kebun berbentuk persegi dengan luas 200 m². Ia ingin memasang pagar mengelilingi kebunnya. Berapa meter panjang pagar yang dibutuhkan? Nyatakan jawabanmu dalam bentuk akar yang sudah disederhanakan.

3. Bagian B — Kelompok (Investigasi). Dua kelompok mendapat hasil yang berbeda untuk soal yang sama: √(50) + √(8). Kelompok Alfa menjawab √58, Kelompok Beta menjawab 7√2. Siapa yang benar? Tunjukkan pembuktianmu dan jelaskan kesalahan yang mungkin dilakukan kelompok yang salah.

4. Isi tabel pola penyederhanaan berikut. Identifikasi faktor kuadrat sempurna yang bisa dikeluarkan dari tanda akar.

Bentuk AkarFaktor Kuadrat SempurnaHasil Sederhana
√18......
√45......
√98......
√(x⁵) untuk x>0......

Bagian A: kerjakan di buku catatan dengan menuliskan langkah uraian faktor di setiap soal. Bagian B: diskusikan bersama kelompok (2–4 orang), tulis penyelesaian bersama dan tunjuk satu orang sebagai juru bicara untuk presentasi singkat. Tabel poin 4 dilengkapi langsung pada lembar LKPD.

Kegiatan 3: Merasionalkan Penyebut — Bikin Penyebutnya 'Bersih'!

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Buku catatan dan alat tulis
  • Tabel isian pada LKPD ini
  • Kalkulator (opsional, hanya untuk memverifikasi nilai desimal pada poin 4)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Dalam matematika, pecahan dianggap paling sederhana jika penyebutnya berbentuk bilangan rasional (tidak mengandung tanda akar). Proses menghilangkan akar dari penyebut disebut merasionalkan.
  2. Ada dua strategi utama yang akan kamu eksplorasi:
  3. Strategi 1 — Penyebut bentuk √b: kalikan pembilang dan penyebut dengan √b/√b.
  4. Strategi 2 — Penyebut bentuk (√a + √b) atau (a + √b): kalikan dengan bentuk sekawannya. Sekawan dari (√a + √b) adalah (√a − √b), dan sebaliknya. Ingat: (p+q)(p−q) = p² − q².
  5. Kerjakan eksplorasi pada bagian A terlebih dahulu untuk 'menemukan sendiri' cara kerjanya, baru lanjutkan ke latihan bagian B.
  6. Setelah selesai, bandingkan jawabanmu dengan teman dan diskusikan jika ada perbedaan.

Pertanyaan:

1. Eksplorasi Strategi 1. Perhatikan langkah-langkah berikut untuk merasionalkan 6/√3:
Langkah 1: 6/√3 = 6/√3 × √3/√3
Langkah 2: = (6√3)/(√3 × √3)
Langkah 3: = (6√3)/3
Langkah 4: = 2√3

Mengapa kita mengalikan dengan √3/√3 dan bukan bilangan lain? Apa yang terjadi pada penyebut setelah dikalikan? Gunakan cara yang sama untuk merasionalkan:

  1. 10/√5
    1. 4/√(2x) untuk x > 0
    2. (√3 + 1)/√6

2. Eksplorasi Strategi 2. Pasangkan setiap ekspresi dengan bentuk sekawannya:

EkspresiSekawannya
√5 + √3...
2 − √7...
√x − √y...
3 + √2...

Setelah itu, hitung hasil perkalian tiap pasangan sekawan tersebut. Apa yang kamu perhatikan dari hasilnya?

3. Gunakan Strategi 2 untuk merasionalkan penyebut pada pecahan-pecahan berikut. Tunjukkan semua langkahmu!

  1. 4/(√6 + √2)
    1. 3/(5 − √3)
    2. (√7 + 1)/(√7 − 1)

4. Aplikasi Nyata: Dalam ilmu fisika, suatu rumus kecepatan gelombang dinyatakan sebagai v = 12/(√3 + 1) m/s. Seorang teknisi perlu menghitung nilai v dengan lebih mudah tanpa ada akar di penyebut. Bantulah teknisi tersebut dengan merasionalkan bentuk tersebut, lalu perkirakan nilai desimalnya (gunakan √3 ≈ 1,732).

5. Diskusi Kelompok: Menurutmu, mengapa dalam matematika kita 'lebih suka' penyebut yang tidak mengandung tanda akar? Diskusikan minimal 2 alasan praktis, dan kaitkan dengan pengalaman menghitung yang baru kamu lakukan di kegiatan ini.

Eksplorasi (poin 1 & 2): kerjakan di buku catatan, tulis setiap langkah secara rinci dan beri keterangan di tiap langkah apa yang sedang dilakukan. Tabel poin 2 dilengkapi langsung di lembar LKPD. Latihan (poin 3 & 4): tulis penyelesaian lengkap di buku catatan dengan format: Diketahui → Strategi yang digunakan → Langkah perhitungan → Hasil akhir. Diskusi (poin 5): catat poin-poin diskusi kelompokmu, minimal 2–3 kalimat per alasan.

REFLEKSI

1. Setelah mengerjakan LKPD ini, bagian mana yang paling menantang bagimu — mengubah bentuk akar ke eksponen, menyederhanakan, atau merasionalkan? Apa yang membuatnya sulit, dan apa langkah yang akan kamu ambil untuk lebih memahaminya?

2. Coba pikirkan satu situasi di kehidupan sehari-hari atau mata pelajaran lain (misalnya fisika, kimia, atau ekonomi) di mana kamu mungkin bertemu dengan bentuk akar atau bilangan berpangkat pecahan. Bagaimana pemahaman hari ini bisa membantumu di situasi tersebut?

3. Apakah ada cara penjelasan atau kegiatan hari ini yang menurutmu bisa membuat temanmu yang belum paham menjadi lebih mudah mengerti? Tuliskan ide penjelasanmu dengan bahasamu sendiri.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.